Beranda Headline Partai Aceh Grasstrack Open: Persaingan Sengit di Kelas Junior

Partai Aceh Grasstrack Open: Persaingan Sengit di Kelas Junior

0
1448

OtomotifZone.com – Bireuen. Ada hal menarik yang bisa kita jadikan contoh bagi perkembangan olahraga motorsport di Tanah Air. Pihak penyelenggara bisa mewarisi sebuah sirkuit untuk dikelola pemuda setempat usai kejuaraan balap. Seperti yang terjadi di Aceh.

Tepatnya dalam event “Partai Aceh Grasstrack Open 2016” yang digelar di sirkuit buatan Batee Geulungku, Gampong Paku, Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, Aceh sepanjang Sabtu-Minggu (23-24/7). “Sirkuit ini kami bangun sebelum balap dan selanjutnya diserahkan kepada Pemuda Batee Geulungku untuk dikelola,” ungkap Teungku Darwis Jeunieb, Ketua Partai Aceh wilayah Batee Iliek yang sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara event.

Darwis Jeunieb memang peduli terhadap kegiatan anak muda di daerahnya. “Siapa saja yang berminat menjajal usai event, silahkan tidak dipungut bayaran,” jelas Mirza Fuadi, Ketua Fatin MX yang menjadi klub penyelenggara.

Partai Aceh Grasstrack Open 2016
Partai Aceh Grasstrack Open 2016

Mirza Fuadi tentu hafal kondisi di daerahnya, apalagi trek buat balap garuk tanah. “Sirkuit lainnya ada di Cot Trieng Bireuen,” ujar Mirza yang sering turun dalam kompetisi grasstrack di bawah bendera Fatin MX Team.

Untuk merangsang peserta, panitia menyediakan hadiah satu unit sepeda motor buat Juara Umum kelas Open Aceh. Selain itu, untuk Juara Umum di kelas Pemula Aceh bisa mengantongi Rp.5 juta. “Total hadiah uang Rp.60 juta,” beber Mirza.

Wajar bila menjadi incaran para tracker dan crosser kategori junior yang sering podium di berbagai event Aceh. Seperti M. Nando dari Aceh Tamiang hampir semua event resmi diikuti. Di sirkuit Batee Geulengku bersaing dengan crosser lain demi meraih podium.

Sebut saja Dian Akbar, grasstracker asal Subussalam yang kali ini turun dengan bendera Sonic Racing Team. Termasuk Junaidi Z, rider asal Aceh Tengah, membela team Partai Aceh besutan Tgk. Darwis.

Ketiga nama crosser tadi sering melanglang buana dari satu balapan ke kejuaraan berikutnya. Semakin banyak jam terbang, semakin terasah talenta ngetrek.

Penulis: Noverry Darwin | Foto: Fatin MX

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses