Beranda blog Halaman 162

Di luar Dugaan, Chessy Melandri Rengkuh Juara Race 1 Bebek 4T 150cc TU Novice Grand Final Motoprix Mijen

0

OtomotifZone.com – Semarang. Ada empat kelas yang tayang di hari pertama. Salah satunya kelas ini. Kelas Bebek 4T TU Novice Grand Final Motorprix sirkuit Mijen, Semarang 15 November 2025 ada cukup banyak pembalap di grid start. Kelas pembalap di jenjang pertengahan ini skillnya sedikit seperti expert.

Bagaimana persaingan kelas ini? Tidak ada yang namanya santai, lengah dikit sikat. Pembalap serba di tuntut sempurna bila ingin terus di depan. Hanya contact body dan out ke line luar yang bisa menggagalkan rencana. Itulah yang terjadi pada Danadiaksa Widya Pangestu. Rider yang aslinya masih di kelas Rookie malah bisa obrak-abrik kelas Novice. Anak dari Widya Krida GDT Jogja ini memimpin jalannya race.

Sayang pembalap Yamaha Aditama ini tersungkur di putar balik bawah tebing. Dimanfaatkan lah rider-rider yang sudah menunggu moment ini. Ada Rezky YH, Chessy Melandri dan beberapa pembalap lain yang menempel ketat di posisi lima besar.

Lap final Chessy Melandri sanggup menutup pergerakan Rezky YH, begitu juga M. Diandra yang berjuang dari urutan 10 besar. Chessy berhasil finish terdepan lewat strategi akhir. Pembalap Faenzo28 ini berdiri di podium tertinggi di ikuti Rezky, dan Diandra.

Mesin garapan Taka Nuryadinata dari bengkel BK Racing Jogjakarta ini juga di bantu riset knalpot dari Pekajaman Muffler terus menggema hasilnya.

Quick Shifter MBRTech, Senjata Senyap di Balik Podium Juara Bebek 4t 150cc STD Begineer Di Motoprix 2025

0
Quick Shifter MBRTech

Setiap motor juara selalu punya cerita. Di balik performa kencang dan konsisten, ada peran komponen yang bekerja tanpa henti untuk menjaga akselerasi tetap maksimal. Begitu pula di kelas Bebek 4T STD 150cc Beginner pada gelaran Grand Final Motoprix 2025 yang berlangsung di Sirkuit Mijen, Semarang.

Pada race ini, tiga pembalap teratas sama–sama mengandalkan Quick Shifter karya Anggit, pemuda kreatif asal Malang di bawah bendera MBRTech. Produk lokal, karya anak bangsa, tapi kualitasnya sudah setara pacuan nasional.

Type A1FIR Pro Jadi Primadona di Beginner & Rookie, Baik di kelas Beginner maupun Rookie, mayoritas tim mempercayakan shifting pada MBR Tech Type A1FIR Pro. Quick shifter ini terbukti tangguh dipakai balap penuh tekanan, dan membantu pembalap melakukan perpindahan gigi tanpa kehilangan momentum saat akselerasi.

Tidak lagi kewalahan saat oper gigi, tidak lagi hilang tenaga di momen-momen krusial. Inilah alasan banyak tim menjadikannya “senjata wajib”.

Salah satu buktinya datang dari motor Honda GTR 150 No Limit Racing Team by MBKW2, tunggangan juara pertama kelas Beginner, Gandewo Abimanyu.

Sakty Mlethiz, mekanik tim tersebut, mengakui peran penting quick shifter besutan Anggit MBRTech. “Shifter ini sangat menunjang & terbukti ampuh. Selama ini belum ada kendala serius, paling hanya kalibrasi ulang setelah beberapa race atau sebelum dipakai race,” ujar Mlethiz.

Dengan semakin banyaknya tim yang mempercayakan sektor shifting kepada MBRTech, bukan tidak mungkin produk ini akan menjadi standar baru quick shifter di tanah air.

Grand Final Motoprix 2025: Aksa Makin Garang! Tinggal Jauh Rivalnya Di Race Pertama Rookie

0
Grand Final Motoprix 2025 Aksa Makin Garang! Tinggal Jauh Rivalnya Di Race Pertama Rookie

OtomotifZone.com – Semarang, Aksi menawan diperlihatkan Danadyaksa Wida Pangestu pada Race 1 kelas Bebek 4T STD 150cc Rookie di Grand Final Kejurnas Motoprix 2025. Sejak lampu start padam, Danadyaksa langsung tancap gas tanpa ragu, memperlihatkan performa ganas yang sulit dibendung para pesaingnya.

Lap demi lap, Danadyaksa tampil semakin percaya diri. Ritme balapnya stabil, racing line bersih, dan kecepatannya konsisten membuat ia perlahan membuka jarak dan meninggalkan rombongan di belakangnya. Para rival berusaha mengejar, namun gap justru semakin melebar.

Hingga akhirnya bendera finish berkibar, Danadyaksa menyelesaikan balapan dengan keunggulan 0.912 detik dari posisi kedua. Sebuah dominasi yang menunjukkan kualitasnya sebagai pembalap muda yang matang secara mental maupun teknis.

Menurut Danadyaksa, kunci penampilannya kali ini adalah bermain enjoy dan menikmati setiap lap, sekaligus menjaga fokus untuk mempertahankan posisi terbaiknya dari awal hingga bendera Finish berkibar.

Step Underbone RBT34 Terbukti Nyaman, Bersama Danadyaksa Di MX King Yamaha Aditama

0
Step Underbone RBT34 Terbukti Nyaman, Bersama Danadyaksa

Setelah keberhasilan Danadyaksa menguasai kelas Bebek 4T STD 150cc Rookie, perhatian langsung mengarah pada motor yang ia pakai. Pembalap asal Yogyakarta tersebut tampil sangat solid berkat racikan tangan dingin Widya Krida Laksana, atau yang lebih akrab dikenal sebagai Gendut GDT.

Racikan GDT terbukti klop dengan karakter Danadyaksa. Setiap sektor digarap presisi sehingga motor mampu tampil stabil dan agresif di setiap lap. Tak hanya sektor mesin dan handling, detail pada bagian ergonomi juga menjadi salah satu kunci performa.

Salah satu komponen yang cukup menyita perhatian adalah Footstep Underbone yang digunakan. Mengandalkan karya Robert RBT34 Racing, footstep ini menjadi penopang kaki yang kokoh dan memberikan posisi berkendara ideal bagi Danadyaksa.

Gendut GDT menegaskan bahwa pemilihan Footstep Underbone bukan tanpa alasan.
“Footstep ini kita pasang karena paling cocok untuk karakter pembalap. Posisi duduknya nggak bikin repot, dan pembalap juga merasa sangat nyaman saat bermanuver maupun saat straight,” ujarnya.

Kenyamanan dan kestabilan itulah yang membuat Danadyaksa mampu konsisten, baik saat menikung agresif maupun ketika membuka gas penuh di trek lurus. Kombinasi setup mesin, rangka, dan ergonomi yang tepat terbukti menjadi faktor penting dalam keberhasilan sang pembalap muda.

Motor racikan GDT kembali membuktikan kualitasnya, sekaligus menegaskan bahwa detail kecil seperti footstep pun memiliki peran besar dalam dunia balap profesional.

Grand Final Motoprix : Start Kurang Sempurna, Gandewo Abimanyu Bangkit dan Menangi Race 1 Bebek 4T STD 150cc Beginner

0
Gandewo Abimanyu Bangkit

OtomotifZone.com – Semarang, Grand Final Kejurnas Motoprix 2025 menghadirkan tensi tinggi di kelas Bebek 4T STD 150cc Beginner. Di race pertama yang berlangsung sebanyak 12 lap ini, Gandewo Abimanyu sukses keluar sebagai juara, meski harus memulai jalannya perlombaan dengan kondisi yang kurang ideal.

Start Gandewo terbilang kurang mulus. Ia sempat melorot hingga posisi ke-7 pada lap pembuka padahal berada di grid pertama, memberi celah bagi Farrel Putra dan Giovani Cornelius untuk memimpin rombongan di depan. Namun, pembalap asal Jogakarta ini tidak kehilangan ritme. Lap demi lap ia tampil lebih rapi, agresif, dan konsisten menekan lawan.

Farrel Putra sempat memimpin hingga memasuki lap-lap akhir, sebelum akhirnya Gandewo menemukan momentum. Berkat kecepatan stabil dan pengereman yang presisi, ia berhasil melakukan overtaking krusial dan mengamankan posisi terdepan.

“Tadi sempat ada kesalahan saat start. Tapi saya terus nge-push dan menjaga ritme agar tetap rapi. Dari posisi ketujuh di lap pertama, akhirnya kita bisa finish P1,” ungkap Gandewo usai race.

Catatan terbaik Gandewo pada race ini adalah 47.685 detik, menjadi salah satu indikasi konsistensi yang membawanya ke podium tertinggi. Kemenangan ini menegaskan mental juara Gandewo Abimanyu. Bahwa start yang kurang sempurna bukan berarti menyerah, melainkan peluang untuk membuktikan kualitas dalam mengejar ketertinggalan

Race 1 Bebek 4T 150cc TU Expert Grand Final Motoprix Mijen, Bintang Nur Alif Juara Lewat Kemelut Menit Akhir

0
Bintang Nur Alif Juara Lewat Kemelut Menit Akhir

OtomotifZone.com – Semarang. Langsung ke perjalanan race 1 kelas Bebek 4T TU Expert Grand Final Motorprix sirkuit Mijen, Semarang 15 November 2025 benar-benar memiliki atmosfer yang tak biasanya karena beberapa team yang jarang di temui ada di satu arena.

20 lap tersaji, 20 lap dengan pressure yang membuat detak jantung berirama tak stabil. Di awali duet Team Suhandi Padang88 yang mampu mendominasi urutan satu dua selama hampir 75% perjalanan balap. Marulli dan Riyan Ananda bisa melejit sedikit lebih maju dari rombongan kedua. Namun kondisi yang cukup genting karena ada beberapa titik dimana salah satu mereka kencang dan satunya lambat. Mereka saling overtake.

Akibat aksi ini rombongan kedua merapat, ada Aqsal Ilham dan Bintang Nur Alif. Benar saja, pondasi mereka teracak dan mampu di susupi. Contact body antara Aqsal Ilham dan Riyan Ananda tak bisa di hindari saat menit-menit akhir. Bintang langsung ambil posisi sampai garis finish sebagai juara. Di ikuti Marulli dan Gerry Salim karena jarak sampai urutan 7 cukup rapat.

Grand Final Motoprix 2025 : Gandewo Abimanyu Bikin Rival Kewalahan pada QTT Bebek 4T STD 150cc Beginner

0
Gandewo Abimanyu Bikin Rival Kewalahan

OtomotifZone.com – Semarang, Penampilan apik ditunjukkan Gandewo Abimanyu pada sesi QTT Bebek 4T STD 150cc Beginner di Sirkuit Mijen Semarang pada Grand Final Motoprix 2025. Meski baru sesi kualifikasi, Gandewo tampil layaknya race utama dengan kecepatan dan ketepatan yang membuat para rival kesulitan mengejar.

Dengan torehan waktu 47.881 detik, Gandewo menjadi satu-satunya pembalap yang mampu menyentuh angka tersebut. Tak ada satu pun lawan yang berhasil menyamai catatan waktunya hingga sesi QTT berakhir, membuatnya berdiri kokoh sebagai pemimpin kualifikasi.

Hasil ini tentu sangat krusial karena menentukan posisi start pada race utama. Berada di grid terdepan memberi keuntungan besar bagi Gandewo untuk mengatur ritme dan strategi.

Performa tanpa celah ini membuat pembalap yang mengusung nama No Limit Racing Team diprediksi menjadi salah satu kandidat terkuat untuk podium utama di kelas Beginner.

Grand Final Motoprix 2025 : Chessy Melandri Tenang Tapi Cepat di QTT MP2 Bebek 4T 150cc Novice

0
Chessy Melandri Tenang bersama Faenzo28

OtomotifZone.com – Semarang, Nama Chessy Melandri kembali terpampang di urutan terbaik pada gelaran Grand Final Motoprix 2025 di Sirkuit Mijen, Semarang. Membawa nama besar Faenzo28, Chessy tampil tanpa tekanan, tenang, namun tetap menyimpan kecepatan mematikan di atas trek.

Pada sesi QTT MP2 – Bebek 4T TU 150cc Novice, Chessy berhasil menorehkan waktu terbaik 46.203 detik, menjadikannya pemimpin kualifikasi dan penguasa catatan waktu di kelas ini. Aksi stabilnya sejak awal lap membuat para pesaing kesulitan menandingi.

Di belakang Chessy, persaingan sangat ketat. Nicky Hayden hanya terpaut 0.024 detik, sementara Resky Yusuf Hermawan berada di posisi ketiga dengan selisih 0.114 detik. Namun, performa Chessy tetap yang paling konsisten dan bersih sepanjang sesi.

Dengan modal kecepatan dan ketenangan yang ia tunjukkan, Chessy Melandri kini menjadi kandidat kuat untuk perebutan podium pada MP2 Novice. Faenzo28 pun kembali membuktikan kualitas garapannya.

Grand Final Motoprix 2025 : Kumoro Jati Tanpa Pikir Panjang Sikat Sesi QTT Bebek 2T 125cc Exrider

0

OtomotifZone.com – Semarang – Persaingan ketat di kelas Bebek 2T 125cc Exrider kembali memanas pada sesi QTT Grand Final Motoprix 2025. Namun di antara para rider yang mencoba mencari limit motor, Diaz Kumoro Jati tampil paling menonjol.

Tanpa banyak basa-basi, Diaz langsung mencatatkan waktu impresif 49.686 detik, sebuah torehan yang tak mampu disamai oleh satu pun rivalnya hingga sesi kualifikasi berakhir. Konsistensi dan kecepatan Diaz terlihat jelas sejak awal, menunjukkan setup motor dan performanya berada pada titik terbaik.

Catatan waktu tersebut menempatkan Diaz sebagai pemimpin QTT sekaligus membuka peluang besar baginya untuk mengamankan posisi start paling depan pada race day.

Dengan momentum yang sudah terbangun, Diaz Kumoro Jati layak menjadi sorotan utama sekaligus kandidat kuat perebut podium di kelas Bebek 2T 125cc Exrider.

Grand Final Motoprix 2025: Dihadapan 23 Starter, Rezky Yusuf Tanpa Basa-Basi Langsung Pimpin QTT MP3 Rookie

0

OtomotifZone.com – Semarang. Gelaran Grand Final Kejurnas Motoprix 2025 di Sirkuit Mijen, Semarang, kembali menghadirkan sajian apik di sesi kualifikasi. Pada kelas MP3 – Bebek 4T STD 150cc Rookie, nama Rezky Yusuf Hermawan tampil mencolok dengan performa luar biasa.

Membela No Limit Racing Team dan menunggangi motor racikan MBKW2 Yogyakarta, Rezky langsung tancap gas tanpa kompromi. Ia mencatatkan waktu terbaik 46.958 detik, menjadi satu-satunya rider yang mampu menembus 46 detik di sesi ini. Catatan tersebut menempatkannya di posisi teratas QTT dan mengamankan peluang besar untuk start paling depan pada race nanti.

Di belakang Rezky, persaingan tidak kalah ketat. Dandayaksa (Yamaha ADITAMA) membuntuti dengan selisih 0.191 detik, sementara Clevan Louis Valera mengisi urutan ketiga dengan gap 0.288 detik.

Dengan modal kuat dari sesi QTT, Rezky Yusuf layak menjadi salah satu favorit kuat untuk memperebutkan podium tertinggi pada Grand Final Motoprix 2025 kelas Rookie.