
Otomotifzone.com-Bukit Peusar, Tasikmalaya. Menjadi juara dalam dua kelas di MP6 110cc Pemula B dan Mp5 125cc Pemula B. Sempat jatuh hebat saat sesi free practice namun bocah Magetan ini nampu menjadi yang terbaik. Jatuh yang lumayan parah karena dada terbentur stang karena tidak bisa mengendalikan pacuan di tikungan S atas. Tidak mempengaruhi penampilan all out di setiap tikungan. Dan yang terjadi di race minggunya dia mampu yang terbaik setelah fight dengan Pradana Boby Di MP5. Menunggu waktu yang tepat overtake berhasil dilakukannya. Begitu pula Mp6, leader sejak lap awal tak terkejar.

Progres Mario ini sangat cepat. Menjelang akhir tahun lalu cara bawanya masih ragu-ragu. Namun masuk 2015 cara bawa motor berubah drastis. Ganas di setiap tikungan. Dalam tiga kali balap kejurnas sudah mampu juara di tahun pertamanya. Perekrutan Mario ini terbilang tepat. “Ya pas sekali setelah Agung Didu resign kita melihat Mario sudah punya bakat dari motocross. Kalau Agung dulu kan memulai dari nol cara berkendaranya.” kata Rudi Hadinata, owner team Yamaha Yamalube Trijaya MBKW2. Tempat Mario bernanung. “Saya suka dengan anak ini. Cara bawanya beda. Semangat sekali,” heran Rudi saat berbincang dengan Otomotifzone di bawah pohon sirkuit Bukit Peusar Tasikmalaya.
Bocah kelahiran 16 maret 2004 ini juara nasional kelas Special Engine 50cc 2012 Powercross dan Motocross. Lalu peringkat 3 Motocross Nasional kelas Special Engine 65cc 2013. “Saat ini masih belajar di Hendriansyah Racing School mas. Terutama nggembeng fisik, biar agak diet. Badannya gemuk sekali. Biar dilatih fisik disana,” terang Hartoto, ayah Mario S.A yang tinggal di Jl. Ki Hajar Dewantara, Magetan. Pelajar kelas 4 SD N 3 Magetan Komplek ini oleh ayahnya tak dipasang target.”Biar bermain dulu mas. Syukur bisa melampaui target yang tahun hanya digunakan adaptasi di kejurnas,” tambahnya lagi.
Penulis : Hafid | Foto : Hafid
