OtomotifZone.com-Pati. Kejurnas Motocross Seri 1 sirkuit Bendha Indah, Garit, Tayu, Pati, Jawa Tengah 2-3 April 2016 bagaikan dilema peserta. Jumat sore inspection track memutuskan sirkuit tidak layak membuat team-team besar pilih pulang sebelum tanding. Kebanyakan dari peserta Mx2 dan Mx2 Junior. Semua pekerja penyelenggaraan di lapangan sudah siap, balap harus tetap jalan walau apa kadarnya setelah sirkuit di coret spesifikasinya.
Maka dari itu balap tetap di gelar, namun tanpa point.
Yang ikut ya tetap ada, “Hadiah tidak berubah ya ikut balap saja mas, dapat kabar pas sudah sampai sirkuit,” kata Lantian Juan yang sebenarnya ikut sekedar latihan dan menemani anak didiknya di Kisworo Mx Kediri.
Tiga penyebab gagalnya point disini. “Pertama jarak, lintasan ini gak nyampai 1km. Lebar juga ikut kena. Kedua rintangannya, beberapa jumpingan posisinya berbahaya. Ketiga safety, ada jalur balap yang terlalu mepet dengan jalur high speed. Untuk motor 50cc sampai 85cc tidak begitu masalah. Yang kita takutkan kelas Mx2, tau sendiri kan ganasnya kecepatan, tingginya jumping sekelas mereka. Kita mengaku salah, terlalu percaya dengan kesiapan disini. Dengan kejadian ini kita semakin maju untuk semakin menggertak EO daerah supaya jangan terulang lagi dengan memberi sirkuit kecil.” kata Iwa Kusdinar selaku juri.
Pembalap bagaimana, benar kekecilan? Lantian Juan, Akbar Taufan dan Edi Aryanto pembalap tersebut yang sempat memutar selongsong gas motor Special Engine terkencang. “Di Chamber aku full perseneling tiga, abis itu dua terus. Lha sirkuitnya putus-putus. Baru gas sudah belok,” serentak mereka.

“Ini untuk promotor selanjutnya, kalau mempersiapkan sirkuit jangan mepet dan terlalu kecil. Beruntung balap kali ini tidak di stop. Inspection Track akan mencoret dan balap tidak jadi seumpama kejadian ini terulang lagi. Mereka rugi dan kami juga kena salah,” tutup Iwa.
Kalau di urut yang salah siapa akan terjadi rantai makanan. Situ makan sini, sini makan sana, sana makan sini.
Penulis : Hafid | Foto : Hafid




