OtomotifZone.com-Jogja. Tim balap 549 Kaboci tahun ini siap kembali berlaga di balap road race nasional. Mereka mengumumkan kehadiran Argiya Farrel Ramadhan asal Sumatera Barat untuk menghadapi Mandalika Racing Series pada putaran pertama yang akan berlangsung pada tanggal 2-3 Maret 2024 mendatang.
Dibawah kawalan mekanik sekaligus owner tim, Achos Lalang, pembalap yang baru kali ini uji coba perdana melakukan serangkaian tes di sirkuit Boyolali untuk mempersiapkan set-up tunggangan Underbone 150cc-nya. Argya sendiri bakal menemani Abyan khusus Mandalika Racing Series.
Kehadiran Argiya Farrel Ramadhan membawa angin segar bagi tim 549 Kaboci, dengan harapan untuk mencapai hasil yang gemilang di lintasan Mandalika. Sebagai pembalap asal Sumatra Barat, Argiya membawa potensi besar bagi team bermarkas di Jogjakarta ini dalam balap motor.
“Fokus di Underbone dulu. Kali ini coba bawa pembalap baru dari Sumatera Barat untuk balap perdana di Mandalika besok,” ucap Achos.
Latihan perdana di Boyolali jajal tunggangan..
Sirkuit Boyolali telah menjadi tempat bagi tim 549 Kaboci dan Argiya Farrel Ramadhan untuk mengasah kemampuan dan menguji kesiapan mereka sebelum bertarung di lintasan Mandalika. Dengan persiapan yang matang dan semangat yang berkobar, mereka siap untuk menantang para pesaing terbaik di ajang balap motor tersebut.
OtomotifZone.com – Karawang. Ratusan bikers pengguna Honda Sonic 150R yang tergabung dalam Paguyuban Honda Sonic Club Jawa Barat (PHSCJB) berkumpul di Karawang dalam acara Kopi Darat Gabungan (Kopdargab) PHSCJB. Kegiatan ini digelar di Danau Cinta Walahar, Kutapohaci, Kecamatan Ciampel, Karawang pada Sabtu malam (17/2).
Dihadiri sekitar 100 peserta, kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari setiap member dari 16 club dan komunitas Honda Sonic yang tergabung dalam Paguyuban PHSCJB, yang datang dari berbagai daerah di Jawa Barat, antara lain SHARK (Karawang), SPRC (Purwakarta), HSSC (Subang), HSCB (Bandung), HSC (Cimahi), BRIS (Banjarsari), SRIT (Bekasi), HSSB (Bogor), HSIS (Sukabumi), HSRC (Cianjur), GESIT (Tasikmalaya), SIG (Garut), SSRC (Sumedang), GENESIC (Cirebon), MASTER (Majalengka), dan juga SLICK (Kuningan).
Pada acara kali ini, Sonic Honda Automotive Riders Karawang (SHARK) ditunjuk sebagai tuan rumah. Kegiatan ini juga didukung penuh oleh Ikatan Motor Honda Karawang (IMHK), yang merupakan paguyuban club dan komunitas di daerah Karawang.
Mengusung tema “Tepang Sono Sareng Baraya,” kegiatan ini bertujuan untuk berkumpul bersama, melakukan silaturahmi, dan mempererat tali persaudaraan, khususnya bagi para member club dan komunitas Honda Sonic yang berada di wilayah Jawa Barat.
Kegiatan ini juga diisi dengan forum dan penjelasan tentang berdirinya PHSCJB di wilayah Jawa Barat, sekaligus melakukan musyawarah untuk menentukan tempat, tanggal, dan lokasi pemilihan ketua umum baru PHSCJB nantinya.
Abdul Rouf, selaku Ketua Umum SHARCK sekaligus tuan rumah, mengatakan, “Terima kasih kepada semua yang sudah hadir dan mendukung acara Kopdargab PHSCJB. Dalam forum silaturahmi ini, semoga kita semua semakin solid dan terus mempererat tali persaudaraan. Semoga kita semua tetap sehat, dan kalian luar biasa!” ujarnya.
Otomotifzone.com – BANDUNG. Siapa yang tidak akan mengenal dengan nama Asep Robot dalam dunia balap motor? Tentunya nama tersebut sudah tidak akan asing, karena lelaki asal Jawa Barat tersebut. Memiliki catatan gemilang dalam ranah otomotif drag bike.
Untuk Asep Robot dapat berada pada podium, kejuaraan balap lurus roda dua tentunya sudah tidak kaget. Tapi kalau untuk dirinya berada di jalur podium, dalam kejuaraan balap lurus yang menggunakan roda empat. Ini baru berbeda dan asing banget.
Pada akhir pekan kemarin, Sabtu (17/2/2024) di Sirkuit Non Permanen Brigif 15 Kujang II Cimahi – Jawa Barat. Robot sapaan dekatnya, membuat menarik dalam kemasan dari Pakdeh Sumber tersebut. Dirinya mampu menjuarai 2 kelas sekaligus, yang mana itu merupakan balapan perdananya dalam drag race.
Asep Robot #88
“Perdana banget ini Mas, ikut 2 kelas di bracket 11 detik lokal dan 11,5 detik lokal. Dua-duanya dapat podium 5. Lumayan agak mikir dibanding sama balap drag bike. Ini pakai mobil Fortuner tipe Matic,” ucap dari #88 yang merupakan angka keramatnya.
Lanjut darinya, “Perbedaan ini dengan motor dan mobil, hanya dari cara baca lampu aja menurut Saya. Kalo mobil bisa lebih cepat bukaan gasnya juga. Pas balap sempat bingung, karena pas main kering, dan pas pagi coba qtt basah karena bekas hujan kemarin,” sambung darinya kembali.
Asep Robot #88
Salah satu rider andalan dari Tanah Pasundan ini, mengakui menikmati dan nyaman dalam melakukan balap mobil, dan tertantang untuk menjajalnya kembali.
“Buat nyaman balap mobil, tapi untuk gregetnya balap motor Mas. Terus untuk kalo motor mungkin udah sering naik jadi rasanya gampang, kalo mbil susah karna harus adaptasi dlu karna pertama nyobain,” tandas oleh dirinya kepada Otomotif Zone.
OtomotifZone.com – Jakarta. Belum lama ini tim redaksi bertemu dengan salah seorang petouring yang baru selesai melakukan perjalan sampai 0 KM. Made Angga memulai perjalanan dari Jakarta menuju Jalur Barat Sumatera untuk menyentuh 0 KM, Sabang. Perjalanan dimulai pada 5 Desember 2023. Angga menyelesaikan perjalanan ini selama 18 hari.
Angga menelusuri jalur Barat Sumatera untuk menuju titik tujuan. Beberapa kendala seperti putus kopling dirinya alami sebanyak dua kali. Tapi kalau bagian mesin, motor CB150R tidak mendapatkan kendala sama sekali. Mesin awet dan tahan menghadapi jalur Sumatera dari berbagai cuaca. Ternyata, Made Angga mengandalkan oli PTT CHALLENGER SUPERBIKE 10W40 ESTER TECHNOLOGY dari PTT LUBRICANTS INDONESIA.
Perjalanan touring Angga dimulai dari Jakarta, dengan mengambil rute lintas barat yaitu: Lampung – Bengkulu – Sumatra Barat – Sumatra Utara – Aceh, hingga mencapai pulau Sabang. Selama perjalanan, Made Angga menjelajahi tempat-tempat indah seperti Taman Nasional Bukit Barisan, PantaiKrui di Lampung, Pantai Bengkulu, Bukit Langkisau, Puncak Mandeh, Pantai Padang, Sitinjau Lawik, Danau Singkarak, hingga mencapai titik 0 kilometer di Sabang.
Selama perjalanan, Angga membagikan kesan mendalam yang dirasakannya. “Saya melakukan solo touring dari Jakarta ke Sabang selama 9 hari, dan perjalanan kembali dari Aceh ke Jakarta selama 9 hari. Total perjalanan yang saya tempuh adalah 6.500 km selama 18 hari, dengan hanya 2 kali pergantian oli setiap 3.500km, yaitu sebelum berangkat dan di Aceh atau sebelum kembali ke jakarta. Saya sangat terkesan dengan keindahan
Bagi Angga, Pulau Sumatra sangat memberikan kesan pengalaman yang patut diingat.” Rute perjalanan pulang dilalui melalui lintas timur, melewati Banda Aceh – Medan – Riau – Jambi – Palembang – Lampung, sebelum kembali ke Jakarta.
Made Angga memberikan saran kepada para penggemar solo touring, “Persiapkan kondisi motor, fisik, dan mental dengan baik sebelum melakukan perjalanan solo. Ini butuh persiapan berbulan-bulan, terutama ketika perjalanan dilakukan sendirian.
Lebih lanjut, Made Angga juga menekankan pentingnya memiliki kenalan di setiap provinsi yang dilalui untuk mendapatkan informasi terkini tentang situasi dan kondisi lokal.(Pantai Lintas Barat Bengkulu).
Sebenarnya, Motor yang di gunakan Angga mengalami sedikit kendala selama perjalanan, dengan putusnya kabel kopling dua kali. Ketika berada di Bengkulu dan Riau. Angga menuturkan, “tetapi Mesin saya tetap berperforma baik meskipun melewati medan sulit seperti pegunungan, banjir, hujan lebat, dan panas terik.” Dia berharap pengalamannya dapat menginspirasi lebih banyak generasi muda untuk menjelajahi kekayaan alam dan budaya Indonesia. “Indonesia adalah negara yang indah dan tidak kalah indahnya dengan negara lain, semoga kedepanya anak anak muda Indonesia bisa mengunjungi tempat tempat indah ini” (0KM sabang) Link video perjalanan selengkapnya KLIK DISINI
OtomotifZone.com – Jakarta. Sepeda motor memiliki beragam lampu dengan fungsinya masing-masing. Mulai dari lampu utama untuk menerangi jalanan terutama saat malam hari, lampu sein untuk memberi isyarat saat berbelok, lampu rem sebagai tanda pengereman kendaraan, hingga lampu penerang plat nomor yang tak kalah penting.
Berbeda dengan kendaraan lainnya, lampu penerang plat nomor pada sepeda motor hanya berfungsi untuk menerangi plat nomor bagian belakang. Pada umumnya, lampu ini terletak di atas spakbor belakang sepeda motor atau tepat di bawah lampu rem.
Sub Department Technical Service PT Daya Adicipta Motora, Ade Rohman, menjelaskan, “Fungsi utama lampu ini tentunya untuk menerangi plat nomor kendaraan sehingga angka dan karakter pada plat nomor mudah teridentifikasi. Fungsi lainnya adalah memberi tanda posisi kendaraan kita terhadap kendaraan di belakang, terutama saat digunakan untuk berkendara di malam hari.”
“Lampu penerang plat nomor tidak bisa diaktifkan atau dinonaktifkan secara manual, karena akan menyala secara otomatis ketika sepeda motor mulai dinyalakan. Lampu ini juga akan menyala bersamaan dengan lampu senja pada bagian lampu rem sepeda motor,” ujar Ade.
Melepas atau membiarkan lampu penerang plat nomor dalam kondisi mati tentunya berpotensi menyebabkan kecelakaan, karena kendaraan di belakang tidak dapat mengetahui posisi kendaraan kita, terutama saat berkendara di malam hari. Untuk itu, penting untuk selalu menjaga komponen kelistrikan, termasuk lampu penerang plat nomor dan lampu lainnya, dalam kondisi prima agar berkendara selalu aman dan nyaman, serta selamat dalam perjalanan.
Lampu yang digunakan sebagai penerang plat nomor umumnya menggunakan bohlam model soket biasa, tetapi ada juga yang sudah menggunakan model lampu Light Emitting Diode (LED). Perawatannya cukup mudah, yakni dengan menjaga kondisi baterai atau aki tetap optimal, dan menghindari penggunaan komponen kelistrikan secara berlebihan atau tidak sesuai standar.
Saat berkendara baik di malam atau siang hari bagi pengendara wajib untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas dan juga menggunakan perlengkapan berkendara yang lengkap untuk selalu #Cari_Aman, seperti menggunakan Helm, Jaket, Sepatu dan Sarung Tangan.
OtomotifZone.com – Yogyakarta. Akhirnya kepala mekanik di MBKW2 Haris Sakti Wibowo atau biasa disapa Mletis melepas masa lajangnya (18/2/24). Ini menjadi kado terindah bagi sang mekanik kondang Indonesia itu. Karena belum lama ini pria yang juga hobi bermain sepeda itu merayakan ulang tahunnya.
Pagi ini, akad nikah dilakukan oleh Mletiz dan pasangannya. Tidak sedikit kalangan otomotif dari pebalap dan mekanik yang hadir dan mengucapkan atas hari bahagia bagi sang mekanik dari tim ART Yogyakarta. Dan hari kebahagian ini juga membuat banyak orang terkaget kaget. Karena pria 38 tahun ini tau tau melakukan pernikahan. Sang mekanik tidak pernah memasang status atau foto bermesraan tau tau langsung sah.
Sekali lagi selamat untuk Pak Mletiz dari kita redaksi Otomotifzone. Semoga Sakinah mawadah warahmah dan cepat diberikan momongan. Selamat pak Mletiz.
OtomotifZone.com – Bandung. Usai sudah gelaran West Java Drag Race 2024 yang berlangsung (16/2/24) di Sirkuit Brigif Kujang II Cimahi Bandung, Jawa Barat. Animo balap setelah pemilihan serentak sangat luar biasa. Membuat aroma persaingan sangat panas. Ini menjadikan event ini sangat seru untuk disaksikan.
