OtomotifZone.com-Bandung, Sering kita jumpai kebiasaan para pembalap kita ketika berlaga sangat jauh penampilannya ketika dirinya didaulat menjadi juara dan naik podium kemenangan.
Tidak sedikit pembalap kita, terutama yang sering dijumpai dikancah Road race dan Gtx, sangat kontradiktif dan berlawanan, tampil garang dan mati-matian demi sebuah kemenangan, namun saat kemenangan itu diraih banyak pembalap ketika dipanggil-panggil oleh race commentator datang dengan santai dan tidak mengenakan wearpack kebesaran team, cukup pake kaos oblong dan seringnya nyeker dengan hanya mengenakan sandal jepit.

Terakhir yang OZ lihat adalah pada saat grand final Kejurda Balap Motor IMI Jabar 2015 seri 5, dimana sirkuit non permanen Sport Center Kota Banjar (27/12) menjadi ajang terakhir gelaran event pembinaan Pengprov, MC dibuat kesal dengan berulang-ulang memanggil mereka, apalagi pembagian piala sudah gelap.
Apakah para pembalap lebih menunggu amplop hadiah daripada bangga sebagai juara..?? ataukah karena saat pembagian piala diakhir acara sehingga pembalap malas mengenakan kembali peralatan perangnya..?? apakah pembagian piala harus setelah race selesai..???, ataukah karena sudah menjadi kebiasaan kronis tanpa sangsi..?? pertanyaan itulah yang akhirnya dilontarkan kepada PIC Pengprov IMI digelaran tersebut,

“Akan kami perketat kembali tahun depan untuk setiap pembagian piala, pembalap wajib mengenakan wearpack dan spatu balap lengkap, ini memang sangat tidak menghargai dirinya sendiri, team dan sponsor yang mendukungnya, padahal podium adalah kebanggaan terakhir ketika mereka menjadi juara”, tegas Irvan Octavian, Kabiro on track R2 IMI Jabar.
Tuh kaaan bener apa kata OZ, harusnya event saat kejurda jadi proyek percontohan bagi pembalap lain, bagaimana seharusnya pembalap menghargai dirinya sendiri, sebelum orang lain menghargai kita, kasian lho sponsor yang mensupportnya tidak mendapat tempat saat selebrasi kemenangan.

Jangan nungguin isi amplopnya, tapi juga harus bangga dengan podium tertingginya. Ayo saatnya berbenah diri, sadarkah kalian, nyawa anda dan penonton taruhannya..?????
Penulis : Edi Batrawan | Photo : Edi Batrawan




