Beranda Racing Roda 2 Motocross Motocross : Dua Kemelut Regulasi Umur Pembalap 50cc

Motocross : Dua Kemelut Regulasi Umur Pembalap 50cc

0
1791

OtomotifZone.com-Jogja. Ini adalah sebuah masalah klasik yang sedikit ramai di belakang. Sejak dahulu aturan umur di kelas 50cc selalu jadi polemik. Aturan berdasarkan regulasi kelas 50cc saat ini mengacu pada regulasi FIM. Maksimal umur 8 tahun.
Inilah akarnya. Aturan umur pun berdasarkan tahun bukan tanggal bulan lahir. Jadi kalaupun lahir Desember hitungan tahunnya sudah masuk umur yang di sebutkan mau nggak mau ikut hitungan yang lahir Januari. Contoh, pembalap kelahiran Januari 2008 dan Desember 2008. Hitungan jari tahun 2008 ke tahun 2016 adalah 8 tahun. Entah bulan apa dipukul rata
Persoalan regulasi yang terus terjadi saling protes hampir setiap gelaran. Ada yang umurnya bertambah di pertengahan tahun entah bagaimanapun bablas tetap meneruskan seri di 50cc walau umur lebih. Tak hanya itu, ada yang memang si anak masih pemula dan ada pula yang nakal biar juara umum. Bermacam-macam persoalan agar si bocah yang berumur lebih bisa tetap bermain disini.
Alasan pertama si anak masih pemula. Orang tua atau anak baru mengenal Motocross umur 8 tahun belum pernah mengenal balap dan sangat ingin ikut balap. Seperti yang di alami Frans Darmawan dan Agus Setyawan. “Tahun ini tidak ada 50cc Novice. Anak saya baru dan masih pemula walau sudah menginjak 8 tahun dari segi skill kan belum bisa benar harus tarung dengan yang sudah kencang jelas pasti kalah. Sudah siap-siap ke 65cc karena umur.” ujar Frans Darmawan bersama anaknya Leonardo Davinci saat OZ di pabrik Solo Marmer Plesungan Karanganyar.
Sama seperti Agus Setyawan dan anaknya Gega Lila Matuhu. Dia mengakui umur anaknya lebih dari 8 tahun. “Anak saya baru mengenal Motocross awal 2016 mas. Langsung saya ikutkan balap resmi karena kepengen ikut balap sampai nangis-nangis. Ternyata setelah ikut beberapa seri saya baru tahu kalau ada regulasi umur. Waduh bagaimana ini, anak saya bawa 50cc saja belum bener kalau pakai 65cc pakai kopling dan lebih kencang tenaganya apa nanti nggak bahaya. Makanya saya minta dispensasi kepada petugas scrut IMI di lapangan untuk boleh ikut setelah Kejurnas Magelang dan disetujui. Eh selang beberapa bulan pas ikut balap di event Grasstrack (bukan event Motocross) di Ambarawa ada yang protes dan di diskualifikasi.” sesal Agus Setyawan kepada petugas scrut yang acc protes tersebut karena perjanjian bisa sampai akhir tahun. Sambil menggendong anaknya yang menangis saat itu gagal podium utama. “Anakku apa pernah di depan to mas, selalu di belakang belum pernah di keluar sebagai juara,” katanya kepada OZ.
Dari pihak belakang kadang juga yang nyletuk aturannya ya begitu kalau umurnya lebih ya jangan menyesal kalau diprotes. Agus Setyawan pun juga menambahkan uneg-unegnya via telepon. Fisik luar negeri dengan fisik Indonesia sangatlah berbeda. Bule anak usia 5 tahun di luar negeri sana beringas yang sudah mengerti balap Motocross. Nyali mereka usia segitu berani kencang. Cocoklah regulasi untuk Bule. Sedang Indonesia? Rata-rata Indonesia mengenal Motocross usia 7-8 tahun tetapi Kebanyakan yang 8 tahun. Nyali balap pun cuma bisa dihitung yang kencang. Selebihnya seperti belajar naik motor baru. Tahun lalu ada kelas 50cc Novice dan kelas 50cc Kejurnas. Sepinya peserta jadinya di gabung antara pemula dan senior 50cc.

Banyak juga yang merasa aneh dan bingung. Maksimal pentok 8 tahun atau 8 tahun jalan.. “Sampai seri akhir nanti Veda belum genap 8 tahun umurnya. Bulan November kelahirannya. Kalau regulasi dihitung berdasarkan tahun lahir, yang lain banyak yang sudah hitungan 8 tahun lebih di pertengahan 2016 ini,” kata Sudharmono, pembalap Astra Racing Team yang juga mengawal Veda Ega Pratama ikut Kejurnas Motocross di kelas 50cc.
Jelas orang tua harapannya bisa podium.
Bagaimana? Apakah kita terus ikut regulasi luar negeri atau bikin kebijakan sendiri. Semoga pembuat regulasi dan pelaku balap bisa duduk bersama mencari solusi. Disambung setelah Kejurnas Motocross Jogja..
Penulis : Hafid | Foto : Hafid

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses