Beranda blog Halaman 24

JRC 2026 seri 1 : Dramatis! Syirat Sauqi Amankan Tahta QTT Bebek 2T STD 125cc Expert.

​OtomotifZone.com – Semarang, Persaingan di kelas Bebek 2T STD 125cc Expert pada seri perdana Java Race Championship (JRC) 2026 di Sirkuit Mijen benar-benar menguras emosi. Melalui pertarungan yang sangat ketat, M. Syirat Sauqi akhirnya berhasil keluar sebagai yang tercepat dalam sesi kualifikasi (QTT).

​Finishing Berkelas dari No Limit Racing
​Membela tim No Limit Racing, Syirat Sauqi menunjukkan mental juara dengan melakukan finishing yang luar biasa. Meski sempat tergeser dari posisi puncak selama beberapa lap, pembalap bernomor start #270 ini tetap tenang mencari celah untuk mempertajam waktunya.

​Momen krusial terjadi di 10 menit terakhir sebelum bendera merah (red flag) berkibar. Syirat Sauqi berhasil membukukan catatan waktu terbaiknya di angka 47.644 detik. Torehan ini sekaligus mengunci posisi pertama dan menghentikan dominasi para rivalnya di menit-menit akhir yang sangat krusial.

​Sengitnya Perebutan Posisi Teratas, Sirkuit Mijen menyuguhkan tontonan balap tingkat tinggi di kelas Expert ini. Sebelum Syirat Sauqi mengunci posisi puncak, papan klasemen waktu sempat bergerak dinamis.

Nama-nama besar seperti Fahmi Basam & Dimas JM, Keduanya sempat mencicipi posisi teratas dan saling lempar catatan waktu tercepat. Namun, konsistensi dan strategi yang tepat dari tim No Limit Racing berhasil membawa Syirat Sauqi kembali ke urutan pertama hingga sesi berakhir secara dramatis.

Dengan hasil ini, Syirat Sauqi akan memimpin barisan start di balapan final nanti. Akankah ketajaman pembalap No Limit Racing ini kembali membuahkan podium juara di race perdana esok hari? Mari kita tunggu kelanjutan aksinya!

Muhammad Harits Tercepat di QTT Senior ROK, Persaingan Super Ketat di Eshark Rok Cup Seri 2 Sentul

OtomotifZone.com – Jakarta, Persaingan ketat langsung tersaji pada sesi Qualifying Time Trial (QTT) kelas Senior ROK dalam Eshark Rok Cup Seri 2 yang berlangsung Sabtu (18/4) di Sirkuit Internasional Karting Sentul. Selisih waktu yang sangat tipis antar pebalap membuat kategori Senior ROK menjadi salah satu kelas paling kompetitif.

Muhammad Harits berhasil mengamankan posisi tercepat setelah mencatatkan waktu terbaik 50.207 detik. Pebalap bernomor 211 tersebut tampil konsisten sepanjang sesi kualifikasi dan sukses mengunci pole position untuk balapan utama.

Persaingan semakin menarik karena posisi kedua ditempati Kimi Rae dengan selisih sangat tipis, hanya 0.019 detik dari Harits. Kimi Rae mencatatkan waktu 50.226 detik dan berpeluang besar memberikan tekanan sejak lap awal.

Daffa AB melengkapi tiga besar setelah mencatatkan waktu 50.485 detik. Sementara Danish Irwan Chen Riuyi dan Dominic Brayden B Setiawan melengkapi lima besar dengan catatan waktu yang juga sangat berdekatan.

Menariknya, 10 besar pebalap Senior ROK hanya terpaut kurang dari satu detik, menunjukkan ketatnya persaingan di kelas ini. Nathan Anthony Arya, Sebastian Kennard Tamuntuan, Naryama Gyan Wahyudi, Zahir Ali, hingga Helmi Husni Mahrus juga berada dalam perebutan barisan depan.

Dengan hasil tersebut, balapan Senior ROK diprediksi akan berlangsung sengit. Peluang saling salip sejak lap awal sangat terbuka mengingat performa para pebalap yang relatif merata.

Lieming Junior Unggul di Kualifikasi Entry Level Eshark Rok Cup Seri 2

OtomotifZone.com – Jakarta, Babak Qualifying Time Trial (QTT) kelas Entry Level pada Eshark Rok Cup Seri 2 yang berlangsung Sabtu (18/4) di Sirkuit Internasional Karting Sentul menghadirkan persaingan menarik dari para pebalap muda. Meski berstatus kelas pemula, para peserta tetap menunjukkan performa kompetitif sejak awal sesi kualifikasi.

Lieming Junior tampil sebagai pebalap tercepat setelah mencatatkan waktu 57.313 detik. Catatan tersebut membuatnya berhak mengamankan posisi start terdepan pada balapan utama.

Di posisi kedua, Joe Wilson menunjukkan performa solid dengan mencatatkan waktu 58.316 detik. Sementara Arjuna Arnianto menempati posisi ketiga dengan waktu 58.423 detik, sekaligus membuka peluang persaingan sengit pada race nanti.

Raja Araia berada di posisi keempat dengan waktu 58.900 detik, diikuti Ghani Muhammad di posisi kelima dengan catatan 59.381 detik. Sementara Kelly Eugene menutup posisi enam dengan waktu 1:04.974.

Dengan selisih waktu yang cukup berdekatan di barisan depan, balapan kelas Entry Level diprediksi berlangsung menarik. Para pebalap muda berpotensi memberikan kejutan dalam perebutan podium pada seri kedua yang berlangsung di Bogor tersebut.

Zavian Fabrizio Tercepat di QTT Junior ROK, Persaingan Ketat Warnai Eshark Rok Cup Seri 2 Sentul

OtomotifZone.com – Jakarta, Babak Qualifying Time Trial (QTT) kategori Junior ROK pada Eshark Rok Cup Seri 2 yang berlangsung Sabtu (18/4) di Sirkuit Internasional Karting Sentul berlangsung ketat dan penuh persaingan. Delapan pebalap tampil maksimal untuk mengamankan posisi start terbaik pada balapan yang digelar di Bogor, Jawa Barat tersebut.

Zavian Fabrizio tampil impresif dengan mencatatkan waktu tercepat 51.471 detik. Catatan waktu tersebut mengantarkan Zavian menempati posisi terdepan sekaligus menjadi kandidat kuat pada balapan utama.

Persaingan sengit langsung terlihat dari posisi kedua yang ditempati Advan Auriel dengan selisih tipis 0.145 detik dari Zavian. Sementara Altaf Ridwan melengkapi posisi tiga besar setelah mencatatkan waktu 51.782 detik.

Tidak hanya tiga besar, jarak waktu antar pebalap lima besar juga sangat rapat. Raufaa Mahendra menempati posisi keempat dengan waktu 51.831 detik, diikuti Abraham Bastian di posisi kelima dengan catatan 51.893 detik.

Kimi Seto berada di posisi keenam dengan waktu 52.768 detik. Sementara Joaquin Garcia dan Richard Vasquez masing-masing menempati posisi tujuh dan delapan.

Dengan selisih waktu yang sangat tipis, balapan kategori Junior ROK diprediksi akan berlangsung sengit. Para pebalap berpeluang besar saling salip sejak lap awal demi memperebutkan posisi terdepan pada race utama.

JRC 2026 Seri 1 : Chessy Meilandri Amankan Pole Position Bebek 4T TU 130cc Novice, Reykat Naik Ke Urutan Dua!

​OtomotifZone.com – Semarang, Persaingan sengit tersaji dalam sesi kualifikasi (QTT) kelas Bebek 4T TU 130cc Novice pada seri pembuka Java Race Championship (JRC) 2026. Di bawah bendera tim raksasa No Limit Racing, Chessy Meilandri sukses membuktikan tajinya dengan mengunci posisi start terdepan.

​Sejak sesi dimulai, atmosfer kompetisi sudah terasa panas. Namun, Chessy Meilandri menunjukkan ketenangan yang luar biasa. Tepat pada lap kelima, pembalap bernomor start #99 ini berhasil melakukan flying lap yang sempurna.

​Dengan catatan waktu 47.072 detik, Chessy langsung melesat ke urutan terbaik. Torehan waktu tersebut menjadi patokan yang sangat sulit ditembus oleh para rivalnya, meskipun banyak pembalap lain yang terus melakukan push sejak keluar dari waiting zone.

​Perebutan posisi di barisan depan tidak berhenti sampai di situ. Rival terdekat Chessy, Reykat Yusuf, terus mencoba memberikan perlawanan sengit.
​Reykat Yusuf Sempat tertahan di urutan ketiga, Reykat menunjukkan determinasi tinggi di menit-menit akhir. Ia berhasil mempertajam waktunya menjadi 47.166 detik, yang secara dramatis mengantarkannya naik ke posisi kedua.

Sedangkan Jordan Badaru. Sempat merasa aman di posisi kedua, ia harus rela tergeser hingga ke posisi keempat setelah para rivalnya mencatatkan waktu yang lebih kompetitif di penghujung sesi kelas ini.

Rex Alexander Kukuhkan Diri Tercepat QTT MiniRok, Persaingan Eshark Rok Cup Seri 2 Semakin Panas

OtomotifZone.com – Jakarta, Rex Alexander Symour mengukuhkan namanya sebagai pebalap tercepat pada babak kualifikasi Time Trial (QTT) kelas MiniRok di Eshark Rok Cup Seri 2 yang berlangsung (18/4) di Sirkuit Internasional Karting Sentul.

Pebalap dari NEO Racing tersebut berhasil mencatatkan waktu terbaik 56.301 detik, sekaligus mengungguli Arfa Rashid Yunial yang berada di posisi kedua dengan selisih sangat tipis, hanya 0.009 detik atau dengan catatan waktu 56.310 detik.

Sebelumnya, banyak yang memprediksi pertarungan sengit akan terjadi antara Rex Alexander Symour dan Kenzie Erizananda. Hal tersebut tidak lepas dari performa keduanya yang tampil dominan saat sesi Free Practice dengan saling bergantian mencatatkan waktu tercepat.

Namun siapa sangka, justru muncul nama Arfa Rashid Yunial dan Michael Vino Satrio yang ikut meramaikan persaingan ketat di barisan depan. Keduanya mampu memecah dominasi duel antara Rex dan Kenzie.

Pada hasil akhir QTT, posisi ketiga berhasil diraih Michael Vino Satrio dengan catatan waktu 56.344 detik. Sementara Kenzie Erizananda harus puas berada di posisi keempat setelah mencatatkan waktu 56.413 detik.

Dengan selisih waktu yang sangat tipis di antara empat pebalap teratas, balapan MiniRok di Eshark Rok Cup Seri 2 dipastikan akan berlangsung sangat ketat. Peluang kemenangan masih terbuka bagi siapa saja, dan pertarungan menuju podium diprediksi akan berlangsung panas sejak lap pertama.

JRC 2026 Seri 1 : Fahmi Basam Penguasa QTT Underbone 130cc, catat 45.087 detik!

​OtomotifZone.com – Semarang, Sirkuit Mijen Semarang kembali menjadi saksi ketajaman Fahmi Basam. Membela panji LFN HP969 Racing Team, pembalap dengan nomor start #22 ini tampil dominan dalam sesi Kualifikasi (QTT) kelas bergengsi Bebek 2T Underbone 130cc pada gelaran Java Race Championship (JRC) 2026.

​Sejak bendera start sesi kualifikasi dikibarkan, Fahmi langsung mencoba mencari ritme terbaik di atas aspal Mijen. Meski persaingan di kelas “para raja” ini sangat ketat, pembalap andalan tim milik Haji Putra Rizky ini menunjukkan kelasnya dengan terus mempertajam catatan waktu di setiap putaran.

​Perjuangan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil manis. Memasuki lap ke-7, Fahmi Basam berhasil mencatatkan waktu fantastis 45.087 detik. Catatan waktu ini langsung menempatkannya di posisi teratas

​Menariknya, hingga menit terakhir sesi kualifikasi usai, posisi Fahmi Basam tetap tidak tergoyahkan. Belum ada pembalap lain yang mampu mematahkan torehan waktu tersebut, yang sekaligus memastikan dirinya akan mengawali balapan dari posisi terdepan (Pole Position).
​
​Berdasarkan data pantauan, Fahmi memang menunjukkan grafik peningkatan yang signifikan selama sesi berlangsung:
​Lap Awal: Fokus pada pemanasan ban dan mencari racing line.
​Lap 3 & 4: Mulai menembus angka 45 detik (45.636 dan 45.386).

​Lap 7: Mencetak best time 45.087 detik yang menjadi penentu. Keberhasilan ini menjadi modal berharga bagi LFN HP969 Racing Team untuk menghadapi balapan final nanti. Dengan performa motor garapan AB Bendol yang prima dan ketenangan Fahmi Basam di lintasan, tim ini diprediksi akan menjadi kandidat terkuat untuk menempati podium tertinggi di kelas Underbone 130cc.

Rex Alexander Symour dan Kenzie Erizananda Dominasi Free Practice, Siapa Raja MiniRok Seri 2?

Pertarungan sengit langsung tersaji pada gelaran Eshark Rok Cup Seri 2 yang berlangsung (18-19/4) di Sirkuit Internasional Karting Sentul. Dua nama, Rex Alexander Symour dan Kenzie Erizananda, langsung menunjukkan dominasinya di kelas MiniRok melalui sesi Free Practice.

Dari tiga sesi Free Practice yang sudah berlangsung, kedua pebalap ini saling bergantian mencatatkan waktu tercepat. Pada sesi FP1 dan FP2, Rex Alexander Symour berhasil tampil dominan dengan menjadi yang tercepat, sementara Kenzie Erizananda harus puas menempati posisi kedua dengan selisih waktu yang sangat tipis.

Namun pada sesi FP3, situasi berubah. Kenzie Erizananda mampu membalas dengan mencatatkan waktu tercepat, sekaligus menegaskan bahwa persaingan di kelas MiniRok seri kedua ini akan berlangsung sangat ketat. Selisih waktu yang tipis di antara keduanya menunjukkan bahwa peluang menjadi yang terbaik masih terbuka lebar.

FP3

Meski demikian, hasil Free Practice belum menjadi gambaran pasti. Pasalnya, sesi latihan bebas biasanya masih dimanfaatkan para tim untuk mencari setelan terbaik pada gokart tunggangan masing-masing pebalap. Artinya, peluang munculnya kejutan dari pebalap lain masih sangat terbuka.

FP2

Apakah duel antara Rex Alexander Symour dan Kenzie Erizananda akan terus berlanjut hingga sesi penentuan? Atau justru akan muncul kuda hitam yang mampu mematahkan dominasi keduanya?

FP1

Semua masih mungkin terjadi. Kita tunggu saja sesi berikutnya di Eshark Rok Cup Seri 2 yang dipastikan akan menghadirkan pertarungan semakin panas di kasta MiniRok.

JRC 2026 Seri 1 : Satu Putaran Awal Selebihnya Febrian Yusuf Amankan QTT Bebek 2t STD 125cc Novice

​OtomotifZone.com – Semarang, Sesi kualifikasi (QP) kelas Bebek 2T 125cc STD Novice pada gelaran Java Race Championship (JRC) 2026 Sabtu (18/4) berlangsung sengit. Namun, nama Febrian M. Yusuf langsung mencuri perhatian sesaat setelah keluar dari waiting zone.

​Pembalap asal Jawa Tengah ini seolah tidak mau membuang waktu. Hanya butuh satu putaran awal untuk memastikan ban mencapai suhu optimal dan daya cengkeram yang pas, selebihnya Febrian langsung “menari” di atas aspal Sirkuit Mijen selama 10 menit durasi sesi kualifikasi.


​Sentuhan Magis Bayu Solebah
​Performa impresif Febrian tentu tak lepas dari peran sentral sang mekanik. Yamaha racikan Bayu Solebah kembali membuktikan kualitasnya sebagai “spesialis” motor 2-tak yang tak perlu diragukan lagi. Motor tersebut mampu dipacu hingga menyentuh waktu fantastis 47.106 detik, yang sekaligus menempatkannya di posisi puncak.
​
​Persaingan di perebutan waktu terbaik sebenarnya berlangsung sangat ketat. M. Jordan Badaru yang bernaung di tim Ziear LFN HP969 Adelin MCR mencoba memberikan perlawanan sengit. Jordan terus menekan untuk memangkas jarak, namun ia harus puas berada di posisi kedua dengan catatan waktu 47.149 detik, hanya terpaut tipis 0.043 detik dari Febrian.

Dengan selisih waktu yang sangat rapat di lima besar, balapan utama diprediksi akan menjadi ajang adu taktik dan mental. Akankah ketangguhan mesin racikan Solebah kembali membawa Febrian Yusuf naik ke podium tertinggi, atau justru Jordan Badaru dan Hafid Fahril yang berhasil melakukan comeback? Kita tunggu saja race seru di Sirkuit Mijen!

Regulasi Usia 2026 Diperbarui, Apakah Manipulasi Data Masih Terjadi?

Bebek 4T diserbu pembalap Jabar

OtomotifZone.com — Jakarta, Regulasi baru balap motor tahun 2026 resmi menetapkan perubahan batas usia di beberapa kategori. Perubahan ini dinilai menjadi babak baru bagi para pembalap yang sebelumnya kesulitan bersaing, khususnya bagi mereka yang belum mampu menembus persaingan ketat di kelas Expert.

Dalam regulasi terbaru, Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (PP IMI) menetapkan empat kategori utama dengan batas usia yang telah diperbarui.

Kategori Expert kini diperuntukkan bagi pembalap dengan usia minimal 16 tahun hingga maksimal 50 tahun, atau tahun kelahiran 1976 sampai 2010. Kategori ini tetap menjadi kelas tertinggi dengan persaingan paling kompetitif.

Sementara itu, kategori Novice mengalami perubahan cukup signifikan. Jika sebelumnya batas usia maksimal hanya 20 tahun, kini diperluas menjadi 23 tahun. Dalam regulasi terbaru, kategori Novice diperuntukkan bagi pembalap dengan usia minimal 16 tahun dan maksimal 23 tahun, atau tahun kelahiran 2003 hingga 2010.

Perubahan ini dinilai memberikan kesempatan lebih luas bagi pembalap yang belum mampu bersaing di kelas Expert, sehingga mereka tetap memiliki ruang kompetitif untuk berkembang.

Kategori Rookie juga tetap menjadi jalur pembinaan dengan batas usia minimal 13 tahun hingga maksimal 16 tahun, atau tahun kelahiran 2010 hingga 2013. Sedangkan kategori Beginner diperuntukkan bagi pembalap usia paling muda, yakni minimal 11 tahun hingga maksimal 13 tahun, atau tahun kelahiran 2013 hingga 2015. Sebelumnya, kategori Beginner hanya dibatasi hingga usia maksimal 12 tahun, namun kini diperluas menjadi 13 tahun.

Meski regulasi sudah memberikan ruang yang lebih luas, persoalan manipulasi data masih menjadi perhatian serius dalam dunia balap motor nasional. Pemalsuan data usia bukan hal baru, karena sebelumnya sempat terjadi praktik memudakan tanggal lahir agar pembalap dapat turun di kategori yang lebih rendah.

Padahal, dalam Pasal 6.2 E peraturan PP IMI tertulis jelas bahwa segala bentuk ketidaksesuaian atau manipulasi data identitas peserta, baik pembalap, manajer maupun entrant, dapat berujung sanksi tegas. Race Direction atau Dewan Pengawas Perlombaan berhak mengeluarkan atau memberikan sanksi diskualifikasi kepada peserta yang terbukti melakukan pelanggaran.

Tidak hanya itu, jika dipandang perlu, Race Direction juga berhak mengusulkan sanksi lebih berat kepada IMI, seperti pencabutan lisensi, pembatalan poin kejuaraan, suspensi, skorsing, hingga sanksi disiplin lainnya.

Dengan adanya perubahan regulasi usia yang lebih fleksibel ini, muncul pertanyaan apakah praktik manipulasi data masih akan terjadi di musim 2026. Mengingat peluang sudah semakin terbuka, terutama pada kategori Novice yang kini diperpanjang hingga usia 23 tahun, serta kategori Beginner yang juga mendapat tambahan batas usia.

Regulasi baru ini sejatinya menjadi peluang besar bagi para pembalap untuk berkembang secara sehat dan kompetitif tanpa harus mencari jalan pintas. Kini, PP IMI telah memberikan ruang yang lebih luas. Tinggal bagaimana seluruh pihak menjaga sportivitas demi kemajuan balap motor nasional.