OtomotifZone.com-Bandung. Meski jujur harus diakui bersama, event standarisasi penyelenggaraan sekelas Kejurda balap Motor yang digelar Pengprov IMI Jabar sepertinya masih kurang diminati para pembalap Jabar itu sendiri, terutama kelas wajib penjenjangan yang kurang mendapat reaksi positif.
Terbukti saat gelaran Kejurda seri 4 yang berbarengan dengan seri akhir Nite Race garapan Montesz Sport Club di Sirkuit Non permanen Sport Center Indramayu, Sabtu malam kemaren (21/11), kebanyakan dihuni kelas matic, sementara kelas wajib yang ikuti memang ramai tapi dijejali para pembalap yang mempunyai point serinya Montesz, baik kelas Seeded dan kelas pemula, sementara yang tidak punya point lebih banyak tiarap dan menjadi penonton.

Namun penyelenggaran kejurda tidak seperti biasanya juga membuat nuansa baru bagi pengprov IMI Jabar menggelar Nite Race menjadi meriah, hal tersebut seperti penuturan Kabiro R2 On track, Irvan Octavian,“Kejurda seri 3 (4) memang sudah kami rencanakan dengan nuansa baru, yaitu nite race, apalagi memang tidak ada aturan kejurda wajib balap disiang hari, membuat balap juga tidak jenuh kan, namun diakui, untuk segi pembinaan, memang tidak ada kalau nite race”.
Menjawab pertanyaan kenapa bareng dengan event Montesz, “ya awalnya memang seri ini digelar bulan lalu, namun karena masih awal pilkada serentak akhirnya DRC baru bisa menggelar event tersebut bareng dengan event Montesz, tentunya Pengprov berterima kasih kepada Montesz Sport club yang mau bekerjasama menggelar seri 3 dengan kemasan yang cukup baik”, tutup PIC Kejurda.
Namun dari hasil kejurda seri 4 kemaren membuat rugi yang tidak ikut seri tersebut tapi malah menguntungkan pembalap yang terjun dikota Mangga.

Kelas Seeded
Perebutan tangga juara MP1 akan ramai saat seri pamungkas, dimana sport center Langensari Banjar 912-13 Desember) akan menjadi pembuktian Reza Ellet, Jaffar Munir dan Irfan Chupenk, hanya ketiga pembalap tersebut yan mempunyai peluang besar.
Meski Reza Ellet mampu mempimpinn dengan 63 point, namun Irfan Chupenk dengan 50 point dan Fajar Munir dengan 48 point masih punya peluang meski secara itungan matematika Ellet pasti akan bermain aman saja, sementara mereka berdua berjuang extra keras.
Persaingan extra ketat justru di MP2, dikelas ini Jafar Munir malah memimpin dengan 41 point setelah menjadi juara 3 seri 4 Indramayu kemaren, sementara Ellet meraih 34 point dan Irfan Chupenk dengan 33 point setelah runner up seri 4, namun ketiga pembalap diatas tidak boleh lengah dengan hadirnya Dany Keder, meski hanya mengantongi 25 point tidak menutup kemungkinan pembalap Subang mampu menyodok terdepan seperti yang diraih diseri 4 kemaren, ada juga Tony Suhartawan dengan poind 25 dan Nurdeki Ristan.

MP3 dan MP4
Kelas Pemula ini dilevel kejurda hanya milik 2 pembalap, Erwin Ridwansyah dan Aris Anandi saja, pembalap yang lain susah mengejarnya.
Meski dikelas MP3, Aris Anandi asal Cirebon cukup jauh meninggalkan 19 point dari rival Erwin Ridwansyah dengan 60, namun kelas ini akan menjadi milik mereka berdua ketika seri Banjar digelar, bisa saja saling bantai atau saling kerling mata bagi juara di MP4.

Erwin Ridwansyah dikelas MP4 malah mampu memimpin 10 point dari Aris Anandi, sementara yang lain punya mungkin akan menjadi bagian dari team order atau malah jadi penonton. Ada catatan OZ yang dianggap cukup memprihatinkan, Ewing lebih mengutamakan aman cari point kejuaraan daripada cari point Kejurda, dan terbukti motorpun diraihnya, fair dan wajar sih toh motor didepan mata….tapi bijimaneee….

MP5 dan MP6
kelas pembibitan MP 5 dan MP6,Chepy Armansyah asal Bandung mungkin satu-satunya pembalap yang akan menguasai 2 kelas sekaligus.
MP5 memimpin dengan 73 point diikuti Rio Adrian diposisi 2 dengan 60 point dan M Riki diposisi 3 dengan 50 point, sementara dikelas MP6 Chepy unggul jauh 91 point dan tidak mungkin dikejar lawannya,
Siapa punya kesiapan dan persiapan serta konsisten, pasti akan menjadi yang terbaik.
Penulis : Edi Batrawan | Photo : Edi Batrawan




