OtomotifZone.com — Jakarta, Rencana perubahan besar di kelas Moto3 untuk musim 2028 mulai menuai berbagai tanggapan dari pembalap MotoGP. Salah satunya datang dari Jack Miller yang memberikan pandangan berbeda terkait wacana penggunaan mesin 700cc berbasis produksi sebagai pengganti mesin 250cc satu silinder saat ini.
Seperti diketahui, meski belum diumumkan secara resmi, kelas Moto3 diperkirakan akan beralih dari mesin 250cc single-cylinder buatan KTM dan Honda ke mesin twin-cylinder 700cc berbasis produksi dari satu pemasok. Perubahan ini diklaim bertujuan untuk menekan biaya sekaligus meningkatkan keselamatan dan mempermudah pembalap terbaik tampil lebih menonjol.
Jack Miller, yang memulai debut Grand Prix di kelas 125cc pada 2011 dan pernah bersaing ketat dengan Alex Marquez dalam perebutan gelar Moto3 2014, mengakui bahwa perubahan memang dibutuhkan. Namun, ia tidak sepenuhnya setuju jika solusi yang diambil adalah memperbesar kapasitas mesin.
“Saya pikir perubahan memang dibutuhkan. Tapi soal mesin yang lebih besar, saya tidak sepenuhnya setuju. Saya rasa ban bisa dibuat lebih kecil,” ujar Miller.
Menurut pembalap Pramac Yamaha tersebut, perkembangan teknologi ban dalam dua dekade terakhir membuat pembalap Moto3 saat ini memiliki grip yang sangat besar. Hal ini membuat balapan menjadi terlalu rapat dan sulit bagi pembalap berbakat untuk benar-benar membedakan diri dari kompetitor.
“Selama 20 tahun terakhir, tren ban semakin besar, baik di Moto3, Moto2, maupun MotoGP. Dengan ban yang lebih lebar, area kontak lebih besar, sehingga pembalap bisa melakukan banyak hal tanpa terlalu banyak risiko,” jelas Miller.
Ia menambahkan bahwa dengan tenaga mesin Moto3 yang relatif kecil, pembalap jarang mengalami kesalahan besar karena ban yang terlalu baik memberikan kontrol yang sangat stabil. Oleh karena itu, menurutnya, mengurangi lebar ban bisa menjadi solusi yang lebih sederhana namun efektif.
“Kalau lebar ban dikurangi, saya rasa balapan akan lebih tersebar dan bakat pembalap bisa lebih terlihat,” tambahnya.
Selain itu, Miller juga menyoroti rencana penggunaan mesin berbasis produksi yang dinilai belum tentu lebih murah. Menurutnya, mesin balap khusus justru lebih efisien karena sudah dirancang langsung untuk kebutuhan kompetisi.
“Saya paham mereka ingin menggunakan mesin produksi karena pasar sekarang tidak mendukung mesin balap khusus 250cc. Tapi ini tetap Grand Prix. Mesin balap khusus dengan gearbox yang tepat justru lebih cocok,” jelas Miller.
Ia juga mempertanyakan klaim bahwa mesin produksi akan mengurangi biaya, karena tim tetap harus melakukan banyak modifikasi untuk menyesuaikan kebutuhan balap.
“Saya tidak yakin mesin produksi akan lebih murah. Anda tetap harus membeli lalu memodifikasinya agar sesuai kebutuhan balap,” lanjutnya.
Meski memiliki sejumlah keraguan, Miller tetap mendukung upaya peningkatan keselamatan di kelas junior tersebut. Ia menilai perubahan yang membuat performa motor lebih berbeda dapat membantu mengurangi balapan bergerombol yang berisiko tinggi.
“Setidaknya mereka mencoba melakukan sesuatu. Saya percaya Moto3 memang perlu dibuat lebih aman. Jika bakat dan skill bisa lebih memisahkan pembalap, itu akan membantu,” tutup Miller.
Sebagai informasi, konsep serupa juga pernah terjadi di World Supersport 300 yang kemudian digantikan kelas Sportbike dengan motor berkapasitas lebih besar mulai musim 2026, guna meningkatkan keselamatan dan kualitas kompetisi.