BerandaRacing Roda 2Road RaceMotoprix Krisis Starter, Tapi Tak Boleh Mati

Motoprix Krisis Starter, Tapi Tak Boleh Mati

OtomotifZone.com – Jakarta. Gelaran Kejurnas Motoprix jadi perhatian. Melihat gelaran Kejurnas Motoprix Region A yang digelar (11/5) di Sirkuit Manna, Bengkulu akhir pekan ini kembali menjadi sorotan. Bukan karena aksi balap yang seru, melainkan karena jumlah peserta yang sangat minim. Meski berstatus sebagai salah satu ajang balap motor paling bergengsi di Tanah Air, Motoprix tahun ini kembali menunjukkan gejala krisis peminat, khususnya di wilayah Sumatera.

Data peserta dari empat kelas utama sangat memprihatinkan. Kelas Expert dan Novice masing-masing hanya diikuti 7 pembalap, Kelas Rookie diisi 13 pembalap, dan yang paling mencolok, Kelas Beginner hanya diikuti oleh 2 peserta. Padahal, ajang ini sudah menjadi bagian penting dari sejarah panjang pembinaan pembalap nasional selama lebih dari tiga dekade.

Meski demikian, Motoprix tetap harus digelar. Hal itu ditegaskan oleh Edy Saputra, Deputy Olahraga Sepeda Motor IMI Pusat. Ia menekankan bahwa keberlangsungan Kejurnas Motoprix bukan hanya soal jumlah peserta, tapi juga soal kesinambungan pembinaan atlet balap sejak dini.

” Motoprix tetap harus jalan, karena itu proses pembinaan pembalap mulai dari Kejurda hingga Kejurnas. Pembalap tanpa event Kejurnas belum tentu bisa jadi seperti sekarang. Motoprix yang sudah berjalan 30 tahun sebagai langkah pembinaan harus terus maju,” ujar Edy.

Kondisi ini tentu menjadi tamparan bagi dunia balap motor nasional. Di tengah perjuangan para pembalap dan tim yang masih bertahan, dibutuhkan langkah strategis dari penyelenggara, sponsor, dan federasi agar Motoprix tidak kehilangan rohnya sebagai kawah candradimuka bagi para pembalap masa depan Indonesia.

Must Read

Parolin Racing Advertisement Spot