OtomotifZone.com-Purwokerto. Mungkin bagi sebagian penonton, crew bahkan pembalap akan heran, mungkin bisa jadi protes saat dirinya sedang fight tiba-tiba mendera finish dikibarkan meski masih tersisa beberapa lap dari yang seharusnya dituntaskan.
Itu terjadi saat race final MP3, rintik air hujan sudah mulai menetes meski tidak rapat, sang pawangpun mungkin lagi kencot-kencotnya nahan lapar agar sebisa mungkin bisa mengalihkan air hujan mengguyur Gor Satria Purwokerto, namun Tuhan maha segalanya, turunlah air dari langit begitu hebatnya dibeberapa awal lap hingga 15 dari total 20 lap yang jelas terpasang di boardlamp start gate, dan secara tiba-tiba bendera finish dikibarkan saat pembalap terdepan masuk lap 16 dan didaulat sebagai juara diajang Kejurnas MotorPrix regiin 2 dan 3 seri 1 Purwokerto Minggu kemaren (9/4).

Agung Didu menjadi pemenang dikelas MP3 ketika baru 15 lap dia habiskan, sontak dia angkat tangan tinggi-tinggi dan sujud syukur tanpa kemenangan meski sebenarnya dia kaget, itulah kemenangan dramatis dirinya setelah dibeberapa lap tertahan pembalap Jabar Abid Zia, kemenangan ini juga buah dari ketegasan sang Clerk Of the Course (COC) atau pimpinan perlombaan melihat secara cermat dan seksama dibeberapa lintasan sudah terdendam air hujan melebihi ketinggian ban dan tentunya sangat membahayakan pembalap.

“AquaPlaning” adalah alasan kuat Jinggo HB ambil keputusa tepat untuk mengibarkan bendera finish meski lap belum sepenuhnya dihabiskan pembalap, namun perhitungan 2/3 dari total lap adalah aturan yang sudah baku dan sah dilakukan oleh pimpinan perlombaan. Bab III Penyelenggaraan pasal 31 Wewenang dan Tugas Pimpinan perlombaan ayat b, “Wewenang pimpinan perlombaan adalah menghentikan bagian dari perlombaan sebelum waktunya dengan persetujuan pengawas lomba/juri, serta peraturan dasar C Tentang peraturan umum balap sepeda motor (lampiran C-peraturan dasar olahraga sepeda motor) pasal 13 tentang Penghentian Lomba dan Start alinea 4 disebutkan, Apabila 2/3 dari jumlah lap yang tercantum dalam peraturan pelengkap perlombaan telah diselesaikan karena Force majeure, maka :
1.Lomba dinyatakan selesai
2. Posisi/peringkat pembalap ditentukan oleh hasil masing-masing pembalap sampai dengan saat dihentikan.
3. Point/nilai kejuaraan diberikan secara utuh.
“ini adalah tindakan terbaik yang harus saya lakukan sebelum jatuh korban, saya sebagai pimpinan perlombaan menghitung dulu jumlah lap yang sudah diselesaikan dan sisanya, apalah sudah 2/3 dari total lap sebelum akhirnya saya mengibarkan bendera finish, itu dilakukan setelah berkonsultasi dengan juri lomba, jika balap tidak segera dihentikanm, akibat fatal akan terjadi karena sebagian sirkuit sudah tergenang air dan sangat membahayakan”, tegas Haris “Djinggo” Barata sang COC.

Ketegasan sang COC memang setegas nick name dari seorang Raja agung Blambangan banyuwangi Minak Djinggo, perawakan tinggi besar memang menjadi sosok sangar saat menjadi pimpinan perlombaan, Haris Barata nama asli sosok pecinta otomotif yang lahir di Ujung Banyuwangi Jawa Timur 55 tahun lalu yang masih tetap awet muda ini memang tidak diragukan lagi, setelah mendapat mandat penuh dari Bio Racing Organiser selalu penyelenggara MotorPrik Perto Rico kota mendoan Minggu kemaren, sang Djinggo membalasnya dengan penuh tanggung jawab, apalagi ditopang pengalaman sebagai pengurus IMI Jatim selama 4 periode (16 tahun lho) dan duduk sebagai anggota komisi Balap Motor PP IMI, membuat tugas ini dianggap sebagai tantangan tersendiri baginya.
Ketegasa lain adalah saat final MP1, dirinya lebih memilih kibarkan bendera kuning strip 3 merah saat dilintasan ada ceceran oli daripada mengibarkan bendera merah, itu juga salah satu ketegasan dan keputusan tepat sang pimpinan dan penguasa lintasan.
Kejadian-kejadian tersebut juga semoga bisa dipahami oleh insan pecinta otomotif agar yang belum faham jadi mafhum dan makin cinta otomotif secara utuh.
ketegasan Sang Raja Blambangan menitiskan pada sosok tinggi besar putra daerah saat dilintasan, mantap. Djinggo… Djinggo. Djinggo… Huuuh… !!!!!
penulis : Edi Batrawan | Photo : Team OZ




