OtomotifZone.com – Ciamis. Pembalap cantik asal Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat memilih untuk menjadi Kepala Dusun (Kadus) di tempatnya. Rahma Anjani, putra dari Eka Mulyati dan Yudi Mulyadi menjadi Kadus Cikaso Desa Cikaso Kecamatan Banjaranyar sejak tahun 2023.
Baca juga:Pembalap Ciamis Kuasai QTT MP2 HRC Seri 1 Cimahi
Rahma yang merupakan alumni Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Banjarsari itu awalnya merupakan pembalap grasstrack. “Iya saat masih sekolah saya menyalurkan hobi yaitu balap grasstrack, sekarang mah mengabdi di masyarakat,” jelas Rahma.

Rahma Anjani di Sirkuit
Saat balap di kelas wanita, Rahma kerap naik podium bersama pembalap wanita berprestasi lainnya pada berbagai event grasstrack. Debu dan kerasnya persaingan antar pembalap tidak menjadikan wanita kelahiran 2003 patah semangat, hingga Rahma pun merasakan naik tangga podium.

Rahma Berhasil Podium
“Karena hobi ya gass aja, debu dan sengitnya persaingan menjadi tantangan tersendiri, dan menjadi kebahagiaan tersendiri saat bisa podium,” ungkapnya. Namun itu dulu, saat ia sekolah, kini Rahma sudah berubah menjadi Kepala Dusun (Kadus) dan berbaur dengan masyarakat.
Pembalap Cantik Ayomi Masyarakat
Namun itu dulu, kini Rahma menjadi sosok yang dibutuhkan masyarakat, Rahma harus mengayomi serta melayani khususnya warga masyarakat Dusun Cikaso. “Saya sekarang harus mengabdi kepada masyarakat dalam segala bidang, seperti pelayanan kesehatan, informasi public, pengembangan sumber daya dan lain-lain,” jelasnya.
Baca juga:Tim Grasstrack Asal Ciamis Ini, Sedang Cari Pembalap Senior
Kini, pembalap cantik pun berubah menjadi seorang ibu yang kehadirannya warga nantikan, terlebih yang membutuhkan pelayanan darinya. “Saya harus dapat melayani, saya ingin bermanfaat untuk masyarakat yang membutuhkan, kebahagiaan tersendiri jika saya dapat membantu masyarakat,” tambah Rahma.

Mengalami Masyarakat
Sementara itu, Rahma terpilih menjadi Kadus melalui seleksi saat ia usianya 20 tahun sesuai dengan ketentuan, minimal usia menjadi perangkat desa. “Iya saya melalui seleksi, usia pas menginjak 20 tahun, jadi sesuai ketentuan batas minimal usia perangkat desa,” ungkap Rahma.
Rahma juga mengungkapkan, tantangan juga sangat banyak, hanya saja jika di sirkuit jelas tantangannya dan menurutnya sudah terbiasa. Tetapi di masyarakat, Rahma mengakui tantangan dan perjuangannya sangat banyak, tapi dengan hati yang tulus dapat terlewati.
“Sama seperti balap ada tantangan dan perjuangan, tapi mengabdi kepada masyarakat, luar biasa, intinya kita mengabdi dengan hati,” jelas Rahma. Rahma pun karena menjadi Kadus merupakan pengalaman baru, ia terus belajar menimba ilmu dan mencari ilmu kepada yang berpengalaman.
Penulis: Yeyep Foto: Istimewa


























