OtomotifZone.com – Kaimana. Standing Point Kejurnas Grasstrack Region VI resmi berubah total usai Putaran 2 di Sirkuit Coa Kaimana, 25-27 September 2026. Yosua Pattipi melakukan kudeta di puncak klasemen.
Putaran 1 di Keerom pada 28-30 Agustus sebelumnya menjadi milik Rangga Batmanlussy. Pembalap Papua Selatan itu mengunci Juara Umum Pro dengan 132 poin berkat konsistensi di GTX1 dan GTX3. Tison Agu dan Dimas Lintank membuntuti di belakangnya. Saat itu, Yosua belum mendominasi.
Kemudian, Kaimana menjadi panggung balas dendam Yosua. Pembalap Emana MX D2 Kaonak itu mengamuk di Moto 1 dan menyapu bersih tiga kelas Pro GTX1, GTX2, GTX3 dengan 75 poin sempurna. Bahkan, ia meng-overlap Rangga Batmanlussy dan Triansyah Darianto satu lap penuh. Selain itu, Yosua menambah 25 poin lagi di GTX1 Moto 2 dan mengamankan posisi pertama dengan 50 poin sempurna di kelas tersebut.
Namun demikian, Moto 2 menghadirkan drama perubahan total. Dimas Lintank yang sebelumnya duduk di posisi empat klasemen, membalikkan keadaan di GTX2 dan merebut 25 poin dari Yosua. Tak hanya itu, Rangga Batmanlussy juga membalas di GTX3 dengan merebut 25 poin setelah Yosua mengalami DNF. Alhasil, tiga pembalap papan atas itu saling tikung habis-habisan sejak Moto 1 hingga Moto 2, sehingga banyak hal terjadi di lintasan Coa yang berdebu.

Meski demikian, Standing Point Kejurnas Grasstrack Pro kini resmi berpindah tangan. Yosua Pattipi memuncaki klasemen dengan 251 poin dan menggeser Rangga Batmanlussy yang harus turun ke posisi 2 dengan 237 poin. Lebih jauh, Lintank yang konsisten merapat, kini menyamai poin Rangga dengan 237 poin juga dan duduk di posisi 3.
Triansyah Darianto dari Papua Barat nama baru yang absen di Keerom, tampil garang di Kaimana dan mengumpulkan 114 poin. Ia langsung menggeser Ramadan Hidayat di posisi 5 dan menempati posisi baru. Dengan begitu, Standing Point Kejurnas Grasstrack Pro memanas jelang final Merauke.
Pada akhirnya, Kaimana membuktikan satu hal bahwa nama besar saja tidak cukup tanpa konsistensi di Moto 2. Yosua Pattipi memang mengandalkan mental juara untuk tidak berada di bawah, namun Rangga dan Lintank menunjukkan bahwa pertempuran belum selesai. Dengan begitu, final di Merauke akan menjadi taruhan sesungguhnya, bukan hanya soal siapa tercepat di Coa, melainkan siapa yang paling siap mengunci gelar Juara Region VI 2026.