Pada gelaran bergengsi banyak sekali dragster Indonesia yang ikut serta dalam gelaran ini. Mereka berlomba lomba untuk menjadi yang terbaik disetiap kelas yang mereka ikuti. Dalam gelaran ini pula pebalap terbaik keluar sebagai juaranya. Berikut hasil lombanya:
OtomotifZone.com – Jakarta. Gelaran bergengsi yang membuat tanah Sulawesi bergetar tahun 2023 sudah keluarkan jadwalnya untuk 2024. Tapi ada perubahan jadwal yang semulanya sudah disusun. Yang mana panitia penyelenggara melakukan perubahan terutama pada putaran pertama.
Gelaran Sulawesi Cup Race tahun 2024 akan berjalan sebanyak lima putaran. Yang mana putaran pertama akan diselenggarakan pada 5 Mei 2024. Tapi panitia akan memajukan tanggal putaran pertama yang akan diselenggarakan di Sirkuit Ratona Motorsport, Sulawesi Selatan.
Keputusan akhirnya jatuh pada 21 April 2024. Panitia sudah mencoba menginformasikan jadwal ini secara terseluruh. Jadi kalian yang akan turun pada gelaran ini diharapkan persiapkan kuda besi kalian. Jangan sampai ketinggalan event akbar ini. Tunggu apalagi, ayo ikut dan saksikan gelaran bergengsi ini. Untuk berita selengkapnya kalian bisa pantengin terus beritanya hanya di OtomotifZone.com
OtomotifZone.com – Polman. Menyandang sebagai tim tuan rumah, Master Speed siap guncang Kejurnas Motoprix Region D putaran 1 yang berjalan (2-3/3/24) di Sirkuit Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Tim yang digawangi Sandy Agung sebagai pengurus tim ini nantinya akan menurunkan skuadnya dengan performa tidak main main. Persiapan sudah dilakukan dan siap meraih point penuh pada putaran 1.
Secara pendataan, tim Master Speed memang diunggulkan. Karena mereka adalah tim tuan rumah. Yang mana mereka tau betul seluk beluk sirkuit. Ditambah lagi armada mereka juga sudah siap untuk menjalankan putaran 1 ini.
“ Saya sudah melakukan persiapan dari jauh jauh hari. Saya sudah kontek kontek OM Hawadis dari akhir tahun untuk persiapan. Semoga rezekinya ada mas pada putaran 1. Kita pastinya berharap hasil baik pada putaran 1 mas,” ujar Sandy langsung kepada OtomotifZone.com.
Lalu apakah semua rencana ini bisa berjalan mulus. Tunggu dulu, karena pastinya para tim lain siap dengan amunisi baru mereka untuk tarung dan meraih point sempurna pada putaran pertama. Nampaknya sangat seru. Ayo ikuti dan saksikan gelaran bergengsi ini. Pantengin terus beritanya hanya di OtomotifZone.com
OtomotifZone.com – Polman. Tidak main main mengenai persiapan jelang Kejurnas Motoprix Region D putaran pertama (2-3/3/24) di Sirkuit Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Sandy Agung Racing selaku penyelenggara melakukan pembenahan sampai detail. Terutama pada sirkuit yang akan digunakan. Adanya pembenahan dan sirkuit dijamin sudah bisa digunakan satu minggu sebelum balapan untuk Latihan.
Kita tau, Sirkuit Polman memiliki banyak refisi. Ini menjadi salah satu pekerjaan rumah bagi pengurus Provinsi. Tapi menjelang gelaran Kejurnas Motoprix, Sandy Agung Racing selaku EO melakukan pembenahan demi kenyamanan semua kalangan yang hadir.
“ Ada pembenahan sirkuit yang kita lakukan. Seperti di R terakhir kita lakukan pembenahan. Ini bukan disemen mas. Cuma ini kita lakukan penambalan yang seperti dilakukan di Sirkuit bertaraf nasional lainnya di Indonesia seperti Sentul. Kualitasnya diatas semen mas ini. Dan Satu minggu sebelum Kejurnas ini sudah bisa digunakan untuk latihan,” jelas Sandi langsung kepada OtomotifZone.com.
Memang krodit tikungan terakhir Sirkuit Polewali Mandar. Seperti Sulawesi Cup Race kala itu saja. Maka dari itu, EO mengambil Pelajaran dari SCR dan siap membenahi kekurangannya. Gelaran Kejurnas Motoprix Region D putaran pertama siap dijalankan.