Otomotifzone.com – Keerom. Javier Bhagawanta, pembalap kebanggaan tim JB14 Badut Balap Hairstudio UMM Malang dengan nomor start 14, kembali membuktikan kualitasnya. Ia baru saja mengantongi gelar Juara Umum Papua Raya U23. Sebelumnya, di ajang Bupati Keerom, ia juga sudah sukses mengamankan titel juara umum di kelas Pemula.
Di ajang Bupati Keerom Cup Seri II yang berlangsung akhir pekan lalu (15–17 Mei) di Sirkuit Yuwanain Arso 2, Kabupaten Keerom, posisi Javi di puncak klasemen terlihat kokoh dengan raihan 58 poin. Tapi, jangan kira perjalanan pembalap muda yang sudah 8 tahun meniti karier balap ini berjalan mulus begitu saja. Gelar yang ia dapatkan kali ini ternyata butuh perjuangan keras.
Pembalap sekaligus pemilik tim JB14 ini ternyata mendapat tekanan berat dari para saingan. Ia tidak bisa mengumpulkan poin penuh dengan mudah di setiap kelas yang ia ikuti. Javi harus berjuang habis-habisan demi poin penuh, ia menempati urutan ke-10 di kelas Bebek Modif 2tak/4tak TU 125cc, juara 1 di kelas Sport & Trail 4tak 155cc, dan posisi ke-2 di kelas Trail Standar 4tak 155cc.
Sementara itu, para pesaing terberatnya di kategori U23 justru gagal meraih poin maksimal di setiap kelas. Rangga Batmanlussy dan Akmal Sadilah sama-sama mengumpulkan 47 poin, sedangkan Arfansyah Sokran hanya mampu mengantongi 40 poin.

Anak didik Nugroho NMT Kediri ini ternyata tidak cuma berburu gelar Papua Raya U23. Javi juga sukses mengumpulkan 70 poin dan masuk dalam persaingan Juara Umum Se-Tanah Papua. Sayangnya, ia harus puas bertengger di posisi keempat untuk kategori ini.
Dari dua kategori besar yang ia ikuti, Javi pulang membawa hasil manis, total 5 piala dari masing-masing kelas yang diikuti, ditambah satu piala juara umum atas prestasi gemilangnya.

Padahal, di balik hasil cemerlang itu, persiapan Javi JB14 ternyata sempat terganjal beberapa kendala. Javi yang lahir dan besar di Jayapura kini sedang menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur. Ia harus menempuh perjalanan jauh demi turun di ajang ini. Belum lagi jadwal lomba yang sempat tertunda, memaksanya mengatur ulang jadwal keberangkatan. Akibatnya, ia hanya punya waktu 2 hari saja untuk beradaptasi dengan lintasan sirkuit di Keerom.
“Persiapan Javi sebenarnya sudah cukup matang. Cuma ya begitu, dia kuliah di Jawa, jadi kami harus mengatur waktu keberangkatan. Otomatis waktu kedatangannya jadi mepet, dan waktu untuk beradaptasi sama sirkuit jadi sangat sedikit,” ungkap Dipo Wibowo, Ayah Javi.

Ia juga menambahkan, “Meski ada beberapa kendala, kami sangat bersyukur. Dukungan dari seluruh tim sangat membantu. Mulai dari manajer Arif Jafar, mekanik handal kami seperti Ronald, Tama, Wahyu, serta seluruh kru. Semua berjalan kompak, jadi Javier bisa fokus balap dengan tenang dan maksimal.”

