OtomotifZone.com – Lombok, Jorge Martin mengakui dirinya belum menemukan performa terbaik pada hari pertama MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Jumat (9/10/2026). Meski berhasil menempati posisi ketiga tercepat, pembalap Aprilia Racing itu mengaku masih kesulitan, terutama dalam menjaga temperatur ban depan.
Situasi tersebut membuat Martin belum sepenuhnya percaya diri untuk bersaing memperebutkan kemenangan. Terlebih, rival utamanya dalam perburuan gelar juara dunia, Marc Marquez, dinilai memiliki kecepatan yang patut diwaspadai bersama Ducati.
Dalam sesi Practice, Martin tertinggal 0,481 detik dari Raul Fernandez yang tampil sebagai pembalap tercepat sekaligus memecahkan rekor putaran Mandalika bersama Aprilia milik Trackhouse Racing.
Marco Bezzecchi yang memperkuat tim pabrikan Aprilia juga mampu mengungguli Martin. Bahkan, Bezzecchi mencatatkan waktu 0,26 detik lebih cepat daripada Martin pada kedua sesi latihan hari itu.
Ban Depan Dingin, Kepercayaan Diri Martin Terganggu
Martin menjelaskan bahwa persoalan temperatur ban depan menjadi kendala utama sepanjang latihan Jumat. Kondisi tersebut membuatnya kesulitan mempertahankan kecepatan dan melakukan beberapa kesalahan di lintasan.
“Saya mengalami beberapa masalah dengan ban depan. Temperatur ban tersebut menjadi dingin,” jelas Martin dikutip dari Motorsport.
“Saya kehilangan grip ban depan di berbagai bagian lintasan sehingga kehilangan banyak kepercayaan diri. Saya tidak bisa mendapatkan ritme, dan melakukan banyak kesalahan,” lanjutnya.
Meski demikian, Martin merasa kecepatan dasarnya sebenarnya cukup menjanjikan. Ketika memasuki simulasi kualifikasi atau time attack, kondisi ban depannya kembali normal sehingga ia bisa mencatatkan waktu yang lebih baik.
Namun, ia merasa belum memiliki keunggulan tambahan untuk mencatatkan satu putaran yang benar-benar maksimal.
“Menurut saya, saya mencatatkan putaran yang bagus, tetapi belum luar biasa. Raul berada satu langkah di depan,” ungkap juara dunia MotoGP 2024 tersebut.
Berharap Aprilia Menemukan Solusi
Mandalika sebenarnya bukan sirkuit yang asing bagi Martin. Pada 2024, ia berhasil memenangkan Grand Prix Indonesia bersama Pramac Ducati dalam perjalanan menuju gelar juara dunia MotoGP.
Karena itu, hasil latihan kali ini menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi Martin dan tim Aprilia Racing. Ia berharap timnya mampu mengatasi persoalan ban depan sebelum Sprint Race dan balapan utama berlangsung.
Martin juga mengingatkan bahwa situasi serupa pernah dialaminya pada seri Jepang pekan sebelumnya. Ketika menghadapi kesulitan pada Jumat, tim berhasil menemukan perbaikan pada hari berikutnya.
“Saya masih jauh dari posisi yang saya inginkan. Saya merasa kesulitan sepanjang sesi latihan,” ujarnya.
“Pada pagi hari, saya merasa sangat nyaman. Saya bahkan mencatatkan waktu tercepat pribadi pada putaran terakhir dengan ban yang sudah sangat terpakai. Namun, pada sore hari, sesuatu berubah dan saya mengalami banyak kesulitan dengan ban depan.”
Martin berharap permasalahan tersebut bisa segera diselesaikan agar dirinya kembali memiliki kepercayaan diri untuk bertarung di barisan depan.
“Jika saya bisa mengatasi masalah itu dan mendapatkan lebih banyak kepercayaan diri, saya yakin bisa ikut bertarung untuk kemenangan. Namun, untuk saat ini, kami masih agak jauh,” tegasnya.
Marc Marquez Justru Punya Pace Lebih Baik?
Meski Martin mampu mengungguli Marc Marquez pada sesi latihan, pembalap Aprilia itu tidak ingin menganggap rivalnya tersebut sebagai ancaman yang sudah teratasi.
Marquez mengakhiri Practice di posisi kelima, dua tingkat di belakang Martin. Namun, Martin menilai kecepatan juara bertahan tersebut dalam simulasi jarak panjang justru terlihat lebih baik.
Hal ini membuat persaingan keduanya semakin menarik. Martin memang masih memimpin klasemen sementara, tetapi selisih performa di lintasan belum cukup untuk membuatnya merasa aman.
“Marc terpaut tujuh persepuluh detik dari posisi terdepan, tetapi hanya dua persepuluh detik di belakang saya. Jadi, jaraknya sebenarnya tidak terlalu besar,” kata Martin.
Ia juga mengakui bahwa Marquez mampu menunjukkan kecepatan yang sebanding, bahkan lebih baik ketika menjalani simulasi balapan.
“Menurut saya, Marc sama kuatnya dengan saya. Bahkan, pace-nya lebih baik. Saya sudah tahu mereka akan menemukan solusi dan situasinya tidak akan sama seperti tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Martin.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa Martin tidak hanya harus memikirkan kecepatan rekan setimnya di Aprilia, tetapi juga potensi kebangkitan Marquez bersama Ducati.
Persaingan Gelar Semakin Panas di Mandalika
Jelang Sprint Race MotoGP Indonesia, Martin masih memimpin klasemen sementara dengan keunggulan hanya dua poin atas Marquez. Sementara itu, Bezzecchi berada di posisi ketiga dengan selisih 49 poin dari Martin.
Dengan jarak sekecil itu, Sprint Race di Mandalika berpotensi menjadi momen penting dalam perebutan gelar juara dunia musim 2026.
Martin mengakui bahwa para pembalap Aprilia maupun Marquez sama-sama menjadi lawan yang harus diperhitungkan.
“Marquez dan rekan-rekan setim saya selalu menjadi lawan yang kuat. Di sini, Raul terlihat sangat kuat, tetapi Marc juga memiliki kecepatan,” ujarnya.
Kini, pekerjaan utama Martin adalah menemukan kembali kepercayaan diri pada ban depan Aprilia RS-GP. Jika masalah tersebut bisa diatasi, peluangnya untuk bersaing memperebutkan kemenangan tetap terbuka.
Namun, apabila Marquez mampu mempertahankan kecepatan dalam simulasi balapan seperti yang dirasakan Martin, persaingan perebutan gelar MotoGP 2026 di Mandalika bisa berlangsung semakin sengit.
