Beranda blog Halaman 3204

JAP’S STYLE BERMESIN 2 TAK

JAP’S STYLE BERMESIN 2 TAK

Jepang memang jagonya bikin virus, dimulai dari virus film kartun hingga modifikasi motor, asal jangan virus computer aja sob… Bisa berabe tuh, hebatnya virus itu tak hanya tersebar disatu Negara saja. Hampir seluruh dunia, wooow luar biasa si jepun ini. Contoh kecil di negara tercinta Indonesia begitu banyak merek barang yang berasal dari negeri matahari terbit itu. Hmmm… saat ini yang lagi trend adalah virus film kartun naruto. Juga termasuk Virus modifikasi motor beraliran Jap’s Style atau japanese style yang pernah tenar di Indonesia kisaran tahun 2005-2006. Virus itu merebak hingga ke pelosok desa, wah benar-benar trendsetter tuh.

Berpatok pada hal diatas, rumah modifikasi Wins Paddock yang dikomandoi oleh Wiwin Winarto sedikit menggeser virus Jap,s Style. “Pada mulanya jap’s style digandrungi oleh penikmat motor 4 tak keluaran lawas macam Honda CB dan kawan2nya” buka Wiwin. Hingga pada akhirnya Wiwin harus merubah image bahwa Jap’s style bukanlah milik penikmat 4 tak saja. Namun gaya jepang itu milik umum dan boleh dinikmati siapa saja yang menyukainya.

“Prinsip dasarnya, motor terlihat simple dan enak dikendarai serta larinya kuenceng” imbuhnya. Nah, kali ini Wins Paddock menggeser dari mesin 4 tak dipindah ke mesin 2 tak keluaran lawas. Seperti yang terlihat pada Suzuki A 100 (1979) milik Deni dan Yamaha RXS (1987) milik Didit. Konstruksi sasis dan desain bodi masih sama dengan gaya Jap’s style terdahulu.
Ada yang menarik pada ubahan 2 motor lawas ini, yang dilakukan Wiwin kali ini adalah pemasangan knalpot dibuat model undertail supaya kesan sport muncul. Selain itu rangka backbone sama-sama kena pangkas 20 cm dan dibuat sedikit nungging pada sudut kemiringan 15 derajat.
Asyiknya aplikasi aliran street fighter ikut nemplok pada Suzuki A100 nya Deni. Apalagi kalau bukan sasis tubular yang terbuat dari pipa 22,4 mm dan kontruksinya dibikin padat. “Aku padukan antara street fighter dan jap’s style supaya ada nuansa baru” jelas Wiwin yang dulu sempat menggeber Jap’s style mesin 4 tak. Mestinya Indonesia yang penuh dengan orang kreatif mampu memunculkan trend ke mata dunia. He… he… WJS banget alias Wong Jawa Style (Penulis & Foto : Uung Feri)

DATA MODIFIKASI SUZUKI A 100 1979 (DENI)
Ban depan : Blackstone 80/80-17
Ban belakang : Blackstone 90/80-17
Cakram : Yamaha RX King
Cakram belakang : Satria
Sok belakang : Daito

DATA MODIFIKASI YAMAHA RXS 1987 (DIDIT)
Ban depan : Blackstone 80/80-17
Ban belakang : Blackstone 90/80-17
Pelek : PSW
Knalpot : Gepenk Exhaust

MODIFIKATOR
WINS PADDOCK
Jl. Pabuaran
Purwokerto
Hp.081548886755
Wins Paddock

Bergaya Ride It

gaya ride it

OtomotifZone.com – Rumah modifikasi Ride It di Thailand mengeluarkan produk pelek terbarunya. Motifnya pun keren abis. Makanya banyak modif aholic yang mengincarnya. Namun sayang harganya tidak begitu bersahabat, apalagi buat mereka yang kantongnya pas-pasan alias katis (kantong tipis, red).
Mensiasati hal tersebut Soni Bambang Harsono juragan Custome World Purwokerto punya ide unik. “Tak perlu susah payah, tinggal pesen aja cutting stiker. Motif atau tulisan bisa di kreasi sendiri” jelas Soni sapaan akrabnya.
Setelah cutting stiker selesai dicetak tinggal pasang saja di pelek racing. Soni menyarankan dalam pemilihan warna harus hati-hati dan pastinya font (huruf) memanjang. “Kan biar eye catching dan enak dilihat” imbuhnya lagi. Kocek yang mesti dikeluarkan pada kisaran Rp.10–30 ribu aja. Kalau beli pelek ride it yang asli mesti ngeluarin kocek Rp.300-400 ribu untuk satu pelek. Tuh kan prend, udah murah pasangnya pun gampang. (penulis & foto : Uung Feri)

Spion Memble

Gak Boleh Sembarangan…!

OtomotifZone.com – “Wah, spion saya jadi memble. Dibenerin susah, dibuang sayang, kalau ganti baru mesti keluar gocek lagi dong…” sesal Saiful Wisnu bikers dari Banjarnegara, Jawa Tengah. Pasalnya setiap kali parkir motor. Lajang yang akrab di sapa Catax ini selalu menaruh helm pada spion.

Nah lo, peringatan buat sobat WJS semua tuh. Jangan menaruh helm di spion motor. Mending di kaitkan pada tempatnya. Apalagi motor era sekarang sudah banyak yang mempunyai fasilitas tempat helm dibawah jok. Apalagi helm yang harganya relative mahal rawan pencurian tuh… betul gak sob…??? (Penulis & Foto : Uung Feri)

Berani Mati Ato Nekat?

OtomotifZone.com – Hujan lg deres-deresnya di Purwokerto tadi malam (8/9). Jalanan digenangi air yang berebut masuk ke selokan. Lampu-lampu mobil dan motor berjuang menembus kabut dan guyuran air hujan. Aku memilih memacu Supra X 125 dengan kecepatan rendah. Biar resiko keselakaan semakin kecil.

Semuanya berjalan OK. Sampai kemudian tiba di lampur merah Sri Ratu. Seseorang mencolek pundak kiriku. Aku menoleh, dan dua orang dengan mantel jaket berwarna hitam mencondongkan kepalanya ke arahku.

“Mas, Purbalingga ke mana?” teriak mereka.

“Lurus aja ke depan….” jawabku. Tapi belum selesai ngomong, mereka udah main serobot lampu merah. Ternyata dua kendaraan lain mengikutinya. Lampu high beam terlihat menembak beberapa kali dari depan. Tapi ketiga kendaraan berplat B itu seperti tak melihatnya. Dengan  gaya ala pembalap, mereka meliuk ke sisi kiri dan melesat meninggalkan cacian serta elusan dada dari kami yang melihatnya.

Well, perilaku yang kayak gini ini yang membuat tingkat kecelakaan saat mudik lebaran nyaris tak bisa diturunkan. Keinginan untuk bersilaturahmi dengan sodara dan tetangga kadang membuat mereka tak hirau dengan keselamatan. Padahal mereka telah menempuh jarak ratusan km. Sangat sayang ketika hanya tinggal bilangan puluhan km, mereka tak bisa sampai karena kecerobohan mereka sendiri.

Buat pemudik lain, keep safe on the street. Jaga diri dan keluarga anda, serta istirahatlah kalau capek. Selamat datang di Banyumas… (cb79)

Gambar diambil dari sini

Small Town with The Big Sound

OtomotifZone.com – Apa yang pertama terpikir di kepala anda begitu mendengar nama Banyumas? OK, it could be anything. Bisa Baturraden, bisa getuk goreng, bisa soto sokaraja, bisa gunung slamet, bisa bahasa ngapak-ngapak, bisa Jenderal Soedirman, bisa Jenderal Gatot Subroto dan mungkin keyword lain. Semuanya betul….

Tapi karena ini adalah blog tentang otomotif, maka yang akan kita bahas di blog ini tentu saja semua hal yang terkait dengan dunio otomotif ini. Yup…Selain terkenal dengan keyword-keyword di atas, Banyumas juga dikenal sebagai daerah yang sangat maju dunia otomoifnya. Nggak percaya? Coba saja liat di tabloid khusus mobil/motor yang terbit di negara tercinta ini. Pasti selalu ada karya anak Banyumas di sana. Itu artinya apa? Bener banget, itu artinya Banyumas telah diakui sebagai salah satu sentrum otomotif yang punya pengaruh cukup besar di percaturan otomotif Indonesia.

Masih kurang bukti? Tengoklah ke GOR Satria yang notabene adalah pusat kebugaran paling luas di kabupaten dengan penduduk lebih dari 1.5 juta jiwa ini. GOR dengan fasilitas terlengkap di Jateng bagian selatan ini selalu langganan jadi venue untuk event-event otomotif nasional. Moto Prix, Indoprix, Kejurnas dan kejurda serta slalom tingkat nasional selalu mampir di tempat ini. Kualitas aspal terbaik di GOR ini membuatnya menjadi jujugan para aktivis otomotif di tanah ngapak ini.

Event olah raga otomotif extreme macam Trial Game juga selalu mampir ke Banyumas sebagai venue favoritnya. Belum lagi segepok prestasi yang ditorehkan Wong Banyumas di berbagai kancah otomotif nasional.

Satu lagi yang tak boleh dilupakan tentunya adalah keberadaan klub otomotif di Banyumas yang nggak kalah sama kota besar di Indonesia. Hampir segala jenis perkumpulan otomotif di daerah ini ada. Dari yang sifatnya hobby sampai prestasi ada klubnya. Bahkan Banyumas telah menyejajarkan diri dengan kota besar yang identik dengan otomotif macam Bandung, Jakarta, Semarang, Jogjakarta dan Solo serta Surabaya.

Untuk yang terakhir ini, kita bisa melihat karya-karya para modifikator asli Banyumas yang telah menyebar karyanya ke seluruh pelosok tanah air. Prestasi mereka juga nggak kalah sama modifikator-modifikator kota besar yang notabene punya akses lebih luas pada bidang ini. Sebuah hal luar biasa mengingat Banyumas hanya kota kabupaten (kalo mau spesifik) ato kota karesidenan yang luas maupun gaya hidupnya sangat jauh dari kota-kota besar itu.

Karena itu tak berlebihan kalo kami sebut Banyumas adalah Small Town with The Big Sound. Ya. Banyumas adalah kota kecil yang suaranya terdengar sampai jauh ke seantero negeri. Dan semoga, judul di atas tak diartikan dengan tong kosong nyaring bunyinya. (cb79)