BerandaHeadlinePegokart Indonesia Kuasai Point Rotax Asia

Pegokart Indonesia Kuasai Point Rotax Asia

OtomotifZone.com-Malaysia. Hingga putaran 3 Asia Max Challenge 2016 bergulir di Elite Speedway Plus Circuit, Malaysia kemaren 1/5), pegokart-pegokart Indonesia yang turun di 4 kelas yang dilombakan, 2 kelas memuncaki posisi klasemen dan 1 kelas posisi Runner Up Point sementara.

Senna SN tertinggi
Senna SN puncaki klasemen DD2

DD2

Senna SN dan David Sitanala, adalah 2 pegokart Indonesia yang turun dikelas DD2 Senior,  mampu memberikan penampilan terbaik dan cukup disegani dan ditakuti lawan, terutama pegokart Riser Shadaff Motorsport, Senna SN, unggul teratas dengan point sementara 266 point dan selisih 26 point dari rival terdekatnya dengan 240 point.

Unggulnya point Senna diraih total 2 kali finish bertama prefinal dan 1 kali finish diurutan ke 2, dan point penuh diraih dengan sapu bersih podium teratas dikelas DD2 final selama 3 kali berturut-turut sejak AMC digelar tahun ini, dengan perolehan point signifikan ini, peluang sangat besar untuk bikin hattrick menjuarai DD2 Asia, dimana tahun 2014 dan 2015 sudah dibuktikan dirinya, sementara David Juliano Sitanala, juara RMC Indonesia Junior Max 2014 dan langsung melejit dikelas DD2 menempati posisi 6 point sementara Asia dengan  perolehan 210 point.

Silvano Christian tertinggi
Silvano Christian teratas Senior Max

Senior Max

Penampilan lembut saat balap adalah karakter Silvano Christian, pembalap yang bergabung di stratos motorsport Malaysia hingga putaran 3 AMC 2016 menempati posisi pertama dengan perolehan 262 point diikuti Ricky Donison (India) dari team Nizra Motorsport Malaysia dengan perolehan 252 point. Point tertinggi Silvano diraih setelah 3 kali berturut-turut finish pertama di prefinal, juara 3 sekali saat final dan menjadi jawara 2 kali saat final yang diraih di seri 1 dan 3.

Sementara pegokart Indonesia lainnya seperti Darryl Wenas (7 Racing) menempati posisi 3 disusul Barrichello Noor (Riser Shadaff Motorsport), dan pegokart Indonesia lainnya seperti Nabil Hutasuhut, Rifqi Rakamulya, Akhmad Gunadi, Shaquelle dan Jetho menempati posisi 6, 8, 9,10 dan 12 klasemen sementara.

peluang terbuka lebar
Prassetyo Hardja posisi 2

Junior Max

Dikelas Junior Max, Hingga seri 3, indonesia menurunkan 4 pegokartnya seperti Prassetyo Hardja (Hard Racing), Akmal Ashibli (Prodigi city kart Racing), Akheela Chandra D (UT Racing) dan Ariel Andhika Bahran (Stratos Motorsport).

Dari ke-4 pegokart Indonesia diatas, Prassetyo Hardja yang mempunyai point tertinggi dan  bersaing dengan pegokart Asia lainnya dengan perolehan point 237 diposisi 2, sementara pemegang point tertinggi adalah Kane Shepherd (Thailand) dengan 254 point, dimana hasil tersebut diraih memenangi 2 kali prefinal dan posisi 3, dan meraih 2 kali juara pertama saat final.

Akmal di 2 penampilan terdahulu kurang maksimal, sementara Ariel Andhika mengalami crash saat heat 1 dan tidak bisa melanjutkan race karena mengalami cidera jari kelingking kanan akibat benturan dengan gokart pembalap lain, sementara Akheela Chandra seri 3 kemaren harus menyelesaikan tugas belajar hingga absen, dengan hasil terakhir, Prassetyo Hardja menempati posisi 2, sementara Akmal, Akheela dan Ariel menempati posisi 15, 18 dan 19 klasemen sementara.

Sergio Noor butuh perjuangan keras
Sergio masih bersaing

Micro Max

Dikelas ini pegokart Indonesia harus mengakui keunggulan pegokart Asia lainnya, Shahan Ali Mohsin asal India menempati posisi pertama dengan 251 point disusul teammate Oscar Ng (Malaysia) dengan 246 point disusul diposisi 3 adalah hayden Haikal (Malaysia) dengan 244 point.

Sementara andalan Indonesia, Sergio Noor (Riser Shadaff Motorsport) menempati posisi 6 klasemen sementara dengan 323 point dan 2 pegokart muda belia lainnya dari gandasari racing Aditya Wibowo dan Calvin Wibowo menempati posisi 9 dan 10 dengan 144 dan 126 point.

Peluang sapu bersih tatha juara di 3 kelas sangatlah besar, dan Sergio punya peluang yang sama meski harus berjuang melawan solidnya team prodigi city kart.

Kibarkan sang Dwi Warna dikancah Internasional.

Penulis : Edi Batrawan | Photo : Edi Batrawan

 

 

 

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Must Read

Parolin Racing Advertisement Spot