Beranda blog Halaman 100

Cleosa Seri Satu : Adaptasi Kilat, Zidan Di No Limit Langsung Beri Gebrakan di Bebek Modif Open!

0

OtomotifZone.com – Semarang, Gebrakan luar biasa diperlihatkan oleh M. Zidane Alnesa Pratama dalam debut perdannya bersama No Limit Racing Team. Berlaga di seri pembuka Cleosa Series – GTX MX Championship 2026 yang berlangsung di Sirkuit Bantir, Bandungan, Jawa Tengah, Zidane langsung menunjukkan taringnya dengan hasil yang sangat memuaskan.

​Pada hari kedua kompetisi, Sabtu (4/4/2026), fokus tertuju pada kelas bergengsi Bebek 4T Modif Open 130cc (Moto 1). Mengandalkan motor hasil racikan tangan dingin mekanik MBKW2 Yogyakarta, Zidane tampil penuh percaya diri sejak bendera start dikibarkan.

​Dominasi di Lintasan Bandungan
​Adaptasi Zidane dengan tunggangan barunya tergolong sangat singkat namun efektif. Berdasarkan hasil resmi perlombaan, Zidane berhasil mengamankan posisi pertama setelah melahap 8 lap dengan total waktu 12:23.719.

Keunggulan Zidane tidak hanya terlihat dari posisinya, tetapi juga catatan Best Time yang fantastis, yakni 1:31.814. Angka ini sekaligus menjadikannya pembalap tercepat di lintasan.

​Modal Berharga untuk Musim 2026
​Keberhasilan ini disambut positif oleh manajemen tim. Setyoko Penceng, sosok di balik kemudi No Limit Racing Team, mengungkapkan rasa bangganya atas performa Zidane di sirkuit sepanjang 1 km tersebut.

​”Debut Zidane di tim ini langsung bikin kita bangga. Ada titik terang dan modal yang bagus dalam memulai seri balap 2026,” ujar Setyoko Penceng.

​Meski langsung meraih podium tertinggi, pihak tim tetap rendah hati dan menjadikan balapan perdana ini sebagai ajang pengumpulan data teknis. “Karena memang ini baru perdana tampil, kita usahakan semaksimal mungkin untuk mencari ilmu dan data untuk riset ke depannya,” tambahnya.

​Kemenangan ini menjadi sinyal kuat bagi rival-rival lainnya bahwa kolaborasi antara M. Zidane, No Limit Racing Team, dan performa mesin MBKW2 akan menjadi ancaman serius di sepanjang musim kompetisi 2026.

Belum 100 Persen, Marc Marquez Dapat Peringatan dari Mantan Rivalnya

0

OtomotifZone.com – Mantan rival Marc Marquez di MotoGP, Andrea Dovizioso, memberikan peringatan bahwa kondisi fisik juara dunia bertahan tersebut kemungkinan lebih serius dari yang terlihat saat ini.

Pembalap pabrikan Ducati Corse itu mengalami cedera bahu kompleks pada MotoGP Indonesia 2025 bulan Oktober lalu. Cedera tersebut memaksanya absen hingga akhir musim, sekaligus mengganggu persiapannya menghadapi musim 2026.

Memasuki tiga seri awal MotoGP 2026, Marquez masih belum tampil maksimal. Ia belum berhasil meraih podium grand prix, meskipun sudah mengoleksi satu kemenangan sprint race dan satu podium sprint. Dalam beberapa kesempatan, Marquez sendiri mengakui bahwa dirinya belum berada dalam kondisi 100 persen.

Bahkan saat MotoGP Amerika Serikat 2026, Marquez menyampaikan pernyataan yang cukup mengkhawatirkan.
“Motor memang kritis, tapi saya juga,” ujar Marquez, mengindikasikan bahwa kondisi fisiknya masih menjadi kendala utama.

Sementara itu, performa Ducati secara keseluruhan juga belum menunjukkan dominasi. Aprilia Racing justru berhasil memenangkan tiga grand prix pertama musim ini, membuat Ducati terlihat sedikit tertinggal dalam perebutan gelar.

