OtomotifZone.com – Padang. Masing-masing daerah tentunya memiliki sirkuit buat gelar kejuaraan grasstrack dan motocross. Jumlahnya cukup banyak di Indonesia. Namun ada yang dibuat cukup standar lokal saja, atau sesuai regulasi nasional bahkan ada yang bisa untuk kejuaraan internasional. Tentunya tergantung fasilitas yang dimiliki sirkuit itu.
Nah, bagi penggemar balap ‘garuk tanah’ di Ranah Minang dan sekitarnya, bolehlah senang sekaligus bangga karena ada banyak sirkuit yang bisa dipakai. Salah satunya sirkuit X-dareh di Kec. Pulau Punjung, Kab. Dharmasraya.

Sirkuit yang baru saja dipakai Kejurnas Grasstrack Region 1 Seri 7 itu punya potensi untuk dikembangkan. Design trek yang digunakan disukai para crosser. “Handicap sirkuit dibuat seperti di Amerika,” sebut Teddy Deska, Ketua X-dareh Racing Sport yang mengusung event Kejurnas GTX pekan lalu.
Lalu mau dipakai apa sirkuit usai balapan? “Ooh, sirkuit bebas digunakan buat yang mau latihan. Kalau ingin adakan event kita terbuka.
Mau sewa kita kasih,” beber Teddy, promotor muda Sumbar berusia 23 tahun.

Kebetulan Teddy juga mantan crosser, berani terjun karena disupport ayahnya H. Zulfikar Atut Dt. Penghulu Besar, pengusaha ternama di Dharmasraya. Bahkan ditantang ayahnya agar bikin event 3 kali setahun. “Cuma terkendala karena masih stay di Jakarta,” sedih mahasiswa Trisakti ini.
Padahal sirkuit perlu dikelola agar tak nganggur dan mubazir. “Sirkuitnya bagus, cuma untuk lebar trek sama top speed masih agak kurang. Perlu dibenahi sedikit lagi,” sebut Agung Taswin Junior, crosser dari Argamakmur, Bengkulu yang telah menjajal.
“Kami senang ada sirkuit baru di Sungai Dareh berstandar nasional. Perlu penambahan fasilitas yang ada. Karena sebelumnya itu kebun sawit dan getah, kalau hujan tanah menempel ke ban motor. Bikin saluran air di pinggir trek agar air cepat kering,” saran Desyontori Thenok, Sekretaris Pengprov IMI Sumbar yang jadi juri.
Teddy memang sedang berbenah. Di setiap trek lurus panjang dikasih superbowl. “Biar pembalap nggak terlalu kencang. Bahaya juga soalnya. Trus sambil nikung ada jumpingnya, abis jump langsung nikung lagi,” beber Teddy dengan alasan biar skill pembalap meningkat.
Diakui, Teddy memang mulai berperan memajukan grasstrack di Sumbar. Apalagi dapat support dari Irwan Afriadi, Ketua Pengprov IMI Sumbar. Spirit Teddy pun bertambah sejalan dengan rencana ke depan.
Fasilitas sirkuit jadi fokus. Meski saat ini telah ada paddock, waiting zone, menara juri, toilet dan tempat shalat, masih ada yang perlu dilengkapi. Beruntung dapat atensi dari Pemkab Dharmasraya.
Apalagi antusias penonton setempat yang sangat luar biasa. Ini salah satu olahraga yang digemari. “Masyarakat minta supaya kita sering adakan kejuaraan,” pungkas Teddy.
Penulis: Noverry Darwin |Â Foto: Eko Pangestu

