Beranda blog Halaman 25

JRC 2026 Seri 1 : Aldias Aqsal Cetak Waktu Terbaik di QTT Bebek 4T 150cc Expert, Disusul Alfi Husni​

​OtomotifZone.com – Semarang Persaingan kelas para raja, Bebek 4T 150cc Expert, dalam gelaran Java Race Championship (JRC) 2026 di Sirkuit Mijen, langsung menyuguhkan tensi tinggi sejak sesi kualifikasi dimulai.

Pembalap dari tim Ziear, Aldias Aqsal Ismaya, menunjukkan kelasnya sebagai salah satu kandidat kuat juara. Mengandalkan performa mesin yang optimal dari Thestrokes55 dan teknik balap yang presisi, Aldias sukses menjadi yang tercepat di sesi QTT kali ini.

​Strategi tim Ziear terbukti sangat ampuh di lintasan Mijen yang teknikal. Aldias tidak sendirian di barisan depan, ia berhasil memanfaatkan momentum slipstream dari rekan setimnya, Alfi Husni. Strategi “tarik-menarik” ini membuahkan hasil manis di lap kelima, di mana Aldias mencatatkan waktu tajam 45.572 detik.
​Hasil ini menempatkan duet Ziear di posisi satu dan dua, sekaligus memberikan sinyal ancaman serius bagi rival-rival lainnya di kelas Expert.

​Meski tim Ziear mendominasi posisi teratas, Akbar Abud dari SAE Racing Team tidak bisa dipandang sebelah mata. Berada di posisi ketiga, Akbar Abud terus menempel ketat perolehan waktu para pembalap depan dan siap memberikan kejutan pada saat race nanti.

​Dengan hasil QTT ini, kelas Bebek 4T 150cc Expert dipastikan akan menjadi tontonan paling mendebarkan. Apakah Aldias mampu mempertahankan posisinya dari gempuran lawan, ataukah ada strategi baru dari tim SAE Racing di balapan utama besok? Kita nantikan aksinya!

Harga BBM Naik Hari Ini, Ada Yang Melonjak Hingga 64,83%

OtomotifZone.com — Jakarta, Kenaikan harga bahan bakar kembali terjadi per hari ini, Jumat (18/4). Tim redaksi mendapatkan informasi adanya lonjakan harga yang cukup signifikan, terutama pada bahan bakar non subsidi. Bahkan, kenaikan harga tersebut tercatat menyentuh hingga 48,1 persen.

Lonjakan paling terasa terjadi pada Pertamax Turbo. Mengacu pada data harga sebelumnya pada (17/1) di wilayah DKI Jakarta, harga Pertamax Turbo berada di angka Rp13.100 per liter. Namun per (18/4), harga tersebut melonjak menjadi Rp19.400 per liter.

Kenaikan juga terjadi pada Pertamina Dex yang bahkan mencatat lonjakan lebih tinggi. Berdasarkan data yang dihimpun, Pertamina Dex mengalami kenaikan hingga 64,83 persen. Dari sebelumnya Rp14.200 per liter, kini naik menjadi Rp23.900 per liter.

Tidak hanya itu, Dexlite di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) juga mengalami penyesuaian harga. Dari harga Rp14.200 per liter, kini meningkat menjadi Rp23.600 per liter.

Sementara itu, untuk bahan bakar lainnya seperti Pertalite, Pertamax 92, Pertamax Green, serta Biosolar masih terpantau belum mengalami perubahan harga dan tetap berada pada angka sebelumnya.

Kenaikan harga bahan bakar non subsidi ini diperkirakan akan berdampak pada biaya operasional kendaraan, khususnya bagi pengguna kendaraan dengan spesifikasi bahan bakar beroktan tinggi maupun kendaraan diesel premium.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi terkait faktor utama kenaikan harga tersebut. Namun, biasanya penyesuaian harga bahan bakar non subsidi dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak dunia serta nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Tim redaksi masih terus memantau perkembangan terbaru terkait penyesuaian harga bahan bakar di berbagai wilayah Indonesia.

