OtomotifZone.com – Jakarta, Tragedi maut yang terjadi dalam ajang Kotamobagu Bersahabat Drag RaceāDrag Bike 2026 di Sulawesi Utara akhirnya mendapat respons tegas dari Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat.
Melalui surat bernomor 499/IMI/A/VIII/2026 tertanggal 11 Agustus 2026, Ketua Umum IMI Pusat Moreno Soeprapto meminta penghentian sementara seluruh kegiatan olahraga bermotor di wilayah Provinsi Sulawesi Utara.
Surat tersebut ditujukan kepada Ketua IMI Provinsi Sulawesi Utara, Rio A. J. Dondokambey, menyusul kecelakaan dalam event Kotamobagu Bersahabat Drag RaceāDrag Bike 2026 yang menimbulkan korban jiwa. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (9/8/2026) dan hingga perkembangan terakhir dilaporkan menyebabkan delapan orang meninggal dunia.
IMI Pusat menilai kejadian tersebut perlu ditindaklanjuti secara serius, terutama terkait keselamatan, ketertiban, serta kepastian pelaksanaan kegiatan olahraga bermotor sesuai ketentuan organisasi dan standar keselamatan yang berlaku.
Dalam suratnya, IMI Pusat meminta IMI Sulawesi Utara untuk memantau dan membantu penanganan korban bersama panitia penyelenggara, sekaligus memastikan para korban mendapatkan penanganan dengan baik.

Seluruh Kegiatan Balap di Sulut Dihentikan Sementara
Poin paling tegas dalam surat tersebut adalah keputusan IMI Pusat untuk menghentikan sementara seluruh kegiatan olahraga bermotor di wilayah Sulawesi Utara.
Penghentian berlaku sejak surat diterbitkan hingga proses evaluasi selesai dan terdapat keputusan lebih lanjut dari IMI Pusat.
Dengan demikian, selama masa penghentian sementara tersebut, kegiatan olahraga bermotor di Sulawesi Utara tidak dapat berjalan sebagaimana biasanya tanpa adanya keputusan lanjutan dari IMI Pusat.
IMI Pusat juga meminta IMI Sulut menyampaikan laporan, klarifikasi, dan seluruh dokumen secara menyeluruh, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan terkait penyelenggaraan event Kotamobagu Bersahabat Drag RaceāDrag Bike 2026.
Event tersebut sebelumnya disebut mendapatkan rekomendasi dari IMI Sulawesi Utara melalui Nomor 80/SR/IMI-SULUT/B/VII/2026.

IMI Minta Bongkar Semua Dokumen
IMI Pusat memberikan waktu paling lambat tujuh hari kalender sejak surat diterima kepada IMI Sulawesi Utara untuk menyerahkan laporan tertulis beserta seluruh dokumen pendukung.
Laporan tersebut sekurang-kurangnya harus mencakup:
⢠seluruh dokumen terkait penyelenggaraan;
⢠dasar dan kronologis penerbitan rekomendasi kegiatan;
⢠kronologis lengkap kejadian/kecelakaan yang mengakibatkan korban jiwa;
⢠laporan pascakejadian.
Tak hanya itu, IMI Pusat juga memberikan batasan yang cukup jelas selama proses evaluasi berlangsung.
IMI Sulawesi Utara tidak diperkenankan menerbitkan rekomendasi, memberikan persetujuan, maupun mencabut rekomendasi yang telah terbit sebelum surat tersebut dikeluarkan, sampai ada pemberitahuan atau keputusan lebih lanjut dari IMI Pusat.
Keselamatan Jadi Sorotan Utama
Sikap IMI Pusat ini menjadi langkah serius setelah tragedi yang terjadi di sirkuit nonpermanen Jalan A.P. Mokoginta, Kelurahan Upai, Kotamobagu. Ajang tersebut berlangsung 6ā9 Agustus 2026 dan diikuti ratusan peserta drag race serta drag bike.
Kecelakaan terjadi ketika mobil peserta kehilangan kendali dan masuk ke area penonton. Polisi kemudian melakukan penyelidikan, termasuk mendalami aspek pengamanan lokasi, kondisi lintasan dan perizinan.
Bagi IMI Pusat, keselamatan menjadi persoalan yang tidak bisa ditawar dalam penyelenggaraan olahraga bermotor.
Dalam bagian akhir surat, IMI Pusat menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas jatuhnya korban jiwa. IMI juga menegaskan bahwa keselamatan jiwa tidak dapat ditawar dalam setiap penyelenggaraan olahraga bermotor.
āKeselamatan jiwa merupakan hal yang tidak dapat ditawar dalam setiap penyelenggaraan olahraga bermotor.ā
Moreno Soeprapto kemudian meminta seluruh jajaran IMI untuk bekerja sama secara penuh, terbuka, dan bertanggung jawab dalam proses evaluasi hingga penyelesaian permasalahan tersebut.
Kini bola berada di tangan IMI Sulawesi Utara. Tujuh hari menjadi batas waktu untuk membuka seluruh dokumen dan menjelaskan secara utuh bagaimana rekomendasi event tersebut diterbitkan, bagaimana penyelenggaraan berlangsung, serta apa yang terjadi hingga tragedi merenggut nyawa penonton.
Surat tersebut ditembuskan kepada Badan Pengawas, Wakil Ketua Umum Organisasi PP IMI, Wakil Ketua Umum Olahraga Prestasi PP IMI, serta arsip.
