OtomotifZone.com – Makassar. Hal yang tidak biasa disaksikan untuk gelaran Kejurnas Motoprix region D dari tahun ke tahun. Sumber bibit pebalap Indonesia lahir dari region D yang sekarang mencakup Sulawesi, Maluku dan Papua. Tapi tahun 2024, Kejurnas Motoprix Region D ibarat Hidup segan mati tak mau.
Kita lihat saja tahun 2024 sudah sedikit sekali tim dan pebalap yang turun dalam ajang balap tertinggi ini. Rata rata tiga kelas Kejurnas yang konsisten sampai akhir seri tidak sampai 10 pebalap setiap kelasnya. Bahkan pada salah satu kelas saja hanya ada tiga pebalap yang konsisten sampai akhir seri.
Apa masalahnya? Kejurnas Motoprix bagaikan tidak ada gregetnya seperti tahun tahun sebelumnya. Ada beberapa nama tim tidak turun dan ada juga yang baru turun di putaran kedua.

” Mungkin karena informasi yang mepet membuat tim kerepotan mencari barang sperpart yang sekarang ditentukan PP IMI mas. Barang yang ditentukan tapi barangnya juga susah pada awal awal tahun. Kalau melihat tim privater, mungkin mereka tidak ikut karena terbentur regulasi. Seperti Ecu saja, mereka baru saja beli Ecu RC2 yang mereka kumpulkan dari tahun 2022 dan 2024 sudah ganti lagi wajib yang baru,” ujar salah satu pegiat Otomotif Sulawesi yang tidak mau disebutkan namanya.
Balapan tahun 2024 bagaikan tidak bergairaih. Seperti di Sulawesi saja kurang lebih hanya 8 tim saja yang turun full seri. Dan itu juga hanya menurunkan beberapa pebalap. Seperti di kelas Expert saja pada putaran terakhir hanya ada enam pebalap yang bersaing. Ada lagi yang terlihat betul balapa ini sudah tidak greget. Dahulu para tim dan pebalap berlomba untuk menyusun strategi agar bisa juara region. Entah kasarnya sampai menyiapkan tandem tambahan untuk amankan point Juara Region. Sekarang nampak biasa saja. Ini menjadi PR besar bagi IMI Pusat untuk menimbulkan gairah Kejurnas Motoprix setiap region!!!




