

OtomotifZone.com – Sidoarjo. Pesatnya populasi sepeda motor Honda secara nasional saat ini, mendorong PT Astra Honda Motor (AMH) terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam layanan purna jual. Dalam hal ini kebutuhan layanan service kendaraan bermotor meningkat tajam.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, AHM bersama PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM), diler utama motor Honda wilayah Jawa Timur dan NTT terus berupaya mempersiapkan tenaga-tenaga handal dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Salah satunya melalui kerjasama yang telah dibina, yaitu pengembangan di bidang pendidikan yang dinamai Kurikulum Teknik Sepeda Motor (KTSM) Honda

“Program KTSM Honda telah dumulai sejak tahun 2009, dengan menyusun silabus khusus yang bisa diimplementasikan di tingkat SMK, dan dilanjutkan dengan sarana fisik berupa alat praktik dan laboratoium di sekolah,” jelas Handi Hariko, Senior Manager Technical Service & Training Dept. AHM seusai penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) KTSM Honda antara MPM Motor dengan 30 SMK di Jawa Timur di Training Center MPM, Gedangan, Sidoarjo, Selasa (9/12).
Menurut Handi Hariko, KTSM Honda yang dibentuk ini merupakan hasil kerja sama dan dukungan AHM bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, sebagai wujud kepedulian AHM dalam memajukan pendidikan di Tanah Air.
“Sampai akhir Oktober 2014, jumlah SMK KTSM Honda secara nasional sudah mencapai 259 sekolah. Dan ada 300 sekolah, dari 325 sekolah yang ditargetkan sampai akhir tahun ini sudah siap membentuk KTSM Honda. Dengan demikian untuk tahun depan target kita lebih ke sisi kualitas,” tambahnya.
Para lulusan SMK KTSM Honda tersebut, mendapat prioritas untuk bekerja di jaringan Astra Honda Authorized Service Station (AHASS)seluruh Indonesia. Selain itu, juga memiliki kemampuan untuk berwirausaha atau melanjutkan pendidikan.
Dalam kesempatan yang sama Presdir MPM, Suwito M menambahkan, “Minat sekolah-sekolah di Jatim untuk bekerja sama dengan Honda cukup tinggi. Tahun 2014 ini, kami telah melakukan kerja sama dengan 48 SMK baik negeri maupun swasta untuk KTSM Honda. 18 SMK diantaranya sudah melaksanakan penandatanganan MoU pada semester I lalu, dan 30 SMK sisanya melakukan MoU sekarang ini.”

“Namun, untuk bisa bekerjasama dengan AHM maupun MPM ada persyaratan yang harus dipenuhi pihak sekolah, terutama komitmen, serta ketersediaan tenaga pengajar,” imbuhnya.
48 SMK tersebut tersebar di Jatim, mulai Surabaya, Mojokerto, Pasuruan, Lamongan, Jombang, Malang, Batu, Probolinggo, Lumajang, Jember, Situbondo, Bojonegoro, Kediri, Nganjuk, Blitar, Trenggalek, Madiun, Magetan, Ngawi, Tulungagung, Ponorogo, Pacitan, Bangkalan, Pamekasan, sampai Sumenep.
Nantinya, 48 SMK yang bekerjasama dengan Honda, akan mendapat bantuan berupa buku, peralatan dan tools. Tidak hanya itu, Honda juga memberikan bantuan unit motor untuk praktik, pembinaan, serta kesempatan mengikuti kontes antar SMK. Bahkan kunjungan ke pabrik serta magang kerja terbuka lebar.

“Kami ingin dapat berpartisipasi mengantar generasi muda untuk mewujudkan mimpi mereka di dunia otomotif. Kami berharap dapat membekali mereka dengan keterampilan teknologi motor Honda. Ini demi masa depan generasi muda kita,” tutup Suwito.
Penulis: Hendra Sonie | Foto: HS