Velg X-Wheel: Pendatang Baru yang Langsung Menggebrak Podium ARRC & Kini Tampil Elegan Siap Hantar ZIEAR di Java Race Mijen!​

​OtomotifZone.com – Jakarta, Dunia balap tanah air kembali kedatangan kontestan baru di sektor parts modifikasi yang tidak main-main prestasinya. Belum lama ini, Velg X-Wheel sukses mencuri perhatian setelah membuat gebrakan besar dengan mengantarkan Tim Ziear meraih podium pada Seri 1 ARRC (Asia Road Racing Championship). Tidak berhenti di level Asia, akhir pekan ini X-Wheel siap membuktikan ketangguhannya di kancah nasional.

Tampil Mencolok di Sirkuit Mijen, Menjelang gelaran bergengsi Java Race Championship (JRC) 2026, suasana di Sirkuit Mijen, Semarang kian memanas. Di tengah kesibukan kru Tim Ziear menyempurnakan settingan mesin, ada satu komponen yang sangat menarik mata, velg berwarna putih bersih dengan livery khas Ziear yang terpampang nyata.

​Penggunaan warna putih yang kontras membuat tampilan motor balap Ziear tampak lebih segar dan mencolok di lintasan. Namun, daya tarik X-Wheel bukan sekadar estetika, melainkan performa yang ditawarkannya.

​Material Khusus dan Teknologi masa kini
​Velg X-Wheel dirancang menggunakan material khusus yang diklaim jauh lebih ringan dibandingkan velg standar kompetisi lainnya. Keunggulan utamanya terletak pada tingkat presisi yang tinggi, sebuah variabel krusial bagi para pembalap untuk mendapatkan handling yang sempurna saat melibas tikungan tajam seperti di Mijen.

​Unit yang terpasang pada motor Tim Ziear saat ini merupakan versi prototype yang ditujukan untuk riset pasar Asia dan Eropa,Tandas Chiko Selalu penggagas velg ini.

Hal ini menunjukkan bahwa X-Wheel memiliki ambisi besar untuk bersaing di level global dengan standar kualitas internasional.

​Spesifikasi Lengkap & Sistem Pre-Order
​Bagi para pecinta kecepatan dan modifikasi yang sudah tidak sabar meminang velg ini, nampaknya harus sedikit bersabar. Karena statusnya yang eksklusif, X-Wheel hanya bisa didapatkan melalui sistem Pre-Order (PO) yang dibuka hingga bulan Agustus mendatang.
​X-Wheel hadir dengan berbagai pilihan ukuran yang sangat fleksibel untuk kebutuhan track day maupun harian, antara lain 1.60 – 1.60 / ​1.60 – 1.85 / 1.85 – 2.50/ 3.00 – 4.00 (Untuk motor berkapasitas mesin lebih besar/sport)

​Kehadiran X-Wheel di Java Race Championship akhir pekan ini tentu menjadi ancaman bagi merk-merk lama. Apakah performa ringannya mampu membawa Tim Ziear kembali menguasai podium tertinggi? Kita lihat pembuktiannya di aspal Sirkuit Mijen!

YUKIDO X RH57 Siap Tempur di JRC 2026: Andalkan Skuad Lama dan Targetkan Juara Umum Novice!

​OtomotifZone.com, Semarang – Persaingan di ajang SAE Java Race Championship (JRC) 2026 dipastikan bakal sengit. Salah satu tim yang paling disorot, pasukan RH57, telah menyatakan kesiapannya untuk turun di seri perdana yang akan berlangsung di Sirkuit Mijen, Semarang.

​Tampil dengan bendera tim YUKIDO X RH57, skuad ini memilih untuk tetap setia dengan formasi yang sudah teruji.

​Alih-alih merombak susunan pembalap, RH57 memilih untuk mempertahankan dua pembalap yang telah dipercaya sejak gelaran LFN 2025 lalu. Chemistry yang sudah terbangun kuat antara pembalap dan kru mekanik menjadi alasan utama tim ini tetap mempertahankan duet andalannya untuk mengarungi musim balap 2026.

​Bayu Widhi Asmoro, atau yang akrab disapa Bayu Ucil selaku owner tim, mengonfirmasi bahwa konsistensi adalah kunci utama mereka tahun ini.

​Tidak main-main dalam urusan teknis, YUKIDO X RH57 telah menyiapkan total 8 unit motor untuk bertarung di berbagai kelas. Fokus utama mereka tahun ini sangat jelas: menguasai kategori pemula.
​”Untuk tahun ini kita masih sama dan menargetkan juara umum, baik di kelas Novice 2-Tak maupun 4-Tak,” ungkap Bayu Ucil saat ditemui di sela-sela persiapan tim.

​Sebelum genderang perang dimulai, tim ini telah melakukan persiapan matang dengan melakukan sesi setting intensif selama tiga hari di Sirkuit Mijen. Dari data yang dihimpun, performa motor menunjukkan grafik yang sangat positif dan kompetitif.
​”Hasil setting tiga hari di Mijen sudah menunjukkan performa yang baik. Kami yakin mampu bertarung di barisan depan. Semoga ada rejekinya di seri perdana JRC 2026 ini,” tutup Bayu Ucil dengan optimis.

​Dengan persiapan yang matang dan amunisi motor yang melimpah, YUKIDO X RH57 diprediksi akan menjadi lawan tangguh bagi tim-tim besar lainnya di seri pembuka JRC 2026. Kita tunggu saja aksi mereka di lintasan

Jack Miller Usulkan Alternatif Mesin 700cc Moto3, Soroti Pentingnya Menonjolkan Bakat Pebalap

Jack Miller Usulkan Alternatif Mesin 700cc Moto3

OtomotifZone.com — Jakarta, Rencana perubahan besar di kelas Moto3 untuk musim 2028 mulai menuai berbagai tanggapan dari pembalap MotoGP. Salah satunya datang dari Jack Miller yang memberikan pandangan berbeda terkait wacana penggunaan mesin 700cc berbasis produksi sebagai pengganti mesin 250cc satu silinder saat ini.

Seperti diketahui, meski belum diumumkan secara resmi, kelas Moto3 diperkirakan akan beralih dari mesin 250cc single-cylinder buatan KTM dan Honda ke mesin twin-cylinder 700cc berbasis produksi dari satu pemasok. Perubahan ini diklaim bertujuan untuk menekan biaya sekaligus meningkatkan keselamatan dan mempermudah pembalap terbaik tampil lebih menonjol.

Jack Miller, yang memulai debut Grand Prix di kelas 125cc pada 2011 dan pernah bersaing ketat dengan Alex Marquez dalam perebutan gelar Moto3 2014, mengakui bahwa perubahan memang dibutuhkan. Namun, ia tidak sepenuhnya setuju jika solusi yang diambil adalah memperbesar kapasitas mesin.

“Saya pikir perubahan memang dibutuhkan. Tapi soal mesin yang lebih besar, saya tidak sepenuhnya setuju. Saya rasa ban bisa dibuat lebih kecil,” ujar Miller.

Menurut pembalap Pramac Yamaha tersebut, perkembangan teknologi ban dalam dua dekade terakhir membuat pembalap Moto3 saat ini memiliki grip yang sangat besar. Hal ini membuat balapan menjadi terlalu rapat dan sulit bagi pembalap berbakat untuk benar-benar membedakan diri dari kompetitor.

“Selama 20 tahun terakhir, tren ban semakin besar, baik di Moto3, Moto2, maupun MotoGP. Dengan ban yang lebih lebar, area kontak lebih besar, sehingga pembalap bisa melakukan banyak hal tanpa terlalu banyak risiko,” jelas Miller.

Ia menambahkan bahwa dengan tenaga mesin Moto3 yang relatif kecil, pembalap jarang mengalami kesalahan besar karena ban yang terlalu baik memberikan kontrol yang sangat stabil. Oleh karena itu, menurutnya, mengurangi lebar ban bisa menjadi solusi yang lebih sederhana namun efektif.

“Kalau lebar ban dikurangi, saya rasa balapan akan lebih tersebar dan bakat pembalap bisa lebih terlihat,” tambahnya.

Selain itu, Miller juga menyoroti rencana penggunaan mesin berbasis produksi yang dinilai belum tentu lebih murah. Menurutnya, mesin balap khusus justru lebih efisien karena sudah dirancang langsung untuk kebutuhan kompetisi.

“Saya paham mereka ingin menggunakan mesin produksi karena pasar sekarang tidak mendukung mesin balap khusus 250cc. Tapi ini tetap Grand Prix. Mesin balap khusus dengan gearbox yang tepat justru lebih cocok,” jelas Miller.

Ia juga mempertanyakan klaim bahwa mesin produksi akan mengurangi biaya, karena tim tetap harus melakukan banyak modifikasi untuk menyesuaikan kebutuhan balap.

“Saya tidak yakin mesin produksi akan lebih murah. Anda tetap harus membeli lalu memodifikasinya agar sesuai kebutuhan balap,” lanjutnya.

Meski memiliki sejumlah keraguan, Miller tetap mendukung upaya peningkatan keselamatan di kelas junior tersebut. Ia menilai perubahan yang membuat performa motor lebih berbeda dapat membantu mengurangi balapan bergerombol yang berisiko tinggi.

“Setidaknya mereka mencoba melakukan sesuatu. Saya percaya Moto3 memang perlu dibuat lebih aman. Jika bakat dan skill bisa lebih memisahkan pembalap, itu akan membantu,” tutup Miller.

Sebagai informasi, konsep serupa juga pernah terjadi di World Supersport 300 yang kemudian digantikan kelas Sportbike dengan motor berkapasitas lebih besar mulai musim 2026, guna meningkatkan keselamatan dan kualitas kompetisi.

Progres Pesat Darren Arthur Gani, Pembalap 11 Tahun Indonesia Bersinar di Asia

OtomotifZone.com – Thailand, Di usia yang baru menginjak 11 tahun, pembalap gokart muda Indonesia, Darren Arthur Gani, kembali menunjukkan peningkatan signifikan dalam perjalanan kariernya di level internasional. Performa impresif tersebut ia buktikan pada ajang IAME Asia Series Round 3 yang berlangsung pada 11–12 April 2026 di Bira Kart Circuit, Pattaya, Thailand.

Bersaing dengan 35 pembalap terbaik Asia Pasifik di kelas Cadet, Darren berhasil meraih posisi runner-up (P2). Sebuah hasil yang tidak hanya membanggakan, tetapi juga menegaskan progres performanya dari waktu ke waktu. Jika sebelumnya Darren masih beradaptasi dengan tekanan kompetisi internasional, kini ia mulai menunjukkan konsistensi, ketenangan, serta kemampuan bersaing di barisan depan.

Perjalanan Darren sepanjang akhir pekan di Thailand mencerminkan perkembangan yang jelas. Ia memulai dengan hasil P5 di sesi kualifikasi, kemudian meningkatkan performa dengan meraih P2 pada dua heat race. Momentum positif itu berlanjut ketika Darren berhasil mengamankan posisi front row pada sesi superheat. Pada balapan final, ia mampu mempertahankan performa dan finis di posisi kedua setelah melalui pertarungan ketat melawan pembalap dari Malaysia dan Hong Kong.

Performa tersebut menjadi bukti bahwa Darren tidak hanya mengandalkan bakat alami, tetapi juga berkembang melalui proses belajar dan kerja keras. Dari yang sebelumnya masih mencari ritme di level Asia, kini Darren mulai membangun konsistensi serta kepercayaan diri di setiap sesi balapan.

Sepanjang akhir pekan, Darren yang berlaga di bawah naungan DRM Racing Team menunjukkan kemampuan adaptasi yang semakin matang. Ia mampu membaca karakter lintasan dengan lebih baik, menjaga pace secara konsisten, serta menghadapi tekanan kompetisi yang tinggi dengan mental yang kuat. Setiap sesi dimanfaatkannya sebagai ruang pembelajaran untuk meningkatkan racecraft.

“Saya senang bisa sampai di posisi ini, tapi jujur masih banyak yang harus saya pelajari,” ujar Darren.
“Di beberapa bagian saya masih bikin kesalahan, tapi dari situ saya jadi tahu harus improve di mana. Saya mau terus latihan supaya bisa lebih konsisten di race berikutnya.”

Pendekatan Darren yang terbuka terhadap proses belajar menjadi salah satu kekuatan utamanya. Ia tidak hanya fokus pada hasil akhir, tetapi juga aktif memahami setiap detail yang bisa membuatnya berkembang sebagai pembalap.

Perwakilan tim, Keannon, turut menyoroti perkembangan tersebut sebagai fondasi penting untuk masa depan Darren.

“Darren menunjukkan progres yang jelas dari satu sesi ke sesi berikutnya. Dia tidak takut mengakui kekurangannya, dan justru itu yang membuat dia punya potensi. Di usia yang masih 11 tahun, ini tidak mudah,” jelas Keannon.

Keannon juga menambahkan bahwa rasa ingin tahu Darren menjadi faktor pembeda.
“Dia selalu bertanya ‘kenapa’ dan ‘bagaimana’. Itu yang membuat dia tidak hanya cepat, tapi juga terus berkembang dengan pemahaman yang lebih dalam.”

Hasil di Thailand ini bukan sekadar pencapaian semata, tetapi juga menjadi sinyal bahwa Darren Arthur Gani berpotensi menjadi salah satu pembalap harapan masa depan Indonesia di level internasional.

“Saya ingin terus belajar dan jadi lebih baik lagi di setiap balapan,” tutup Darren.

Seri 1 Kejurnas Motocross MPS Pandeglang Beri Semangat MX Musim 2026

OtomotifZone.com – Pandeglang. Seri 1 Kejurnas Motocross di sirkuit MPS Motorsport Pandeglang – Banten 11 – 12 April 2026 selesai dengan hasil maksimal. Usaha habis-habisan yang di lakukan pihak MPS Motorsport sebagai tuan rumah berhasil menyuguhkan sebuah tontonan yang selalu berbeda ketika event diselenggarakan di sirkuit ini.

Mengambil seri Kejurnas motocross tentu memiliki konsekuensi cukup tinggi karena saat ini motocross agak berbeda dengan motocross jaman dahulu. Pergeseran jaman membuat balap motocross sekarang agak sepi dibanding dengan Grasstrack. Tapi keraguan tersebut terbayar di depan mata dengan hadirnya para peserta yang cukup banyak dan penonton yang lumayan membludak di hari pertama dan hari kedua.

Haji Mohammad Aspuri Hz sebagai pemilik MPS Pandeglang tak lain adalah pemilik dealer legendaris yang selalu berpartisipasi di dunia balap Grasstrack sampai motocross saat ini. Beliau mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada seluruh tim peserta dan seluruh pendukung sponsor pendukung yang ikut mensupport habis gelaran seri pertama Kejurnas motocross di sirkuit MPS Motorsport.

“Alhamdulillah tempat ini bisa kembali berfungsi sebagai tempat terlaksananya event berskala nasional. Saya pribadi dan MPS Motorsport mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim manajer sponsor dan masyarakat Pandeglang yang ikut membantu melancarkan even di sini. Semoga muncul talenta talenta baru di dunia motocross tanah air,” ucap beliau.

Sirkuit MPS Motorsport sudah melaksanakan kewajibannya sebagai penyelenggara pembuka Kejurnas Motocross 2026. Di harapkan event seterusnya mampu terlaksana dengan rapi seperti yang sudah di laksanakan pada seri ini.

Hindari Menarik Gas Saat Menahan Motor di Tanjakan

Hindari Menarik Gas Saat Menahan Motor

Kondisi jalan di Indonesia yang beragam, mulai dari jalan datar, tanjakan, turunan hingga tikungan tajam, menuntut pengendara sepeda motor untuk memahami teknik berkendara yang tepat. Selain berpengaruh terhadap keselamatan, cara berkendara juga berdampak pada performa serta keawetan komponen sepeda motor.

Salah satu kebiasaan yang masih sering dilakukan pengendara adalah menahan sepeda motor di tanjakan dengan cara menarik gas sambil menekan rem. Meskipun terlihat praktis, cara ini tidak dianjurkan karena dapat memberikan beban kerja berlebih pada komponen kendaraan.

Saat gas tetap ditarik sementara roda ditahan oleh rem, mesin tetap menghasilkan tenaga namun tidak tersalurkan dengan optimal. Kondisi ini menyebabkan beberapa komponen bekerja lebih keras dan berpotensi mengalami keausan lebih cepat.

Pada sepeda motor matic, kebiasaan ini dapat menyebabkan kampas kopling cepat aus, sistem CVT mengalami peningkatan suhu (overheat), performa tarikan menjadi kurang responsif, serta konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros. Sementara itu, pada sepeda motor manual atau kopling, dampak yang ditimbulkan antara lain kampas kopling lebih cepat habis, mesin dan kopling menjadi lebih panas, performa menurun, serta meningkatkan risiko motor meloncat saat rem dilepas.

Untuk itu, teknik yang tepat saat berhenti di tanjakan adalah dengan menggunakan rem untuk menahan posisi sepeda motor. Ketika akan kembali berjalan, lepaskan rem secara perlahan dan tarik gas secara bertahap agar tenaga dapat tersalurkan dengan optimal.

Training Facilitator PT Daya Adicipta Motora, Jamroni, menjelaskan bahwa pemahaman teknik berkendara yang benar sangat penting untuk menjaga performa kendaraan. “Kebiasaan menarik gas saat menahan motor di tanjakan sebaiknya dihindari karena dapat mempercepat keausan komponen serta meningkatkan risiko saat berkendara. Pengendara perlu memahami teknik yang tepat agar kendaraan tetap aman dan nyaman digunakan,” ujarnya.

Dengan menerapkan teknik berkendara yang benar, pengendara tidak hanya menjaga keselamatan, tetapi juga membantu mempertahankan performa sepeda motor agar tetap optimal. Untuk menjaga kondisi kendaraan tetap prima, lakukan perawatan secara rutin di bengkel resmi Honda atau AHASS sesuai dengan jadwal perawatan berkala.

Selalu ingat untuk #Cari_Aman dengan menerapkan teknik berkendara yang tepat demi keselamatan dan kenyamanan di setiap perjalanan.

Cara Mudah Aktifkan Anti-Theft Alarm Honda Stylo 160

Aktifkan Anti-Theft Alarm

Sebagai upaya meningkatkan keamanan kendaraan, Honda Stylo 160 telah dilengkapi dengan fitur Anti-Theft Alarm yang berfungsi memberikan peringatan saat terdeteksi adanya gangguan atau pergerakan pada sepeda motor ketika dalam kondisi terparkir.

Fitur ini menjadi salah satu teknologi yang mendukung kenyamanan pengguna, terutama saat meninggalkan kendaraan di area publik, sehingga potensi risiko kehilangan dapat diminimalkan.

Untuk mengaktifkan Anti-Theft Alarm, pengguna cukup memastikan kunci kontak berada pada posisi OFF, kemudian menekan tombol alarm pada remote hingga terdengar bunyi dan lampu sein berkedip sebagai tanda sistem telah aktif.

Sementara itu, untuk menonaktifkan fitur tersebut, pengguna dapat kembali menekan tombol pada remote hingga sistem memberikan indikator berupa bunyi dan kedipan lampu sein yang menandakan alarm telah dinonaktifkan.

Penggunaan fitur ini perlu didukung dengan memastikan remote selalu dalam kondisi aktif dan berada dalam jangkauan pengguna, agar fungsi keamanan dapat bekerja secara optimal.

“Fitur Anti-Theft Alarm pada Honda Stylo 160 dirancang untuk memberikan perlindungan tambahan sekaligus meningkatkan rasa aman bagi pengguna dalam berbagai kondisi,” ujar Jamroni, selaku Training Facilitator PT Daya Adicipta Motora.

Dengan memahami cara penggunaan fitur ini, diharapkan pengguna Honda Stylo 160 dapat meningkatkan keamanan kendaraan sekaligus membangun budaya berkendara yang aman dengan selalu menggunakan perlengkapan berkendara yang lengkap, sebagai bagian dari implementasi kampanye keselamatan berkendara Honda, yaitu #Cari_Aman. 

Boy Arbi Gunakan Nomor Start 162 di 2026, Kawahara Ikut Ambil Andil dalam Sejarah Baru

OtomotifZone.com — Jakarta, Musim balap 2026 menjadi momen spesial bagi Boy Arbi Febri. Tak hanya bergabung dengan tim baru, pebalap berdarah Riau tersebut juga membuat keputusan mengejutkan dengan mengganti nomor start yang sudah hampir satu dekade melekat pada dirinya.

Pada tahun 2026 ini, Boy Arbi dipastikan akan memperkuat tim Tim Ziear yang bermarkas di Solo. Tim yang dikomandoi oleh mekanik kondang Bima Aditya tersebut menambah Boy Arbi sebagai salah satu amunisi untuk bertarung di ajang Java Race Championship 2026.

Gelaran Java Race Championship sendiri akan berlangsung akhir pekan ini, tepatnya pada 18–19 April 2026. Namun yang cukup menyita perhatian adalah keputusan Boy yang tidak lagi menggunakan nomor start 2, nomor yang telah ia pakai hampir 10 tahun terakhir.

Sebagai gantinya, Boy Arbi memilih nomor start 162 pada musim 2026. Keputusan ini bukan tanpa alasan. Ternyata nomor tersebut memiliki sejarah tersendiri dalam perjalanan kariernya, bahkan melibatkan tim Kawahara Racing yang pernah mengantarkan Boy ke puncak prestasi.

“Waaaah history nomer 162 kan kita sama sama tau. Ada history juga dulu pertama datang ke Jawa pakai nomer 277 itu di tahun 2012. Lalu di tahun 2016 aku ganti nomer 2, alhamdulillah di tahun itu juara region MP1 sama Kawahara di Region 2. Naaah ini 1 dekade kemudian 2026 ganti 162 mudah-mudahan hokinya kaya tahun 2016 mas hehe,” ujar Boy Arbi langsung kepada tim redaksi.

Seperti diketahui, pada tahun 2016 Boy Arbi berhasil menjadi raja di Kejurnas Motoprix Region 2 bersama tim Kawahara. Kala itu, ia menggunakan nomor start 2 yang kemudian menjadi nomor identik dengan dirinya selama bertahun-tahun.

Kini, satu dekade berselang, Boy mencoba membuka lembaran baru dengan nomor 162. Harapannya tentu sama, mengulang kesuksesan besar seperti yang pernah diraih pada 2016.

Dengan dukungan tim Ziear, racikan mesin Bima Aditya, serta semangat baru melalui nomor start 162, Boy Arbi Febri menjadi salah satu pebalap yang patut dinantikan aksinya pada seri perdana Java Race Championship 2026 akhir pekan ini.