OtomotifZone.com – Pasaman Barat,Konflik internal tengah mengguncang Ikatan Motor Indonesia Sumatera Barat. Keputusan Ketua Caretaker IMI Sumbar, Ryandi Dwinanto, yang menghentikan seluruh agenda kegiatan otomotif di wilayah tersebut menuai gelombang protes dari berbagai pihak.
Salah satu suara paling keras datang dari Ketua IMI Pasaman Barat, Decky H Sahputra. Ia menilai kebijakan tersebut tidak mencerminkan fungsi seorang Caretaker dan justru merugikan dunia olahraga otomotif di Sumatera Barat.
Menurut Decky, keputusan penghentian seluruh event selama proses skorsing Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) merupakan tindakan yang berlebihan dan membuat para atlet, promotor, hingga komunitas otomotif kehilangan arah.
“Caretaker itu hadir untuk menjaga organisasi tetap berjalan, bukan malah menghentikan seluruh aktivitas. Jangan sampai organisasi ini dijalankan seperti milik pribadi,” tegas Decky dalam keterangannya.
Ia menambahkan, penunjukan Caretaker oleh IMI Pusat seharusnya hanya bersifat sementara untuk mengisi kekosongan kepemimpinan setelah pembekuan kepengurusan masa bakti 2022-2027. Dalam kondisi tersebut, tugas utama Caretaker adalah memastikan pelayanan organisasi tetap berjalan dan agenda pembinaan tidak terhenti.
Decky menjelaskan, secara aturan seorang Caretaker memiliki kewenangan administratif seperti menandatangani surat mendesak serta memberikan rekomendasi kegiatan. Namun kewenangan itu tidak seharusnya digunakan untuk mengambil keputusan yang berdampak besar terhadap keberlangsungan olahraga otomotif daerah.
Kebijakan penghentian event dinilai bertentangan dengan semangat pembinaan yang selama ini menjadi dasar organisasi. Pasalnya, banyak agenda balap dan kegiatan otomotif telah dipersiapkan jauh hari oleh promotor maupun atlet.
“Kalau semua event dihentikan, lalu bagaimana nasib atlet dan pelaku otomotif di Sumbar? Mereka butuh ruang untuk berprestasi dan tetap aktif,” lanjutnya.
Dalam pedoman organisasi, Caretaker juga memiliki tanggung jawab menjaga kesinambungan kalender event, menjalankan fungsi eksekutif organisasi, serta memastikan aktivitas olahraga tetap berjalan sesuai aturan.
Kini situasi tersebut memunculkan desakan kepada Ikatan Motor Indonesia Pusat agar segera melakukan evaluasi terhadap kinerja tim Caretaker IMI Sumbar. Para pelaku otomotif berharap konflik internal tidak semakin melebar dan dunia balap di Ranah Minang bisa kembali berjalan normal.