Dalam wawancaranya dengan media Italia, Dovizioso menilai Marquez menghadapi tantangan fisik yang lebih berat dari yang terlihat publik.

“Marc bukan pembalap yang suka mengeluh dan tidak pernah mencari alasan. Karena itu, kondisi sebenarnya sering tidak terlihat. Tapi menurut saya situasinya jauh lebih serius dari yang terlihat,” ujar Dovizioso.

Dovizioso juga menilai bahwa cedera lama pada lengan kanan Marquez sejak 2020 masih memberikan dampak besar terhadap performanya saat ini. Bahkan, kecelakaan di Indonesia tahun lalu disebut berpotensi memperparah keterbatasan tersebut.

“Austin menjadi konfirmasi. Di sirkuit di mana dia biasanya bisa membuat perbedaan, dia tidak mampu melakukannya,” tambah Dovizioso.

Saat cedera bahu terjadi di Indonesia, tim medis memastikan bahwa cedera tersebut tidak memperparah masalah lama pada tulang humerus kanan Marquez yang dialaminya sejak 2020. Namun demikian, proses pemulihan tetap membutuhkan waktu dan kerja keras.

Beruntung, Marquez kini mendapatkan jeda balapan yang cukup panjang sebelum MotoGP Spanyol 2026 setelah MotoGP Qatar 2026 ditunda akibat konflik di Iran. Jeda ini menjadi kesempatan penting bagi Marquez untuk fokus pada pemulihan fisik.

Sebagai catatan, Dovizioso sendiri merupakan rival utama Marquez dalam perebutan gelar dunia antara 2017 hingga 2019, di mana ia tiga kali finis runner-up. Kini, pengalamannya melihat kondisi Marquez membuatnya yakin bahwa sang juara dunia masih membutuhkan waktu untuk kembali ke performa terbaiknya.

Jika pemulihan berjalan baik, Marquez tetap berpotensi kembali ke jalur perebutan gelar. Namun untuk saat ini, kondisi fisik masih menjadi tantangan terbesar bagi sang juara bertahan MotoGP 2026.

Kebangkitan Jorge Martin Bersama Aprilia, Manis Namun Sarat Drama

0

OtomotifZone.com – Kebangkitan performa Jorge Martin di musim MotoGP 2026 menjadi salah satu cerita paling menarik sekaligus membingungkan. Setelah menjalani musim debut penuh cedera bersama Aprilia Racing pada 2025, kini Martin justru tampil sebagai ancaman serius perebutan gelar juara dunia — di saat masa depannya bersama tim Italia tersebut hampir dipastikan berakhir.

Setelah tiga seri awal musim 2026, Martin menunjukkan kualitasnya sebagai pembalap papan atas. Finis keempat pada seri pembuka di Thailand menjadi awal yang menjanjikan. Kemudian, dua podium beruntun di MotoGP Brasil 2026 memperlihatkan progres signifikan yang bahkan datang lebih cepat dari perkiraan CEO Aprilia, Massimo Rivola.

Momentum terbaik Martin terjadi saat sprint race MotoGP Amerika Serikat 2026. Mengambil keputusan berani dengan menggunakan ban medium belakang — berbeda dari pembalap lain yang memilih ban soft — Martin berhasil meraih kemenangan pertamanya sejak sprint MotoGP Malaysia 2024. Keputusan tersebut mengingatkan pada strategi berisiko yang pernah ia lakukan di MotoGP Australia 2023, meski saat itu justru berakhir dengan kegagalan.

Namun kemenangan di COTA bukan hanya soal strategi. Kebangkitan Martin juga menunjukkan perkembangan mental yang signifikan setelah masa sulit pada 2025. Pada musim debutnya bersama Aprilia, Martin hanya tampil di tujuh seri karena dihantam cedera beruntun. Bahkan setelah kecelakaan di MotoGP Qatar 2025, kondisi fisiknya sempat memburuk hingga membuatnya meragukan masa depan karier balapnya.

Meski demikian, hubungan Martin dan Aprilia yang sempat memanas akibat klausul performa kontrak akhirnya berhasil diperbaiki. Aprilia tetap meminta Martin menghormati kontraknya, sementara Martin membalas dengan performa kompetitif sejak awal musim 2026.

Kini Martin berada hanya empat poin dari puncak klasemen menjelang MotoGP Spanyol 2026. Meski rekan setimnya, Marco Bezzecchi, memenangkan seluruh balapan utama sejauh ini, konsistensi Martin membuatnya tetap menjadi kandidat juara yang serius. Bahkan ia menjadi salah satu pembalap paling konsisten dengan selalu meraih poin di sprint dan balapan utama.

Situasi ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Massimo Rivola. Persaingan internal antara Bezzecchi dan Martin yang memiliki sejarah panas berpotensi memicu tensi tinggi di dalam tim. Namun Rivola menegaskan tidak akan ada team order selama kedua pembalap masih memiliki peluang juara.

“Dua pembalap bebas bertarung sampai peluang juara salah satunya tertutup. Yang terpenting adalah saling menghormati di lintasan,” tegas Rivola.

Ironisnya, kebangkitan Martin datang ketika masa depannya bersama Aprilia hampir tertutup. Laporan menyebut Martin berpotensi bergabung dengan Yamaha Factory Racing pada 2027. Di sisi lain, Aprilia juga dikabarkan mendekati juara dunia dua kali Francesco Bagnaia untuk memperkuat tim di masa depan.

Situasi ini membuat tantangan gelar Martin bersama Aprilia terasa manis sekaligus pahit. Jika ia mampu mempertahankan performa, Martin berpotensi membawa Aprilia bersaing dalam perebutan gelar dunia — sebelum akhirnya berpisah.

Meski demikian, satu hal yang jelas, kebangkitan Jorge Martin di MotoGP 2026 membuktikan kematangannya sebagai pembalap. Ia kembali menjadi ancaman nyata dalam perebutan gelar dunia, sekaligus membuka babak baru dalam perjalanan kariernya menuju tantangan berikutnya.

Ducati MX Team Indonesia Kompetitif di Round 1 Cleosa, Diva Ismayana Runner Up

0

OtomotifZone.com – Semarang. Ducati MX Team Indonesia menunjukkan performa kompetitif pada sesi kualifikasi Cleosa Series Championship 2026 Round 1 yang berlangsung di Sirkuit Bantir, kawasan Sumowono – Bandungan, Kabupaten Semarang, Sabtu (4/4/2026).

Dua pembalap andalan Ducati MX Team Indonesia, Diva Ismayana dan Hilman Maksum, berhasil mencatatkan hasil cukup menjanjikan untuk menghadapi race 1 dan race 2 yang akan digelar Minggu (5/4/2026). Keduanya menunjukkan progres positif dalam sesi kualifikasi yang berlangsung ketat sejak awal.

Rider asal Bali, Diva Ismayana tampil impresif dengan mencatatkan waktu terbaik 1 menit 28,199 detik. Catatan tersebut menempatkannya di posisi runner-up atau kedua tercepat. Hasil ini menjadi sinyal kuat bahwa Ducati MX Team Indonesia siap bersaing di barisan depan sejak seri pembuka musim 2026.

Meski demikian, Diva mengakui dirinya masih dalam tahap adaptasi setelah menjalani sekitar dua bulan masa pemulihan. Bahkan sebelum sesi kualifikasi, dirinya baru empat kali kembali menunggangi Ducati Desmo450 MX Factory miliknya, sehingga masih perlu menyesuaikan kembali feeling dan ritme balap.

“Jujur, setelah dua bulan recovery dari operasi bahu, saya masih butuh adaptasi. Saya juga baru beberapa kali naik motor sebelum kualifikasi, jadi harus membangun kembali feeling. Tapi saya cukup senang karena adaptasinya tidak memakan waktu lama dan saya bisa langsung menemukan ritme. Saya siap fight di race nanti,” ujar Diva.

Sementara itu, Hilman Maksum mencatatkan waktu 1 menit 30,258 detik yang menempatkannya di posisi ke-9. Pembalap asal Cilacap tersebut mengaku masih memiliki beberapa sektor yang perlu ditingkatkan, namun tetap optimis menghadapi balapan.

“Kualifikasi ini jadi bahan evaluasi buat saya. Ada beberapa bagian trek yang masih bisa saya improve, tapi saya cukup percaya diri untuk race. Targetnya tentu bisa memperbaiki posisi,” jelas Hilman.

Karakter teknis Sirkuit Bantir yang menuntut konsistensi menjadi tantangan tersendiri bagi para pembalap. Meski demikian, Ducati MX Team Indonesia mampu menunjukkan progres positif dalam adaptasi serta performa motor sepanjang sesi kualifikasi.

Johny Pranata selaku Team Manager menilai hasil ini menjadi modal awal yang cukup baik untuk menghadapi balapan.

“Secara keseluruhan kami melihat progres yang positif. Diva menunjukkan kecepatan yang kompetitif, sementara Hilman masih punya ruang untuk berkembang. Kualifikasi ini baru langkah awal, dan kami akan push lebih maksimal di race untuk mendapatkan hasil terbaik,” jelas Johny.

Dengan hasil kualifikasi tersebut, Ducati MX Team Indonesia memiliki modal kuat untuk menghadapi Round 1 Cleosa Series Championship 2026. Target hasil maksimal pun terbuka lebar bagi Diva Ismayana dan Hilman Maksum dalam perebutan podium pada race esok hari.

Comeback M. Athar Awali Rebut Juara Bebek Standar U-18th Seri 1 Cleosa Bantir

0

OtomotifZone.com – Penampilan comeback M. Athar langsung berbuah manis. Masa pemulihan yang dijalani pembalap muda tersebut tampaknya telah selesai, dan ia sukses menunjukkan performa terbaiknya pada Kratingdaeng Swallow Cleosa Seri 1 yang digelar di Sirkuit Bantir, kawasan Sumowono – Bandungan, pada 4-5 April 2025.

Turun pada hari Sabtu, Athar mengikuti beberapa kelas yang cukup kompetitif, diantaranya kelas MX Open Internasional serta Bebek Standar Pemula U-18 tahun. Namun perhatian tertuju pada kelas Bebek Standar Pemula U-18 tahun, di mana Athar tampil mengejutkan dengan strategi balapnya.

Balapan yang hanya berlangsung empat lap tersebut berlangsung ketat sejak awal. Pada dua lap pertama, Athar masih berada di posisi tengah dan belum menunjukkan tekanan berarti. Namun memasuki lap berikutnya, pergerakan cepat dan agresif dari pembalap muda tersebut mulai terlihat. Satu per satu rival berhasil dilewati hingga akhirnya Athar merengsek ke posisi terdepan.

Kecepatan dan konsistensinya mampu dipertahankan hingga garis finish. Comeback manis pun tercipta, Athar berhasil mengunci kemenangan dan merebut podium pertama di kelas Bebek Standar U-18 tahun.

Hasil ini tentu menjadi senyum lega bagi Athar setelah menjalani masa pemulihan cukup panjang. Kemenangan tersebut juga menjadi hadiah spesial untuk TRT91 yang menjadi tim barunya musim ini.

Comeback yang langsung berbuah kemenangan ini sekaligus menegaskan bahwa M. Athar masih menjadi salah satu pembalap muda yang patut diperhitungkan di musim balap 2025. Momentum positif di seri pembuka ini juga membuka peluang besar bagi Athar untuk kembali bersaing di papan atas pada seri-seri berikutnya.

