Beranda Racing Roda 2 Road Race Motoprix Padang 2018 : Jelang Latihan Bebas dan Kualifikasi Pembalap di Hantui...

Motoprix Padang 2018 : Jelang Latihan Bebas dan Kualifikasi Pembalap di Hantui Cuaca Tidak Menentu

0
220
kondisi suasana motoprix padang

Otomotifzone.com – Padang. Jelang berlangsungnya sesi latihan bebas dan kualifikasi Pirelli Kejurnas MotoPrix Region 1 Seri 2 Padang 2018 yang akan berlangsung di sirkuit Lanud Tabing, Padang, Sabtu (14/4). Di hantui cuaca tidak menentu karena sedatangnya penulis ke sirkuit hujan mengguyur.

Hal ini membuat para mekanik dan pembalap cukup gelisah karena harus menentukan setingan terbaik karena memang jika salah seting fatal akibatnya bisa jadi start dari urutan paling buncit.

Salah satunya pembalap dari tim Indela Racing team, Tedy Permana menurut dirinya belum bisa ditentukan menggunakan ban apa tapi dirinya akan menggunakan ban Fasti sebelum air benar – benar menggenang sirkuit.

” Untuk saat ini saya akan mencoba menggunakan Ban IRC Fasti 2 apabila kurang maksimal mungkin di pastikan saat kualifikasi nanti menggunakan ban Fasti Pro” Jelas Tedy Permana pembalap asal Karawang, Jawa Barat ini.

Lain hal dengan pembalap Honda Dragon, Ananda Mugti lebih memilih mengkombinasikan ban basah dan ban kering.

” Melihat cuaca mungkin saat ini mengkombinasikan ban kering dan ban basah, menurut saya sendiri kombinasi ini lebih membuat saya percaya diri apalagi hujan belum begitu deras ” cetus Nanda

Nah tadi kita sudah tanya dua pembalap seeded dan pemula, sekarang giliran tanya para mekanik untuk setingan mesin.

Salah satunya Lovin Dragon, tidak mempermasalahkan cuaca dirinya sebagai chief mekanik Honda Dragon Hanya mengecek kondisi suhu mesin jika terlalu dingin kita radiator bisa kita tutup sebagian dan tentunya semuanya balik lagi ke pengaturan suspensi dan ban.

Hal serupa dengan Taufiq TMS ia pede dengan setingan basah pada kuda pacunya memang mekanik satu ini sudah menghantarkan Erwin Ridwansyah juara region 1 Sumatera pada tahun 2017 kemarin karena ia mengacu pada digro pembaca suhu ruangan.

” Saya tetep pede pada setingan basah mas, karena memang alat pengukur suhu menunjukkan panas meski kelembaban cukup tinggi ” tambah Taufiq.

Jadi kita tunggu saja siapa paling cepat

Penulis : Nana Triana | Foto : Nana Triana

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses