
OtomotifZone.com – Misano. Kesedihan yang mendalam tampak menyelimiti Valentino Rossi. Bagaimana tidak, setelah mampu memimpin jalannya balapan di sirkuit Misano, Minggu (13/9) kemarin, The Doctor harus rela kehilangan peluang terbesarnya menjadi juara di kampung halaman dan ribuan fans beratnya.
“Ada banyak pemikiran (soal hasil balapan). Sangat disayangkan untuk balapan kali ini, terutama karena digelar di Misano. Penting untuk mencoba finis di podium, tapi setelah akhir pekan yang bagus dengan matahari selalu bersinar, hari ini kondisinya benar-benar sulit,” ujar Rossi saat digelar konferensi pers.
Pada awal-awal lap, Rossi berada di belakang Jorge Lorenzo dan Marc Marquez. Posisi tersebut tidak berlangsung lama, hal ini disebabkan hujan mulai turun di sirkuit Misano.
Setelah mengganti ban basah, Rossi yang sempat keteteran untuk bisa menempel duet Lorenzo-Marquez, akhirnya bisa merapat ke barisan seperti kalau kita empet-empetan naik angkot. Harapan Vale bisa mengulang sukses ketika balapan di Inggris sudah didepan mata.
Tapi fakta berkata lain, hujan berhenti sebelum race tuntas. Lintasan yang basah mulai mengering, hal ini membuat pembalap berbondong-bondong masuk pit dan mengganti motor dengan ban slick(kering).
Layaknya perangko, Lorenzo menempel ketat Rossi kemanapun pergi, untung pemilik nomor 46 ini suka main tempel-tempelan dan meladeni Corpuera. Ini yang akhirnya membuat Rossi menunda masuk pit.
Rossipun merasa aman dari tempelan Lorenzo saat usai mengganti motor, The Spaniad harus tersungkur karena daya cengkram ban yang belum maksimal. Namun keputusannya masuk pit saat balapan menyisakan 7 lap, Rossi harus menelan kekecawaan. Doi kehilangan banyak waktu hingga akhirnya hanya bisa finis di posisi lima.
“Dua pertiga pertama balapan berlangsung baik karena saya tidak terlalu buruk menggunakan ban kering. Dan setelah mengganti motor untuk pertama kali menggunakan ban basah, saya sangat kuat dan cepat. Saat saya didepan, saya menikmati pertarungan dengan Jorge dan Marc,” jelasnya.
“Setelah itu (lintasan) mulai mengering dan kami harus mengganti motor lagi. Itu keputusan yang sulit bagi saya. Mengingat,Saya dan Jorge bertarung untuk kejuaraan dunia(perebutan Juara Dunia). jadi itu lebih rumit, lebih sulit, untuk mengambil keputusan yang tepat (mengganti ban) dengan risiko sekecil mungkin,” cerocosnya di Crash.
Finis di posisi lima jadi kekecewaan besar untuk Rossi. Menargetkan menang, dia malah harus memutus rentetan finis di atas podium yang sudah dicatatkan sepanjang musim ini.
“Rasanya aku mau menangis! Aku mengincar hasil yang lebih baik, karena aku punya potensi yang bagus di balapan basah dan kering. Di Misano di depan pendukung fanatikku dan atmosfer yang spesial ini, naik podium adalah target,” sedihnya.
“Tapi di sisi lain, dengan kecelakaan yang dialami Jorge, saya mampu memperlebar jarak 11 poin dari Jorge. Dilihat dari persaingan juara dunia, ini hasil yang penting,” tutup Rossi yang mengincar gelar juara dunianya yang kesepuluh itu.
Penulis: Hendra Sonie | Foto:VR 46 Official