Cuaca Berkabut, Athar Tetap Menang di Kelas FFA Umur 18 Cleosa Series Semarang

0

Otomotif-zone.com – Semarang. Cuaca berkabut yang menyelimuti lintasan tak menghalangi performa gemilang M Athar Algifari saat tampil di kelas FFA Usia 18 tahun dalam Cleosa Series 2026 Round 1. Bertarung di Sirkuit Bantir, Athar sukses meraih finish terbaik meski kabut tebal mengepung lintasan di kawasan Sumowono, Bandungan, Kabupaten Semarang.

Musim 2026 ini, Athar yang membela TRT91 langsung memasang target tinggi. Fokus utamanya adalah meraih kemenangan, dan pembalap muda asal Jawa Barat tersebut mampu menjawab tantangan dengan performa agresif sejak awal lomba. Dijuluki sebagai bocah ajaib, Athar terlihat konsisten melakukan push maksimal di kelas Usia 18 tahun meskipun kondisi lintasan cukup tricky akibat kabut.

Tak hanya itu, sebelumnya Athar juga tampil impresif di kelas Bebek Standar Usia 18 tahun dengan hasil yang sama, yakni kemenangan. Hasil ini sekaligus menegaskan dominasi Athar di dua kelas berbeda pada seri pembuka Cleosa Series 2026.

“Alhamdulillah Athar hari ini bisa kerja keras, bisa kerja bareng sama tim baru TRT91, dan akhirnya bisa menang di dua kelas Usia 18 tahun,” ucap Athar usai balapan.

Hasil manis ini menjadi sinyal kuat bahwa Athar dan tim TRT91 siap menjadi ancaman serius di seri-seri berikutnya. Dengan performa stabil serta adaptasi cepat bersama tim baru, peluang Athar untuk bersaing di papan atas musim 2026 semakin terbuka lebar.

Siap Bikin Gebrakan! Zidane Alnesa Resmi Debut Bersama No Limit Racing Team di Cleosa Series 2026 Seri Pertama

0
Zidane Alnesa Resmi Debut Bersama No Limit Racing Team
Photo Credit: Crew No Limit RT

OtomotifZone.com — Bandungan. Peta persaingan balap tanah air kembali memanas di musim 2026. Salah satu bintang balap papan atas Indonesia, Mohammad Zidane Alnesa, resmi memulai debut perdananya bersama skuad anyar, No Limit Racing Team yang dikomandoi Yuyun Setyoko.

Momen bersejarah ini tertangkap kamera di seri pertama ajang bergengsi Cleosa Series 2026 yang berlangsung di Sirkuit Bandungan. Berada di area paddock, pembalap yang identik dengan nomor punggung #4 tersebut nampak sangat percaya diri dan menebar senyum ceria sembari mengenakan jersey tim barunya yang segar.

​Tidak tanggung-tanggung, No Limit Racing Team membekali Zidane dengan deretan mesin tempur hasil garapan mekanik-mekanik jempolan. Untuk kategori 2-tak, Zidane akan menunggangi Ninja Trail hasil racikan tangan dingin Setyoko PRK yang dikenal sangat presisi. Menariknya, tim juga memboyong unit Special Engine dari pabrikan Ducati untuk memperkuat barisan mesin mereka.

​Dominasi berlanjut di kelas 4-tak. No Limit menggandeng MBKW2 Yogyakarta untuk mengawal unit Bebek Modif 130cc dan CRF 155cc. Namun, yang paling mencuri perhatian para rival adalah kemunculan CBR 250cc terbaru. Motor sport yang dikonversi untuk lintasan tanah ini diprediksi akan menjadi “momok” dan ancaman serius yang tidak bisa dipandang sebelah mata sepanjang seri musim ini.

​Meski tampil dengan persiapan yang sangat matang, manajemen tim tetap menunjukkan sikap rendah hati. Panji Hermanto, selaku Manager No Limit Racing Team, menegaskan bahwa keikutsertaan mereka kali ini adalah langkah awal untuk beradaptasi di disiplin Grasstrack dan Motocross.

​”Perdana ini kita tampil di event Grasstrack/Motocross yang pertama, sekaligus sebagai sarana belajar bagi kami. Semoga saja hasil di Clesoa memuaskan dan bisa memberikan yang terbaik untuk tim No Limit Racing Team,” ujar Panji saat ditemui di sela-sela persiapan balap.

​Hadirnya Zidane Alnesa dengan dukungan motor-motor garapan mekanik elit tentu menempatkan No Limit Racing Team sebagai salah satu tim yang paling diwaspadai di Cleosa Series tahun ini. Apakah debut Zidane akan langsung berbuah podium tertinggi? Kita nantikan aksi balapnya di lintasan!

King 23 Malang Kembali dari Vakum, Bawa Formasi Solid untuk Musim 2026

0

OtomotifZone.com – Jakarta, Dunia balap nasional kembali kedatangan kekuatan lama yang siap mengguncang lintasan. King 23 Malang resmi mengumumkan kesiapan mereka untuk kembali bertarung di musim balap 2026. Tim yang sempat vakum dari persaingan nasional ini kini hadir dengan skema menyerang yang terbilang cukup serius dan penuh ambisi.

Nama King 23 sendiri bukanlah nama baru di kancah balap nasional. Tim asal Malang ini sebelumnya dikenal sebagai tim dengan komposisi pebalap yang kuat dan strategi balap yang agresif. Setelah sempat menghilang dari lintasan, kini King 23 kembali dengan formasi yang lebih matang dan penuh kejutan untuk menghadapi persaingan musim 2026.

Untuk Kejurnas Motoprix dan Superprix 2026, King 23 Malang menyiapkan empat pebalap utama yakni Aditiya Fauzi, Agus Setiawan, Atorix, serta M. Afin. Keempat nama tersebut diyakini mampu membawa King 23 kembali bersaing di papan depan. Dengan kombinasi pebalap muda dan pengalaman, tim ini menargetkan hasil maksimal di setiap putaran yang akan diikuti.

” Tahun 2026 kita ada Aditiya Fauzi, Agus Setiawan, Atorix dan M. Afin untuk turun di Kejurnas Motoprix dan Superprix. Kita juga akan tarung di beberapa event lain seperti Kejurda yang akan menurunkan Sulung Giwa, Rekzy Kepo, Tedy Permana dan saya yang main di Ex Rider, ” ujar Martin Cp selaku penanggung jawab tim.

Tak hanya fokus di ajang nasional, King 23 juga memperluas jangkauan kompetisi mereka dengan mengikuti sejumlah Kejurda di berbagai daerah. Pada ajang tersebut, tim akan diperkuat oleh Sulung Giwa, Rekzy Kepo, Tedy Permana, serta Martin Cp sendiri yang akan turun di kelas Ex Rider.

Menariknya, formasi ini disebut sebagai skema tetap untuk musim 2026. Namun untuk Aditiya Fauzi, keikutsertaannya bersama King 23 akan menyesuaikan dengan jadwal balap internasional yang tengah dijalaninya di level Asia. Meski demikian, kehadiran Adit tetap menjadi salah satu kekuatan utama tim asal Malang tersebut.

Dengan komposisi pebalap yang solid serta strategi menyerang yang telah disiapkan, King 23 Malang dipastikan menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan di musim balap 2026. Kembalinya tim ini tentu akan menambah panas persaingan sekaligus membuat atmosfer balap nasional semakin menarik untuk disaksikan.

Kembali dari Masa Off, Aben Racing Siapkan Formasi Lebih Garang di 2026

0

OtomotifZone.com – Jakarta, Setelah sempat memutuskan untuk off dari dunia balap, Aben Racing akhirnya memastikan diri kembali mengaspal pada musim balap 2026. Kembalinya tim ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa Aben Racing datang dengan persiapan yang lebih matang serta formasi yang disebut lebih garang dibandingkan musim sebelumnya.

Langkah comeback Aben Racing tentu menjadi kabar menarik di tengah semakin kompetitifnya persaingan balap motor nasional. Tim yang sebelumnya dikenal cukup konsisten di berbagai kejuaraan ini berkomitmen untuk tampil maksimal dengan menyasar beberapa event bergengsi di kalender balap Indonesia tahun ini.

Manajer tim Aben Racing, Aris Atolo, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan program balap yang cukup padat untuk musim 2026. Dua ajang besar dipastikan menjadi fokus utama tim untuk menunjukkan performa terbaik mereka.

“Tahun ini kita akan main Kejurnas Motoprix dan Event Java Cup Prix. Yang mana untuk nama pebalap kita akan umumkan secepatnya. Yang pasti Kejurnas kita akan mainkan 2 pebalap expert dan untuk Java Cup Prix kita akan mainkan satu pebalap open,” ujar Aris Atolo, manajer tim Aben Racing.

Meski belum mengumumkan nama pebalap secara resmi, komposisi dua pebalap di kelas expert untuk Kejurnas Motoprix menunjukkan keseriusan Aben Racing dalam berburu hasil maksimal. Sementara satu pebalap di kelas open pada Java Cup Prix juga diprediksi akan menjadi kekuatan baru yang siap memberikan kejutan.

Dengan pengalaman sebelumnya serta persiapan yang lebih matang, Aben Racing diyakini akan menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan pada musim balap 2026. Publik pun kini menantikan siapa saja pebalap yang akan mengisi skuad tim tersebut dan bagaimana performa mereka saat kembali meramaikan lintasan balap nasional.

Istimewa! Sebuah Catatan Sejarah, Fritz Yohanes Dapat Dukungan 100%! Calon Tunggal Ketua IMI Jateng

0

OtomotifZone.com – Semarang. Perjalanan bakal calon Ketua Umum Pengprov IMI Jateng periode 2026-2030 telah resmi di tutup hari ini tepatnya 2 April 2026. Bursa nama yang berada di list hanya muncul satu nama yaitu Frits Yohanes, tak lain ketua umum Pengprov IMI Jateng sebelumnya.

Sosok yang mempunyai semboyan “Hobi Di Gagas, Prestasi Di Gas!” ini mendapat dukungan dari berbagai pihak sejak awal untuk melanjutkan program kerjanya yang sudah berjalan. Suntikan semangat dan dukungan dari klub-klub otomotif Jawa Tengah tentu menjadi kekuatan tersendiri untuk memimpin organisasi otomotif ini kedepannya.

Data dukungan ada 26 Klub dari 28 Klub yang tercatat sebelum penutupan pendaftaran siang tadi. Namun sebuah moment tak terduga di menit akhir. Akhirnya dukungan untuk Frits Yohanes full 100%! Tanpa ada negosiasi alot seluruh suara dari klub otomotif ini sepakat untuk mempercayakan Frits Yohanes memimpin IMI Jateng kembali.

“Alhamdulillah, puji Tuhan saya bisa kembali mengemban amanah untuk empat tahun ke depan. Terima kasih kepada seluruh jajaran Pengprov IMI Jateng dan klub-klub yang sudah solid mendukung. Semoga ke depan IMI Jateng bisa semakin maju dalam berbagai aspek,” ujarnya.

Seperti yang di informasikan oleh Lilik Kusnandar, walau sudah pasti menjadi calon tunggal, tetap ada tahapan sesuai aturan di Ikatan Motor Indonesia yaitu verifikasi administrasi oleh tim penjaringan, pemeriksaan kelengkapan persyaratan calon, Pembahasan dalam forum pleno Musyawarah Provinsi atau Musprov.

Berdasarkan satu kandidat, maka keputusan akan diambil secara aklamasi. Dan pengukuhan Ketua Umum IMI Jateng nanti akan dilakukan dalam Musprov yang dijadwalkan berlangsung pada 11–12 April 2026. Frits Yohanes siap melanjutkan masa baktinya untuk periode kedua yaitu 2026–2030.

Selamat untuk Frits Yohanes atas kerja kerasnya  membawa IMI Jateng selama ini. Tugas kembali bersambung di periode kedua guna melanjutkan misi yang belum tercapai.