Beranda Headline MotoPrix Batam 2018 : Jawab Ketakutan Team Akan Pungli, Panpel Subsidi...

MotoPrix Batam 2018 : Jawab Ketakutan Team Akan Pungli, Panpel Subsidi 2 Juta Tiap Team Untuk Biaya Penyeberangan

0
1062
MotoPrix Kperi , Batam, 21-22 Juli 2018
MotoPrix Kperi , Batam, 21-22 Juli 2018

OtomotifZone.com-Batam. Gonjang ganjing bakal diboikotnya Kejurnas MotoPrix Kepri Batam sebetulnya adalah issue klasik yang sudah mengemuka sejak tahun lalu, nyatanya seluruh team kejurnas non Kepri hadir dan harus menyelamatkan point pembalapnya, dan issue tersebut mentah juga.

Jelang MotoPrix Riau Minggu kemaren (7-8/7), issue boikot kembali mengemuka, dan OtomotifZone.com sendiri mendapat surat  tersebut, namun kami belum mengangkatnya karena tidak ada tanda tangan team, solusi terbaik yang harus dicari, bukan masalah. Gayung bersambut, ternyata  saat OZ mengkonfirmasi hal tersebut kepada Barelang MotorSport selaku penyelenggara, sudah mendapat kabar tersebut.

Willy Octra selaku panitia penyelenggara langsung bentuk team URC, unit reaksi  cepat, 2 setelah menerima kabar tersebut, langsung mengirim personilnya berangkat menuju pelabuan Siak di Riau, dan hasilnya sangat menggembirakan. Tiap team kejurnas non Kepri, mendapat subsidi penyeberangan sebesar 2juta, jaminan harga flat, jaminan tidak ada pungli  dan pengawalawan dalam perjalanan, keren kan.

Willy Otra Bisma Ketua BMS (Barelang Motor Sport)
Willy Otra Bisma Ketua BMS (Barelang Motor Sport)

“Demi menjawab ketakutan team kejurnas non Kepri, kami selaku penyelenggara memberikan subsidi 2 juta rupiah tiap team untuk biaya penyeberangan, team hanya membayar sesuai tarif yang tertera didalam daftar biaya penyeberangan,  tidak ada pungli, kami penyelenggara  melakukan pengawalan, dengan cacatan uang tersebut akan kami  bayarkan setelah sampai di Batam”, jelas Willy Octra, dari BMS,club penyelenggara Kejurnas MotoPrix seri 4 region 1yang akan digelar 21-22 Juli 2018 mendatang.

Nasta Octavian, owner team Canasta RBRT
Nasta Octavian, owner team Canasta RBRT

Bak mendapat durian runtuh, sambutan positif datang dari team, “kami sangat menyambut positif inisiatif  dan solusi  dari penyelenggara, intinya memang itu  yang kami   harapkan, karena kami ingin  agar biaya kami tidak membengkak  karena harus menghadapi pungli saat penyeberangan, pengkordiniran 1 kapal khusus untuk team juga langkah bagus dari penyelenggara, intinya  asal tidak ada pungli”, beber Nasta Octavian, owner Canasta RBRT Padang Sumbar, diamini team yang lain.

Jika komunikasi dilakukan dengan baik, solusi terbaik akan bisa didapat, tanpa harus saling merugikan.

photo:Edi Batrawan

 

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses