OtomotifZone.com – Bandung. Belum lama kancah Otomotif berduka. Mekanik ternama tanah air dari Jawa Barat menghembuskan nafas terakhir. Semua pencinta otomotif ikut berduka karena jasanya di kancah balap Indonesia sangat besar. Namun karyanya masih menjadi teror bahaya diarena balap.
Iman Zatory, mekanik rumah korek ZTM asal Jawa Barat belum lama meninggalkan kita semua. Mendadak dipanggil sang Kuasa membuat Zatory harus istirahat selamanya. Tapi meski sang mekanik sudah tidak ada, motor Drag Bike lintas 201 M racikannya masih menjadi Teror diarena trek lurus. Dayang Sumbi mampu acak acak salah satu event besar akhir pekan kemarin.
Pada ajang Drag Bike 201 M di Sragen yaitu Kawahara IRC IDC 2019, motor itu mampu antarkan dua pebalap yaitu Opick Acil dan Dwi Aw di kelas Matic 200 cc TU Pemula. Opick mampu menjadi juara pertama dan Dwi Aw di posisi kedua.
Lalu pada ajang Gadhuro Seri 3 di Cilacap, Eko Kodok mampu diantarkan menjadi juara pertama dan Hendra Kecil juara 4 di kelas Matic 200 TU Open. Dan di kelas Pemula kali ini Dwi AW yang berada di posisi pertama dan Opick Acil di posisi kedua.

” Tersenyum sahabat di Alam keabadian, biar kita semua yang menjaga motormu,” ujar Owner team Bank BJB GBU RTP06 OP27 racing, Rio Teguh di Status Media Sosial Pribadinya.
Emang kedasyatan motor Matic garapan Almarhum sungguh luar biasa. Penulis pernah meliput langsung motor itu saat juara di IDC putaran pertama. Almarhum pernah bercerita bila motor garapannya ini memiliki karakter torsi atas. Dan benar saja, motor ini benar benar diluar dugaan. Dayang Sumbing bagaikan Jet Darat yang melesat cepat. Dan Eko Kodok sempat berucap tentang motor garapan almarhum.
” Motor ini (Dayang Sumbi) merupakan motor Matic terkencang yang pernah saya tunggangi,” tutup Eko Kodok.
Memang motor garapan Almarhum sangat terkenal. Diajang balap yang diisi oleh pebalap dan tim papan atas motor ini menjadi salah satu motor yang sangat diwaspadai. karena motor ini memiliki kecepatan yang luar biasa.




