Beranda blog Halaman 14

Alex Marquez Masih Terbatas Fisik Usai Libur Musim Panas MotoGP 2026

0

OtomotifZone.com – Silverstone,  Pebalap Gresini Racing, Alex Marquez, mengakui kondisi fisiknya masih belum sepenuhnya pulih setelah menjalani jeda musim panas MotoGP 2026. Cedera yang dialaminya akibat kecelakaan besar di MotoGP Catalunya pada Mei lalu masih memberikan dampak hingga gelaran MotoGP Inggris di Sirkuit Silverstone.

Alex Marquez mengalami kecelakaan hebat yang membuatnya mengalami sejumlah cedera, termasuk patah tulang belakang. Pebalap asal Spanyol tersebut kemudian kembali berkompetisi pada MotoGP Belanda di akhir Juni.

Setelah menjalani jeda musim panas selama sekitar empat pekan, Alex berharap kondisinya sudah jauh lebih baik. Namun, pada sesi latihan MotoGP Inggris, Jumat (7/8/2026), ia kembali merasakan keterbatasan fisik.

Alex mengakhiri sesi Practice di posisi ketujuh. Ia mengaku kehilangan banyak tenaga ketika sesi berlangsung selama satu jam.

“Saya tidak mencoba terlalu banyak hal. Sore ini, bagi saya satu jam terasa terlalu lama. Saya tiba di akhir sesi dalam kondisi sedikit berada di batas kemampuan fisik. Saya terlalu lelah pada sore hari,” ujar Alex Marquez.

Menurutnya, kondisi fisik tersebut turut memengaruhi proses mencari setelan motor dan menentukan strategi penggunaan ban. Ia juga menilai persaingan di Silverstone cukup ketat, terutama dengan performa para pebalap Aprilia.

“Memang saya banyak fokus dengan ban belakang medium. Semua orang mencoba medium kemudian soft, atau sebaliknya. Saya tiba di titik itu tanpa banyak informasi dan tidak tahu di mana harus lebih agresif atau tidak,” jelasnya.

Meski demikian, Alex menilai performa motornya masih cukup kompetitif. Ia bahkan melihat kecepatan balap Gresini Racing tidak terlalu jauh dari Aprilia yang tampil kuat di Silverstone.

Alfi Husni Atasi Angin, Juara Race 1 UB150 ARRC Mandalika 2026

0

OtomotifZone.com – Lombok. Kelas paling di tunggu para pemerhari mesin bebek di LFN FIM Asia Road Racing Championship atau Seri 4 ARRC 2026 siang ini (8/8). Setelah sesi superpole UB150 perjalanan mereka gas ke Race 1. Pastilah semua paham apa yang terjadi di lap-lap awal..Santai Kencang..

8 Lap sekitar 90% nya tidak bisa menebak. Alfi Husni dari team Ziear meski start terdepan memilih santai aman. Tapi syarat tetep di 10 besar agar tak terlalu lama di belakang membelah rombongan. 20 pembalap bergerombol bagai kawanan burung. Pokoknya burung jangan burung yang aneh-aneh..

Catatan khusus untuk AKbar Abud bersama team SAE. Beberapa kali memimpin lap. Aksi perdananya di Asia Road Racing Championship dengan back up mesin dari The Strokes55 juga cukup memberikan gebrakan. Dan tiba-tiba saja sudah sampai di lap akhir, beberapa insiden malah melibatkan pembalap Indonesia. Seperti crash Syirat Sauqi dan Dimas Juliatmoko. Lalu Silmy Helsinsky.

Alfi Husni Zainul bisa melepaskan diri di tikungan parabolik jelang finish. Itu kuncian utama sebelum gas di R terakhir. Finish tanpa tempelan lawan memudahkan Alfi meraih juara di Race 1. “Alhamdulillah terimakasih seluruh team dan keluarga. Strategi kami lancar di lap terakhir. Semoga besik mendapat hasil yang sama,” ucap Alfi.

Canter Teruji Gunakan Biodiesel B50, Mitsubishi Fuso dan Kementerian ESDM Perkuat Keyakinan Pelaku Usaha di GIIAS 2026

0

OtomotifZone.com – Jakarta, Implementasi biodiesel B50 di Indonesia terus mendapat perhatian dari berbagai pihak, khususnya industri kendaraan niaga dan pelaku usaha transportasi. Di ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), distributor resmi kendaraan niaga Mitsubishi Fuso di Indonesia, bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar forum diskusi bertajuk “Bedah Roadmap Implementasi B50: Regulasi hingga Dampak pada Industri Otomotif Indonesia”, Jumat (7/8/2026).

Forum tersebut menjadi wadah bagi regulator, produsen kendaraan niaga, pelaku usaha transportasi, komunitas, hingga asosiasi logistik untuk membahas kesiapan implementasi biodiesel B50. Pembahasan mencakup aspek regulasi, kesiapan teknologi kendaraan, hingga dampaknya terhadap operasional bisnis.

Pemerintah melalui Kementerian ESDM menegaskan bahwa implementasi Bahan Bakar Nabati (BBN) berbasis kelapa sawit dengan kandungan biodiesel hingga 50 persen atau B50 merupakan salah satu langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Indonesia bahkan menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan campuran biodiesel hingga 50 persen untuk sektor transportasi. Sebelum diterapkan, formulasi B50 telah melalui berbagai tahapan pengujian teknis bersama para pemangku kepentingan, termasuk produsen kendaraan niaga.

“Motivasi utama dari perjalanan panjang implementasi B50 adalah mewujudkan ketahanan energi agar Indonesia dapat semakin mandiri. Formulasi B50 tidak ditetapkan secara instan, tetapi melalui proses panjang sejak implementasi B25 hingga berbagai tahapan pengujian, termasuk uji jalan sejauh 40.000 kilometer pada kendaraan niaga di atas 3,5 ton,” ujar Cahyo Setyo Wibowo, Koordinator Pokja Pengujian Hilir Migas Kementerian ESDM.

Menurut Cahyo, setelah rangkaian pengujian selesai, berbagai komponen kendaraan seperti mesin, fuel line, hingga fuel filter dianalisis bersama para ahli teknis dari masing-masing pabrikan.

“Peningkatan kandungan biodiesel juga selalu diiringi dengan peningkatan kualitas B100 (FAME) serta pengawasan mutu bahan bakar di lapangan,” tambahnya.

Canter Lalui Uji Jalan 40.000 Kilometer

Sebagai salah satu produsen kendaraan niaga yang ikut berpartisipasi dalam rangkaian pengujian B50 pemerintah, Mitsubishi Fuso memastikan kesiapan produknya untuk menghadapi era penggunaan biodiesel dengan kandungan lebih tinggi tersebut.

Mitsubishi Fuso Canter disebut telah berhasil melewati rangkaian uji jalan biodiesel B50 sejauh 40.000 kilometer yang diselenggarakan pemerintah.

Hasil pengujian menunjukkan kendaraan tetap mampu mempertahankan performa optimal, dengan sistem mesin dan bahan bakar bekerja sesuai standar operasional.

“Mitsubishi Fuso Canter telah berhasil melewati rangkaian uji jalan biodiesel B50 yang diselenggarakan oleh pemerintah sejauh 40.000 kilometer. Hasil pengujian menunjukkan Canter tetap memberikan performa optimal, dengan sistem mesin dan bahan bakar bekerja sesuai standar operasional,” ujar Aji Jaya, Sales & Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors.

Menurut Aji, hasil tersebut menjadi bukti bahwa Mitsubishi Fuso Canter telah teruji menggunakan biodiesel B50. Namun, ia tetap mengingatkan konsumen untuk memperhatikan perawatan kendaraan secara berkala.

“Kami juga mengimbau seluruh konsumen untuk melakukan pemeriksaan dan perawatan kendaraan secara berkala di jaringan bengkel resmi Mitsubishi Fuso. Langkah preventif ini penting untuk menjaga performa kendaraan tetap optimal, sehingga operasional bisnis pelanggan dapat terus berjalan dengan andal sesuai komitmen kami dalam menghadirkan layanan Zero Down Time,” jelasnya.

Tak hanya Canter, kesiapan Mitsubishi Fuso juga didukung jajaran produk Canter dan Fighter X yang telah mengadopsi teknologi Euro 4 sejak 2022.

KTB juga memiliki dukungan jaringan 223 dealer Mitsubishi Fuso yang tersebar di seluruh Indonesia, serta layanan purnajual dan edukasi preventive maintenance bagi mekanik maupun konsumen.

“Komitmen tersebut juga kami wujudkan melalui kesiapan seluruh lini produk Canter dan Fighter X yang telah mengadopsi teknologi Euro 4 sejak 2022, didukung jaringan 223 dealer di seluruh Indonesia, layanan purna jual yang komprehensif, serta edukasi preventive maintenance bagi mekanik dan konsumen,” tambah Aji.

Seluruh langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Mitsubishi Fuso dalam menjaga produktivitas pelanggan melalui konsep Zero Down Time, terutama bagi sektor usaha yang sangat bergantung terhadap ketersediaan armada.

Pelaku Usaha: B50 Tidak Ganggu Produktivitas

Kesiapan regulator dan produsen kendaraan juga mendapat respons positif dari pelaku usaha transportasi yang telah menggunakan biodiesel B50 pada armadanya.

Salah satunya PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk yang mengoperasikan lebih dari 2.000 unit armada untuk melayani berbagai rute di Jabodetabek, Jawa, Sumatera hingga Sulawesi.

Direktur Utama PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk, Ronny Senjaya, mengatakan sebagian besar armadanya telah menggunakan B50, termasuk kendaraan Mitsubishi Fuso.

“Sebagai perusahaan angkutan darat yang mengoperasikan lebih dari 2.000 unit armada untuk melayani rute Jabodetabek, Jawa, Sumatera hingga Sulawesi, kami telah menggunakan B50 pada sebagian besar armada, termasuk Mitsubishi Fuso,” ujar Ronny.

Ia menambahkan, selama proses transisi penggunaan B50, pihaknya tidak menemukan kendala signifikan terhadap performa mesin.

“Dukungan edukasi dan pelatihan preventive maintenance dari ATPM menjadi faktor penting sehingga operasional armada kami tetap berjalan lancar dan produktif,” tambahnya.

Kolaborasi Jadi Kunci Implementasi B50

Melalui forum diskusi di GIIAS 2026 ini, Mitsubishi Fuso dan Kementerian ESDM menegaskan pentingnya kolaborasi antara regulator, produsen kendaraan, serta pelaku usaha untuk memastikan implementasi biodiesel B50 dapat berjalan secara aman, efektif, dan berkelanjutan.

Kesiapan teknologi kendaraan, kualitas bahan bakar, perawatan berkala, serta pemahaman pengguna menjadi sejumlah faktor penting dalam menjaga performa kendaraan sekaligus memastikan produktivitas bisnis tetap berjalan.

Implementasi B50 diharapkan tidak hanya mendukung terciptanya ekosistem transportasi yang lebih efisien, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat ketahanan energi nasional.

Sementara itu, selama penyelenggaraan GIIAS 2026, pengunjung dapat melihat langsung jajaran kendaraan niaga Mitsubishi Fuso di Hall 1A, Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City.

Di booth tersebut, pengunjung juga dapat mengenal berbagai inovasi layanan purnajual Mitsubishi Fuso yang mendukung konsep Zero Down Time, sekaligus melihat kesiapan teknis Mitsubishi Fuso Canter dalam menghadapi penggunaan biodiesel B50.

Beda dari Tahun Lalu, KEMAGI Jadi Motor Penyelenggaraan ADS Sumatera Barat 2026

0

OtomotifZone.com – Padang,  Gelaran Andalas Drag Series (ADS) Sumatera Barat 2026 dipastikan segera berlangsung. Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, event drag race dan Drag Bike bergengsi tersebut akan digelar pada 26–27 September 2026 mendatang.

Ada hal berbeda dalam penyelenggaraan ADS Sumatera Barat tahun ini. Jika pada pelaksanaan sebelumnya ditangani oleh pihak berbeda, untuk musim 2026, KEMAGI dipercaya menjadi penanggung jawab penyelenggaraan event ADS Sumatera Barat.

Kepercayaan tersebut diberikan langsung oleh Irwan Afriadi selaku pemilik klub penyelenggara KEMAGI. Rifqi Alhadi, atau yang akrab disapa Paklek, dipercaya untuk ikut menggarap dan memastikan pelaksanaan ADS Sumatera Barat 2026 berjalan maksimal.

Menurut Paklek, kepercayaan yang diberikan kepada KEMAGI menjadi sebuah tanggung jawab besar. Karena itu, pihaknya berkomitmen menghadirkan penyelenggaraan yang lebih baik sekaligus menjaga standar serta kepercayaan dari manajemen ADS.

“Untuk tahun ini kita (KEMAGI) dan saya dipercaya oleh Irwan Afriadi selaku pemilik klub penyelenggara KEMAGI untuk menggarap event ADS Sumatera Barat 2026. Kita dari KEMAGI akan memaksimalkan event ADS Sumatera Barat 2026 lebih baik dan menjaga kepercayaan dari manajemen ADS,” ujar Rifqi Alhadi atau biasa disapa Paklek kepada tim redaksi.

Dengan persiapan yang mulai dilakukan, ADS Sumatera Barat 2026 diharapkan kembali menjadi salah satu magnet bagi para pebalap dan tim drag race dari berbagai daerah di Sumatera maupun luar Sumatera.

Selain menjadi ajang persaingan di lintasan, kehadiran ADS Sumatera Barat juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap geliat olahraga otomotif serta industri pendukungnya di wilayah Sumatera Barat.

ADS Sumatera Barat 2026, siap kembali menggebrak lintasan pada 26–27 September mendatang.

Hafizh Syahrin Terlalu Strong Di QTT ASB1000 ARRC Mandalika 2026

0

OtomotifZone.com – Lombok. Kualifiksi ASB1000 LFN FIM Asia Road Racing Championship atau Seri 4 ARRC 2026 siang ini (8/8) sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat sebenarnya bisa terbaca siapakah yang akan mendominasi sesi ini nantinya. Hafizh Syahrin Abdullah masih menjadi yang terbaik.

Pembalap JDT Ducati ini unggul cukup aman meski tak ada satu detik di depan Keito Abe. Sementara satu-satunya andalan Indonesia yaitu M Adenanta harus berjuang dari luar lima besar. Senemarnya Hafiz ingin mengejar waktu rekor lap kualifikasi 2023 yang di cetak Markus Retierberger. Sayang, sangat-sangat sulit…

Alfi Husni Teken Superpole UB150 ARRC Mandalika 2026

0

OtomotifZone.com – Lombok. Sesi Superpole 10 pembalap terbaik hasil Q2 masuk adu cepat penentu akhir grid start di LFN FIM Asia Road Racing Championship atau Seri 4 ARRC 2026 siang ini (8/8). Ada tujuh pembalap tanah air yang masuk Superpole.

Alfi Husni bisa atur arah angin….

Alfi Husni bersama team Ziear berhasil mencatat waktu terbaik di sesi lepas satu-satu ini. Mesin racikan Bima Aditya – The Strokes 55 Solo tersebut bisa memacu moment terbaik. “Alhamdulillah bisa keluar sebagai yang tercepat. Angin cukup kencang tapi Alfi bisa mencari area untuk membelah angin,” ucap pemilik nomor 143 ini..

QTT SS600 ARRC Mandalika 2026, Kasma Terdepan Di Ikuti Ketat Herjun Dan Wahyu

0

OtomotifZone.com – Lombok. Qualifying SS600 LFN FIM Asia Road Racing Championship atau Seri 4 ARRC 2026 siang ini (8/8) dua pembalap tanah air berbeda bendera team sejak menit awal menguasai sesi. Silih berganti antara Wahyu Nugroho yang membela Yamaha Racing Indonesia dan Herjun Firdaus yang mengibarkan Astra Honda Racing Team.

25 menit waktu yang di berikan untuk mengambil waktu sebagai penentu di garis start. Sayang, Waktu mereka di teku Kasma Daniel di menit akhir. Berikut hasil kualifikasinya..

Perbaikan Waktu QTT AP250 ARRC Mandalika 2026, Dua Rider Masih Menjadi Momok

0

OtomotifZone.com – Lombok. Qualifying AP250 LFN FIM Asia Road Racing Championship – ARRC siang ini (8/8) merujuk hasil kurang kencang pada Practice 3. Tujuh pembalap Indonesia bercokol di 10 besar. Tampaknya Hiroki Ono dan Krittapat Keankum masih menjadi momok bagi pembalap Indonesia.

Berikut hasil Kualifikasinya

Dimas Juliatmoko Tercepat Q2 UB150 ARRC Mandalika 2026, Menunggu Aksi Di Superpole

0

OtomotifZone.com – Lombok. Hari pertama sesi Practice 1 dan Practice 2 UB150 LFN FIM Asia Road Racing Championship – ARRC selesai di kerjakan siang ini (7/8). 27 pembalap mengambil sesi ini untuk menentukan set-up. Tapi rasa kali ini bagaikan mengintip waktu. Ada kejutan para wildcard saat sesi-sesi ini. Seperti ketika Elsan Ilham yang membela Ziear bisa memimpin waktu jalannya practice. Ada juga Akbar Abud bersama SAE ada di posisi kedua.

Menuju detik-detik race kita melewati sesi Q1 dan Q2. Dominasi Bebek tetap ada pada pembalap tanah air. Ambil jalan pintas di Q2 sosok 7 pembalap merah putih ada di 10 besar. Berikut hasil Q2 sebelum menuju Superpole

Ada Janji Dari Wahyu Nugroho Di Seri ARRC Mandalika 2026

0

OtomotifZone.com – Lombok. Round 4 LFN FIM Asia Road Racing Championship – ARRC sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat, Indonesia 7-9 Agustus 2026 adalah momentum penting bagi pembalap kita. Salah satu yang menonjol di antara mereka adalah Wahyu Nugroho dari Yamaha Racing Indonesia, yang tengah bersiap menghadapi akhir pekan krusial di kategori SS600.

Saat ini berada di peringkat ke-6 klasemen kejuaraan secara keseluruhan, Wahyu bertekad memanfaatkan keunggulan sebagai tuan rumah untuk meraih kemenangan perdana yang telah lama dinanti di musim ketiganya yang penuh tantangan di kelas ini.

“Perjalanan saya di kelas ini memang sangat panjang. Meraih kemenangan pertama adalah sesuatu yang terus saya perjuangkan tanpa henti. Kembali ke tanah air memberi saya motivasi ekstra, dan saya akan mengerahkan segalanya untuk akhirnya mencapai terobosan tersebut.”

Sirkuit Mandalika menyimpan kenangan yang mendalam bagi pembalap asal Indonesia ini. Pada Putaran ke-4 musim lalu, ia menunjukkan kecepatan luar biasa, yang pada akhirnya membawanya meraih posisi pole yang solid. Mereplikasi kecepatan tersebut tahun ini tentu memiliki tantangan teknis tersendiri.

“Tahun lalu, semuanya berjalan dengan sempurna. Saya memiliki setelan dan timing yang ideal. Musim ini menghadirkan beberapa tantangan tak terduga terkait perilaku motor yang masih kami upayakan untuk dipahami sepenuhnya. Namun, saya dan tim yang berdedikasi ini bekerja tanpa lelah untuk mengatasi masalah-masalah ini, dan saya yakin kami bisa menemukan kecepatan yang kuat itu kembali.”

Ia tiba dengan momentum baru, setelah baru-baru ini meraih kemenangan di Balapan 1 pada Mandalika Racing Series di kelas 600cc. “Saya sangat bersyukur atas hasil di MRS beberapa minggu lalu. Itu adalah akhir pekan yang tak terlupakan. Berdiri di anak tangga teratas podium di sini memberi saya dorongan besar, dan saya memanfaatkan energi positif itu sebagai amunisi untuk akhir pekan ARRC yang akan datang.”

Kelas SS600 tetap sangat kompetitif, dengan pembalap seperti Kasma, Herjun, dan rekan setimnya Faerozi yang secara konsisten memacu kecepatan. Wahyu menyatakan, “Grid dipenuhi oleh pembalap-pembalap yang sangat cepat. Alih-alih teralihkan, fokus saya tetap sepenuhnya pada performa saya sendiri. Saya berkonsentrasi untuk meningkatkan batas kemampuan saya sendiri.”

Ketika ditanya mengenai tekanan balapan di hadapan para penggemar tuan rumah yang penuh harapan, Wahyu mengatakan, “Di mana pun kami balapan, saya menjaga pola pikir saya tetap konsisten. Saya memfokuskan energi saya pada persiapan diri, tim, keluarga, dan memanfaatkan semua dukungan positif di sekitar saya. Penonton tuan rumah sangat luar biasa, dan saya memilih untuk menyalurkan energi itu menjadi fokus, bukan membiarkannya menjadi tekanan.”