OtomotifZone.com-Assen. Evaluasi race ke 7 kejuaraan dunia MotoGP sirkuit Assen Belanda yang begitu ketat hingga lap terakhir dengan hasil Marc Marquez sebagai juara di susul Alex Rins dan Maveric Vinales.
Jika di tonton mereka bisa di depan akibat duel antara Valentino Rossi dan Andrea Dovizioso. Di mulai dari 4 lap terakhir sehabis R2 saat Rossi coba masuk jalur dalam Dovi. Putaran sedikit melambat dan akhirnya di tikungan parabolik Marquez sudah membidik gerak-gerik mereka dan sudah menyiapkan tenaga buat melibas sehabis keluar tikungan.
Bagaikan mendapat nafas panjang Marquez langsung ngacir liar konsentrasi maksimal di jalur tanpa hambatan untuk juara.
Masih kurang lagi saling libas Rossi dan Dovi 2 lap terakhir setelah R1. Overtake Rossi di chicane terakhir di balas Dovi pada straight sehingga keduanya seperti baris melaju bersama di zona pengereman. Ini membuat Rossi keluar jalur serta Dovi melambatkan lajunya agar tetap di line. Akibatnya Vinales dan Rins menerobos mereka di urutan 2-3. Ini yang memperparah keduanya gagal podium.
Alasan sama kuatlah yang membuat mereka bisa seperti ini. Kecepatan seimbang malah berakibat mereka tak bisa menapaki podium. Keduanya hanya bisa menyesali dan saling minta maaf.
Mengutip dari MotoGP.com Dovi mengometari kejadian di R1. Titik dimana kedua harus kehilangan posisi menuju podium.
“Saya berada di sisi dalam dan itu tergantung pada saya mengerem,” kata Dovizioso dari insiden tersebut.
“Untuk memperjuangkan kemenangan di Assen, bagi saya adalah sesuatu yang sangat penting. Saya pikir saya melakukan semuanya dengan cara yang benar. Saya tidak memiliki kecepatan dalam 10 putaran terakhir dan saya mampu bertarung untuk podium, jadi ini bagus. ”
Tapi taktik akhir yang menyebabkan frustrasi keduanya. Apalagi Rossi menganggap taktik itu salah.
“Dengan 4 atau 5 lap lagi saya mencoba menyerang dan ternyata itu bagus karena saya berada di urutan kedua bertarung dengan Dovizioso. Dia mencoba menyalip saya di tikungan pertama tetapi dia tiba agak terlambat. Sayangnya, saya harus keluar jalur dan kami kalah, terutama saya. Akibatnya kami berdua kehilangan banyak. Saya pikir itu adalah overtake agresif. Memang banyak overtake agresif selama balapan, tetapi secara strategis itu tidak strategis tidak pintar karena saya pikir bahwa kami berdua memiliki potensi untuk naik podium. Karena itu, kami harus di posisi ke 4 dan ke 5. ” sesal Rossi. Untung mereka bisa memahami situasi dan tak menjadi masalah.
Penulis : Hafid | Foto : MotoGP

