Beranda Internasional MotoGP MotoGP Mugello: Penasaran ? Nih, Kemungkinan Penyebab Motor Rossi Nyate !

MotoGP Mugello: Penasaran ? Nih, Kemungkinan Penyebab Motor Rossi Nyate !

0
2542

OtomotifZone.com – Mugello. Memang sudah agak lewat sih, tapi nyeseknya masih terasa. Apalagi pendukung Valentino Rossi! Yamaha YZR M1 sang idola ngebul.. persis sate keliling yang lewat depan rumah. Sate keliling, ngebul membawa aroma daging terbakar ditambah bumbu kecap dan sedikit minyak goreng… dikasih bumbu kacang plus irisan bawang merah goreng. Nyusss!! Jadi laper Euey!!

Beda tipis sama motor 46. Cuma bedanya, asap yang ngebul bukan karena The Doctor lagi bakar daging, apalagi memasukkan tukang sate di dalam mesin M1. Tapi secara teknis, ada dua penyebab utama dan saling berkaitan kenapa mesin M1 meghadapi masalah itu. Pertama dan utama dituding pastilah overheat, alias mesin kepanasan. Beda sama bakar sate, kalau kepanasan, bikin daging gosong. Kalo mesin kepanasan, pemuaian piston dan komponen mesin lainnya diluar batas toleransi, akibatnya mesin macet. Bussh…. Bluk.. Bluk…

Kenapa bisa seperti itu, inget tuduhan kasus towing, saat kualifikasi di Mugello di hari sebelumnya? Towing alias menarik/ditarik, yang sebenarnya sebutan lain dari slipstreaming. Apa itu slipstreaming? Berupa gerakan menguntit dalam jarak cukup dekat dari motor di depan untuk mengambil keuntungan aerodinamika. Mirip saat menguntit mobil besar didepan di jalanan.

Kasusnya begini. Motor Jorge Lorenzo melaju kencang meski dengan fairing dan riding style aerodinamis di trek lurus, didesain menghasilkan lapisan batas. Dalam mekanika fluida biasa disebut boundary layer. Semua pembalap motor tahu, kalau dia bisa memasuki area lapisan batas motor lawan, motor tidak perlu ngoyo membelah angin. Artinya dengan power sama, pembalap di belakang bakal bisa melaju jauh lebih kencang, efeknya mirip ditarik/towing, atau tersedot.. sluuurrpp. Itulah kenapa aerodinamika menjadi tantangan dunia balap. Peningkatan hambatan motor/mobil, naik secara eksponensial seiring kecepatan.

Nah.. berarti yang dilakukan Rossi keren dong, terus di mana salahnya? Tampaknya pemilik nomor 46 itu sedang exited tampil di depan pendukung tuan rumah. Dia pingin segera menerkam rekan setimnya itu, lewat trik yang sama saat kualifikasi. Sayangnya Lorenzo bukan anak kemarin sore, dia tahu benar trik ini dan berusaha tetap di racing line dan berusaha menahan gempuran. Rossi pun makin penasaran, dan melakukan trik ini berulang kali di trek lurus. Inilah awal bencana.

Saat kecepatan tinggi, dengan cara menguntit lawan, salah satu kerugian terbesar adalah, hilangnya embusan angin dari depan sebagai pendingin radiator. Suhu mesin akan naik secara cepat, apalagi dalam putaran dan power maksimal ketika mengagresi lawan. Kompensasi supaya suhu mesin turun ada beberapa hal dilakukan ECU (komputer mesin). Pilihan pertama, biasanya fitur pemunduran waktu pengapian, tapi ini bukan pilihan utama, karena langsung berpengaruh pada power mesin.

Pilihan kedua, ECU memerintahkan injektor untuk memperkaya campuran bahan bakar. Istilahnya setingan basah. Peningkatan semprotan bahan bakar dipakai untuk mendinginkan komponen mesin. Tetapi bukan berarti tanpa risiko. Pertama, bensin bisa habis sebelum lomba. Kedua yang paling ditakuti, terjadi flushing. Flushing adalah ketika semprotan bensin kurang sempurna (biasanya akibat campuran kelewat kaya), mengenai dinding silinder berulang kali. Betul, mirip saat membersihkan liner dengan semprotan bensin. Crot-crot… lapisan oli di dinding silinder justru luruh. Apa jadinya kalau mesin yang berputar lebih dari 15ribu RPM itu kehilangan pelumasan. Yup… macet! Flushing seperti memanggil tukang sate.. di depan rumah. Sate Bang!! 15 tusuk ya Bang Bokir… Hi.. hi… hi…

Penulis : Nometo Izaku | Foto : MotoGP

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses