OtomotifZOne.com – Semarang, Berikut kami sampaikan hasil keseluruhan Race demi Race kejuaraan Kejurnas Grand Final Motoprix 2025, yang berlangsung di sirkuit Mijen Semarang :




OtomotifZOne.com – Semarang, Berikut kami sampaikan hasil keseluruhan Race demi Race kejuaraan Kejurnas Grand Final Motoprix 2025, yang berlangsung di sirkuit Mijen Semarang :




OtomotifZone.com – Semarang, Kelas Bebek 4T TU 130cc Ex MP2 pada Grand Final Kejurnas Motoprix 2025 di Sirkuit Mijen, Semarang menjadi panggung dominasi penuh dari Muhamad Aldy Musfik. Pembalap asal Subang yang membawa bendera FAENZO28 MCR MNM ini tampil begitu kuat dan nyaris tanpa kesalahan sepanjang 6 laps.
Di awal race, Aldy sempat terlibat duel ketat dengan M. Febrian Yusuf (Buana Karyamandiri). Keduanya saling menekan dan bertukar posisi, memberikan tontonan menarik.
Namun tensi persaingan berubah ketika Febrian mengalami insiden crash, membuatnya harus menyudahi perlombaan lebih awal. Setelah momen itu, Aldy langsung melesat tanpa hambatan.
Dengan ritme balap yang konsisten serta performa motor yang stabil, Aldy terus memperlebar jarak dari para pesaingnya. Ia mencatatkan total time 4:50.361 dan meraih Best Time 47.111 detik, menjadi yang tercepat di kelas ini.
Aldy menutup race dengan kemenangan meyakinkan, membuktikan bahwa konsistensi, kecepatan, dan fokus menjadi kunci utama meraih puncak podium

OtomotifZone.com – Semarang. Kelas Bebek 2T STD 116cc pada Grand Final Kejurnas Motoprix 2025 menjadi salah satu race yang paling menegangkan di Sirkuit Mijen, Semarang 16 November 2025. Meski hanya berlangsung 6 laps, pertarungan di barisan depan berlangsung sangat krusial dan penuh tekanan.
Di tengah intensitas tersebut, nama Chessy Meilandri dari SRC Reborn tampil sebagai jawara. Chessy menuntaskan balapan dengan catatan waktu 4:55.448 dan mencetak Best Time 48.107 detik, sekaligus menjadi yang tercepat di kelas ini.
Momentum kemenangan Chessy tidak datang dengan mudah. Ia harus berjuang keras menahan tekanan dari rival terdekatnya, Aqsal Ilham (BKRT PTKTS PONOROGO ), yang finish hanya terpaut 0.044 detik — selisih yang sangat tipis untuk race berdurasi cepat seperti ini.
Aksi saling tekan dan perebutan racing line terjadi sepanjang race, membuat posisi depan terus memanas hingga lap terakhir. Namun Chessy mampu menjaga ritme, fokus, dan konsistensi hingga garis finish.
Di balik performa mesin F1ZR milik SRC Reborn, ada kontribusi dari pelumas yang digunakan. Menjelang race, motor Chessy mengaplikasikan oli PIKOLI Type Scooter Expert LE 10/40 pelumas yang memang diformulasikan khusus dan direkomendasikan untuk kompetisi balap meski kebanyakan dipakai untuk 4tak, oli ini juga bisa di aplikasikan untuk kebutuhan mesin 2tak, sedangkan untuk Oli samping atau Oli campuran ada Type 2TC1.
Rudi Salecong, mekanik F1ZR SRC Reborn, memberi sedikit komentar terkait penggunaan oli tersebut, “Oli ini baru mau saya cek setelah dipakai balap. Semoga oli yang dipakai ini terbukti tanpa ada masalah untuk mesin. Baru pertama kali pakai, kalau memang bagus mungkin selanjutnya aku mau pakai oli dari PIKOLI.”
Komentar tersebut menandakan bahwa PIKOLI mulai mendapat kepercayaan dari para mekanik kompetitif, apalagi setelah motor mampu finis pertama tanpa kendala teknis.
OtomotifZone.com – Semarang. Gelaran Grand Final Kejurnas Motoprix 2025 di Sirkuit Mijen (1,2 km) kembali menyuguhkan persaingan ketat pada kelas Bebek 2T STD 116cc Exrider. Di kelas penuh gengsi ini, F1ZR garapan Rudi Febrianto, atau yang akrab disapa Salecong dari Pacitan, Jawa Timur, tampil menggila dan sukses mengantarkan rider andalannya, Diaz Kumorojati, meraih kemenangan mutlak.
Mengusung bendera SRC Reborn, motor racikan Salecong benar-benar menunjukkan performa stabil dan konsisten sejak awal lap. Diaz tampil percaya diri, melibas tikungan demi tikungan tanpa kendala berarti, hingga akhirnya menguasai 8 lap penuh.
Dominasi Diaz makin terasa setelah ia menorehkan Best Time 49.821 detik, salah satu yang paling agresif di kelas ini. Ia unggul cukup rapat atas pesaing terdekatnya, Roni Pinguin, yang finish di posisi kedua dengan selisih hanya 0.251 detik.
Tidak hanya soal kemampuan rider, racikan dapur pacu F1ZR karya Salecong menjadi kunci utama. Mesin yang dikenal responsif, handling yang stabil, serta power yang merata membuat motor ini mampu bertahan di ritme tinggi sepanjang race.
Kemenangan ini sekaligus mengukuhkan posisi Salecong sebagai salah satu tuner paling diperhitungkan di Jawa Timur, terutama pada kelas Bebek 2T yang terkenal keras persaingannya.

OtomotifZone.com – Semarang. Beralih di Kelas Bebek 4T TU Expert Grand Final Motorprix sirkuit Mijen, Semarang 16 November 2025 yang kiranya hanya B aja alias Biasa Aja. Ternyata ada Sad Ending & Happy Endingnya. Sebuah hasil diluar prediksi akhir.
Apa sebab? Sepanjang pertempuran duet Suhandi Padang88 yakni Marulli dan Riyan Ananda ada di baris depan sepanjang lap. Namun moment mereka terpecah ketika Bintang Nur Alif berhasil menembus benteng pertahanan jelang waktu berakhir.
Ternyata Aqsal Ilham juga mengikuti irama sengit lap-lap akhir ke posisi tiga di belakang Bintang dan Riyan. Double overtake ketika di u-turn membuat mereka out bersama. Kejadian inilah yang membuat adrenalin terpacu. Marulli yang ada di posisi keempat seperti sudah tidak berniat mengejar spontan ambil kesempatan ini untuk memimpin balap.
Ternyata itu adalah last lap. Upaya mengembalikan power untuk berebut posisi depan sudah sangat berat. Mau tak mau semua harus menerima kenyataan. Marulli menjadi juara!

“Saya tidak menyangka bisa juara. Mundur ke posisi empat dan ada gap cukup jauh kalau saya bilang. Ternyata ada kemelut di depan dan ada ruang untuk saya ambil. Ternyata malah saya memimpin balap beberapa meter ke garis finish. Alhamdulillah untuk race 2, kemenangan untuk team Suhandi Padang88 yang sudah membawa saya kesini,” ucap Marulli yang saat pemula sudah kenyang pengalaman di Jawa.

Bayar Kegagalan, Nicky Hayden Juara Race 2 Bebek 4T 150cc TU Novice Grand Final Motoprix Mijen
OtomotifZone.com – Semarang. Kembali di Kelas Bebek 4T TU Novice Grand Final Motorprix sirkuit Mijen, Semarang 16 November 2025 tak lain lanjutan pertarungan hari pertama. Race kedua ini rasanya tak seperti race sebelumnya. Santai santai berbahaya.
Pertarungan berbeda tersaji di menit akhir. Karena di 90% perjalanan balap sosok Rezky YH terus dalam tekanan Chessy Melandri. Overtake mode latebrake agak melebar membuat kejutan datang tak terduga. Nicky Hayden langsung menyerobot kesempatan di line kosong akibat aksi keduanya kurang sempurna.
Ternyata itu adalah moment beberapa meter sebelum race berakhir. Nicky yang mendapat kendala crash hari pertama akhirnya bisa membawa hasil juara. “Race 1 cukup membuat kecewa. Race 2 akhirnya bisa membawa juara,” ucap pembalap lereng merapi ini.

OtomotifZone.com – Semarang, Pertarungan sengit tersaji di kelas Bebek 4T STD 150cc Beginner. Sejak lampu start menyala, tiga pembalap terdepan ada Farrel, Gandewo, dan Giovani, Mereka langsung saling memperebutkan posisi pertama. Ketiganya membawa bendera tim berbeda, sehingga tensi persaingan semakin terasa panas.
Selama 12 lap berlangsung, aksi saling overtake tak terelakkan. Farrel, Gandewo, dan Giovani bergantian memimpin jalannya balapan, membuat penonton dibuat tegang sepanjang race.
Namun memasuki tiga lap terakhir, Gandewo Abimanyu dari No Limit Racing Team menunjukkan performa terbaiknya. Dengan ritme balap yang stabil dan strategi matang, ia berhasil membuka jarak dan melesat meninggalkan dua rival utamanya hingga garis finis.

Gandewo yang mengamankan juara pertama ini mengaku sangat puas. Pasalnya, ia sukses meraih Double Winner pada race pertama dan kedua di kelas tersebut.
“Rasanya senang sekali, bisa dapat double winner. Semua hasil ini berkat kerja keras tim dan konsistensi sejak sesi latihan,” ujar Gandewo usai naik podium.
Kemenangan ini sekaligus menegaskan kualitas risetan motor serta kesiapan strategi balap No Limit Racing Team di kelas pemula.

OtomotifZone.com – Jakarta, Menjelang gelaran utama MotoGP Valencia 2025, sorotan publik kembali tertuju pada Francesco Bagnaia. Pebalap Ducati Lenovo itu tampil di luar ekspektasi setelah gagal masuk barisan depan baik pada sesi kualifikasi maupun Sprint Race. Hasil ini memunculkan tanda tanya besar di kalangan penggemar MotoGP di seluruh dunia.
Pada sesi kualifikasi, Bagnaia harus puas start dari posisi ke-16. Performa kurang maksimal itu berlanjut saat Sprint Race, di mana juara dunia tiga kali tersebut hanya mampu finis di posisi ke-14. Hasil yang jauh dari standar sang pebalap, mengingat rekam jejaknya yang biasanya kompetitif di setiap seri.
Usut punya usut, Bagnaia mengungkapkan bahwa masalah terjadi bukan karena performa mesin atau kendala teknis berat, melainkan akibat kesalahan fatal saat kualifikasi. Ia mengaku kehabisan bahan bakar pada upaya kedua, sehingga tak mampu mencatatkan waktu terbaiknya.
“Lalu, di sesi kualifikasi, saya memulai dengan cara yang tidak fantastis, tetapi di percobaan kedua saya kehabisan bahan bakar. Jadi, semua orang bisa membuat kesalahan: Saya membuat kesalahan, tim bisa membuat kesalahan, itu normal, itu bagian dari pekerjaan. Jadi, itu bisa terjadi,” ujar Bagnaia dikutip dari Crash.
Sirkuit Ricardo Tormo sendiri merupakan trek yang sangat teknis dan dikenal sulit untuk melakukan aksi salip. Dengan karakter sirkuit yang sempit dan berirama cepat, start dari posisi belakang menjadi tantangan berat bagi siapa pun, termasuk Bagnaia.
“Lalu, memulai dari posisi ke-16 di trek seperti ini yang sulit untuk disalip – jika Anda ingin menyalip, Anda akan terjatuh atau terjadi kontak, jadi itu sangat sulit,” tutup Bagnaia.
Meski mengalami akhir pekan yang berat, para penggemar tetap berharap akan keajaiban pada race day, Minggu (16/11). Dengan tekanan tinggi dan motivasi besar untuk menutup musim dengan hasil terbaik, Bagnaia berpotensi memberikan kejutan.
Balapan masih menyisakan banyak kemungkinan. Semua mata kini tertuju pada aksi Bagnaia—apakah ia mampu bangkit dari posisi belakang dan kembali ke barisan depan? Kita nantikan kabar selanjutnya.
OtomotifZone.com – Jakarta. Pertarungan penuh drama dan tensi tinggi tersaji pada Sprint Race seri terakhir MotoGP 2025 yang berlangsung di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Sabtu (15/11). Tekad para pebalap untuk menutup musim dengan hasil terbaik membuat jalannya balapan berlangsung sengit sejak lampu start menyala. Ducati kembali menunjukkan dominasinya dengan menempatkan dua pebalap di atas podium.
Sejak tikungan pertama, Alex Marquez dari tim BK8 Gresini Ducati langsung mencuri perhatian. Start yang sempurna membuat pebalap asal Spanyol itu mampu memimpin jalannya balapan sejak awal. Dengan ritme kuat dan kepercayaan diri tinggi, Alex tampil tanpa celah dan terus menjaga jarak aman dari para rivalnya.
Pedro Acosta (Red Bull KTM) menjadi pebalap yang paling konsisten memberi tekanan. Berada di posisi kedua, rookie sensasional itu beberapa kali mencoba mendekatkan jarak dan menunggu peluang untuk menyalip. Fokus dan agresivitas Acosta sempat membuat situasi semakin menegangkan, namun kecepatan impresif Alex membuat usaha tersebut tak membuahkan hasil. Acosta pun harus puas mengakhiri balapan di posisi kedua.
Sementara itu, Fabio Di Giannantonio dari Pertamina VR46 Ducati berhasil mengamankan podium ketiga setelah tampil luar biasa. Sempat tercecer di luar tiga besar, pebalap Italia tersebut membuktikan ketangguhannya dengan melakukan sejumlah manuver penting untuk kembali ke barisan depan. Kerja kerasnya membuahkan hasil manis dengan finis di posisi ketiga.
Dengan hasil ini, Ducati kembali menunjukkan superioritasnya di ajang Sprint Race, sekaligus menutup musim dengan catatan impresif. Alex Marquez, Pedro Acosta, dan Fabio Di Giannantonio menjadi trio yang layak mendapat sorotan atas performa gemilang mereka di Valencia.
| 1 | Alex Marquez | SPA | BK8 Gresini Ducati (GP24) | 19m 37.49s |
| 2 | Pedro Acosta | SPA | Red Bull KTM (RC16) | +1.149s |
| 3 | Fabio Di Giannantonio | ITA | Pertamina VR46 Ducati (GP25) | +2.637s |
| 4 | Raul Fernandez | SPA | Trackhouse Aprilia (RS-GP25) | +3.519s |
| 5 | Marco Bezzecchi | ITA | Aprilia Racing (RS-GP25) | +3.727s |
| 6 | Franco Morbidelli | ITA | Pertamina VR46 Ducati (GP24) | +6.349s |
| 7 | Fabio Quartararo | FRA | Monster Yamaha (YZR-M1) | +7.102s |
| 8 | Brad Binder | RSA | Red Bull KTM (RC16) | +7.352s |
| 9 | Ai Ogura | JPN | Trackhouse Aprilia (RS-GP25)* | +7.685s |
| 10 | Johann Zarco | FRA | Castrol Honda LCR (RC213V) | +9.346s |
| 11 | Fermin Aldeguer | SPA | BK8 Gresini Ducati (GP24)* | +10.067s |
| 12 | Jack Miller | AUS | Pramac Yamaha (YZR-M1) | +11.148s |
| 13 | Enea Bastianini | ITA | Red Bull KTM Tech3 (RC16) | +11.911s |
| 14 | Francesco Bagnaia | ITA | Ducati Lenovo (GP25) | +11.957s |
| 15 | Alex Rins | SPA | Monster Yamaha (YZR-M1) | +14.264s |
| 16 | Nicolo Bulega | ITA | Ducati Lenovo (GP25) | +14.951s |
| 17 | Miguel Oliveira | POR | Pramac Yamaha (YZR-M1) | +15.597s |
| 18 | Maverick Viñales | SPA | Red Bull KTM Tech3 (RC16) | +16.699s |
| 19 | Aleix Espargaro | SPA | Honda HRC Test Team (RC213V) | +16.885s |
| 20 | Augusto Fernandez | SPA | Yamaha Factory Racing (YZR-M1 V4) | +18.846s |
| 21 | Somkiat Chantra | THA | Idemitsu Honda LCR (RC213V)* | +23.028s |
| 22 | Jorge Martin | SPA | Aprilia Racing (RS-GP25) | +23.655s |
| Luca Marini | ITA | Honda HRC Castrol (RC213V) | DNF | |
| Joan Mir | SPA | Honda HRC Castrol (RC213V) | DNF |
OtomotifZone.com – Semarang. Sesi QTT kelas Bebek 4T TU 130cc Ex MP2 pada Grand Final Kejurnas Motoprix 2025 di Sirkuit Mijen (1.2 km), Minggu (16/11). Dari empat pembalap yang turun, Muhamad Aldy Musfik tampil paling mencolok dan sukses mengunci waktu terbaik.
Pembalap bernomor 84 asal Subang tersebut mencatatkan lap tercepat 46.972 detik, yang tidak mampu dikejar para rivalnya. Aldy memastikan dirinya start paling depan pada race nanti, sekaligus menunjukkan performa impresif bersama tim FAENZO28
Dengan hasil ini, Aldy Musfik dipastikan akan menjadi sorotan utama pada balapan nanti. Modal catatan waktu yang tajam membuatnya berpeluang besar mengamankan podium utama pada kelas penuh gengsi ini.
