OtomotifZone.com – Bandung. Beredar kabar mengisi tangki bahan bakar kendaraan hingga mencapai bibir lubang tangki itu berbahaya, namun ada juga opini ‘bila tangki bahan bakar jarang di isi full itu juga sama bahayanya’
Informasi tersebut membuat netizen bingung menentukan sikap, langkah mana yang tepat agar komponen kendaraanya awet.
Sebetulnya otozoner tak perlu galau dalam menentukan sikap, karena kedua teori tersebut tidak ada yang salah bila diterapkan dalam kondisi yang tepat.
Untuk kendaraan penggunaan rutin, tidak perlu mengambil langkah mengisi full tangki demi menghindari karat dalam tangki.
Alasannya, bahan bakar memiliki sifat mudah menguap dan anti karat, selama dalam tangki tersedia bahan bakar, maka uap bahan bakar melapisi dinding-dinding tangki. Hal tersebut dapat mencegah terjadinya karat dalam tangki.
Adapun masalah kandungan air yang disebabkan kondensansi didalam tangki, perancang sudah membuat drain plug untuk mengeluarkan air dari tangki. Disini peranan servis kendaraan menjadi penting karena perlu dikeluarkan secara rutin.
Sejatinya kondisi tangki bahan harus di isi full itu nonsense, karena toh bahan bakar selalu dikonsumsi engine, sehingga kuantitas bahan bakar selalu berkurang dan memberikan ruang udara masuk kedalam tangki.
Pengisian penuh tangki bahan bakar harus dilakukan bila kendaraan akan lama tak digunakan. Terlalu bayak ruang kosong dalam jangka waktu lama berakibat tangki di isi banyak udara, bila terjadi kondensasi maka kandungan air didalam tangki terlampau banyak dan menyebabkan karat.
Tangki bahan bakar di isi penuh juga berbahaya ?
Benar, dalam kondisi penggunaan rutin bisa berbahaya. Bahan bakar yang menguap dalam tangki akan menaikan tekanan dalam ruang. Setiap tangki memiliki lubang hawa untuk mengurangi tekanan, biasanya teknologi tangki kendaraan jadul mengeluarkannya langsung ke udara.
Kondisi tersebut dapat menjadi polusi udara dan bisa menyebabkan kebakaran bila uap tersebut bersentuhan dengan api.
Namun, teknologi masa kini, uap bahan bakar melalui charcoal canister (komponen dalam tangki), uap berbahaya tersebut dialirkan kedalam intake manifold.
Sikap paling bijaksana, bila otozoner tidak mengetahui jenis tangki bahan bakar, lebih baik menghindari pengisian bahan bakar terlalu full atau berlebihan untuk menghindari hal yang tidak di inginkan.
Bukankah, Tuhan tidak suka yang berlebih-lebihan!!!
Catatan : Sekarang perusahaan kendaraan sudah menggantikan bahan tangki dengan pelastik untuk menghindari karat. Alasan mereka menggunakan plastik, karena sering bersmasalah dengan karat, terutama di bagian lubang pengisan tangki yang sering bergesekan dengan tutup tangki. Gesekan tersebut merusak lapisan anti karat tangki.
Penulis : Jody Rusli | Photos : Jody Rusli



