OtomotifZone.com-Palangkaraya. Gelaran Kejurnas MotoPrix region 4 Kalimantan putaran 4 2018 usai digelar dengan sukses Sabtu-Minggu, 8-9 September kemaren, Sirkuit Sabaru, sirkuit kebanggaraan Kalimantan Tengah menjadi venue hajatan nasional.

Hampir 300 starter turun diajang kejurnas yang hinggap di tengah pulau Kalimantan berjalan normal untuk secara penyelenggaraan, peserta kelas wajib terisi penuh, bahkan supporting class juga membuat gelaran begitu meriah, persiapan Pengprov sebagai penyelenggara secara dadakan membentuk kepanitiaan yang begitu mepet karena club penyelenggara ternyata urung menggelarnya.

Tidak hanya peserta dengan animo tinggi, penonton pun sama, begitu antusias terjadi di 2 tribun penonton disebelah kanan dan kiri tribun VIP, bahkan tempat para VIP duduk tersebut berangsur penuh oleh penonton yang mempunyai agenda tersendiri saat gelaran kelas supporting digelar, ada aroma judi disitu, siapa yang tercepat di track lurus, tepuk tangan dan teriak begitu menggema.

Ramainya teriakan dan histeria penonton yang iseng taruhan, disitulah sedikit tertutupinya kurang tertibnya penonton yang merangsek masuk lintasan, mulai dari tikungan pertama merapat sisi luar dan dalam lintasan hingga tikungan 3, suasana tersebut membuat beberapa race sempat tertunda karena, COC dibawah pimpinan Aryono Ajun tidak memberi ijin start sebelum track dinyatakan clear dari berjejalnya penonton, rupanya halauan demi halauan tidak mengurangi nyali penonton untuk terus merangsek, rupanya penyebab semakin banyaknya penonton yang masuk karena pagar sepanjang R1 dibawahnya berlobang dan cukup untuk orang dewasa menerobos masuk dan dengan santainya menyaksikan jagoannya berlaga meski maut mengintainya.

“Persiapan kami memang mepet untuk menggelar sebuah event berskala nasional, mundurnya club yang sedianya akan menggelar event ini membuat kami, Pengprov IMI Kalteng segera membentuk kepanitiaan dibawah pengawasan saya langsung sebagai ketua Pengprov dan Ketua Harian dilapangan memberi arahan, sirkuit Sabaru ini adalah aset otomotif Kalteng, kami senang sirkuit Sabaru menjadi ikon motorsport Kalteng, kami memang menyadari banyak kekurangan dari penyelenggaraan ini, penonton yang begitu susah diatur, namun kami juga tidak menyalahkan seratus persen, tribun yang tidak beratap, dan pengamanan yang kurang juga menjadi penyebab masuknya penonton kedalam lintasan, mereka sudah merasa membeli tiket, otomatis ingin melihat dengan lebih dekat, kecuali mereka sudah punya tempat nyaman jika tribunnya adem, makanya kami berharap, karena sirkuit ini berada dalam otoritas Dispora, kami akan mengadakan pertemuan dengan pejabat terkait untuk mempercantik sirkuit Sabaru ini”, papar Juferry Simon, ketua Pengprov IMI Kalteng.

Bagaimana dengan prestasi pembalap Kalteng..?
“Itu yang ingin kami kejar, semoga dengan kejurnas MotoPrix digelar di Sabaru ini, akan menumbuhkan minat dan muncul pembalap baru generasi setelah Dicky Ersa lainnya, ini adalah PR kita bersama di Kalteng, semoga pemerintah juga mendukung terhadap kegiatan otomotif genarasi muda dengan memperbaiki sirkuit agar akses mudah, jalan mulus menuju sirkuit juga menjadi daya tarik”, tambah Juferri Simon.

Sirkuit Sabaru memang butuh sentuhan hati agar aset motorsport Kalimantan Tengah menjadi kebanggaan terutama generasi muda.
Maju terus otomotif Kalteng.





