
OtomotifZone.com – Pandeglang. Hasil absolut ditoreh MPS Motorsport yang dikomandani H.Moehamad Aspuri HZ patut diacungi jempol. Pasalnya MPS sukses bikin gebrakan kejurnas grasstrack di awal tahun 2013. Terbukti pada tayangan bergengsi Kejurnas Grasstrack Region 2 Seri 1 yang memang berkesan mewah dan bisa buat percontohan dalam penyelenggaraan kejurnas grasstrack. Sirkuit permanen MPS Motorsport, Pandeglang-Banten tanggal (2-3/3) jadi saksi hajatan akbar tersebut.
H.Moehamad Aspuri HZ selaku promotor sekaligus pemilik sirkuit memang piawai mengemas perlombaan menjadi penuh gebyar dan sangat peduli dengan kemajuan balap grasstrack. Terbukti dari sirkuit mewah dengan panjang 1.100 meter dan lebar 6 m sampai 8 m dengan luas 3 hektar jauh dari semrawut dan paddock tertata rapi. Termasuk unsur safety pembalap dan penonton. “Semua ini adalah wujud kepedulian saya terhadap balap grasstrack yang selama ini dianggap sebelah mata, disini saya ingin membuktikan bahwa balap grasstrack juga bergengsi,” ucap H.Moehamad Aspuri HZ yang punya team MPS Honda Banten KYT IRC TRY INK dengan pembalap F.Chimon juara Nasional Grasstrack 2011 dan 2012.
Pada penyelenggaraan yang sukses, hadir pula beberapa sponsor mulai mensupport balap grasstrack ini. Salah satunya GM Helmet dari pabrikan PT.Dana Persadaraya Motor Industry. “Kami konsisten akan support semua seri kejurnas grasstrack diregion 2,” bilang Johanes Cokrodiharjo selaku marketing direktur sembari bilang kami juga support beberapa team grasstrack. “Menurut saya selama ini publik salah menilai bahwa balap grasstrack itu balap kampung, disini justru banyak publik berbaur dari tingkat bawah sampai tingkat atas makanya saya berani support karena disini trial konsumen bener-bener menggena,” tambah Johanes. Semoga ATPM juga mau memikirkan ulang dan mulai support dengan balap grasstrack.
Ditengah perhelatan akbar ini santer terdengar adanya akan diadakan Power Track yaitu ajang tertinggi dari grasstrack. Rumor yang terdengar bahwa grand final grasstrack sudah tidak ada lagi tapi diganti Power Track. Layaknya balapan aspal Motoprix dan Indoprix. Tapi di Power Track yang diambil hanya kelas senior saja, jadi 3 sampai 5 tracker senior yang juara ditiap region akan dipertemukan di Power Track untuk mendapat gelar juara nasional. Untuk pemula dan junior statusnya hanya juara region.
“Tapi semua ini masih dalam proses pengodokkan, tentu saja dengan tanggapan team dan pembalap,” terang Frans Tanujaya Kepala Biro Olahraga Roda Dua Off-track dari PP IMI. “Tapi tahun ini sosialisasi Power Track tetap dilaksanakan supaya kedepannya jadi lebih baik, rencana akan digelar total 5 seri yaitu 3 di Jawa dan 2 di Kalimantan dalam pelaksanaanya sekitar bulan Mei,” tambah Frans sembari bilang penyelenggara dan sposor di Power Track sudah ready. Kemungkinan pada grasstrack di buat seperti MP dan IP karena sulitnya bikin grand final kejurnas grasstrack. Tentu kebentur dengan masalah biaya.
Pro-kontra pun bermunculan dengan adanya wacana baru ini. “Sebagai pelaku grasstrack, tentu dari segi penjenjangan sangat bagus karena statusnya lebih tinggi tapi tolong untuk dipikirkan kembali buat pemula dan junior masa tidak dapat gelar juara nasional,” beber Fachmi Manager Tim MPS Honda Banten KYT IRC TRY INK yang juga anak dari H.Moehamad Aspuri HZ. Senada diamini juga Cipto mekanik dan Iwan MJ pembalap senior dari team MJ IRT CV.Bagja Bilqis JMR Custom dari Jabar. “Pada intinya sangat bagus karena ada jenjang yang lebih tinggi di grasstrack tapi pemula dan junior harus ada pula gelar nasionalnya,” kompak Cipto dan Iwan MJ sembari bilang kami berharap juga untuk team atau pembalap di support biar pengeluaran dana tidak terlalu membengkak.
Dilontarkan pula pendapat dari Jateng dan Jatim. Perwakilan dari Jateng di ungkapkan Akbar Taufan yang pada kejurnas ini podium teratas kelas bebek modifikasi 4T Senior dan anak didiknya Revaldi Julian juara kedua kelas bebek standar pemula. “Asalkan terbaik buat kemajuan grasstrack kami setuju saja, yang penting dibikin dengan sistem yang baik dan kalau ada sistem yang kurang harus dibenahi,” kata Akbar Taufan dan Revaldi Julian. Diamini pula Irul Owner tim Batu Kencana MCS dari Jatim. “Setuju saja adanya Power Track tapi untuk juara nasional pemula dan junior harus tetap ada, para pembalap pemula dan junior juga berharap dapat gelar nasional masa cuma juara region saja” ungkap Irul yang anaknya Farudila Adam juara kedua kelas bebek modifikasi 2T senior.
“Power Track ini masih dalam penggodokan dan masih butuh masukkan dari komisi, team dan pembalap untuk memperoleh keputusan yang terbaik buat kemajuan balap grasstrack,” Tutup Frans Tanujaya.
Penulis : Wish | Foto : Wish

