Mengaca dari banyaknya event yang batal karena ijin keramaian dari pihak kepolisian yang tidak keluar mendekati hari H ataupun seandainya keluarpun promotor harus merogoh kocek lebih dalam diluar budget yang ditentukan demi berlangsungnya event tersebut menjadi salah satu kendala, permasalahan dan keruwetan yang hingga saat ini menjadi momok menakutkan promotor daerah maupun nasional.
Gonjang ganjingnya final motorprix region 2 pun menyisakan permasalahan bak benang kusut basah pula… ribet kan beresinnya. Sampai ada boikot berjamaan dari Yamaha dan Honda sudah mencirikan bobroknya sistem yang ada di pemegang regulasi sekarang, siapa yang salah-siapa yang mau disalahkan tidak ada yang ngacung dan jantan.
Ribut dan kekurang siapan panitia BK PON yang berlangsung di sentul pun merupakan perjalanan yang kurang baik, apalagi disaksikan oleh seluruh pengprov yang hadir disentul, betawa mengecewakannya adegan demi adegan yang tidak layak dipertontonkan kepada pelaku dunia otomotif daerah. masih mau ngeless….. gapapa dahh, tar juga pasti ramai di Munas, xixixixi
mumpung 12 hari mendatang ada MUNAS IMI yang diselenggarakan di Solo, mohon kepada para ketua Pengprov se Indonesia harus jeli memilih calon Ketua Umum IMI, biar club didaerah yang paling rutin menyelenggarakan event dapat dengan tenang dan mudah mendapat perijinan.
Jalan satu-satunya harus memilih figur yang memahami dunia otomotif pada umumnya dan mampu mengayomi Pengprov dan club, serta promotor se Indonesia agar pembinaan dan pembibitan generasi muda dapat terealisir, disamping figur yang punya power kuat membabat praktek dan permainan dilapangan yang dilakukan pemberi ijin yaitu kepolisian meskipun yakin tidak semua pemberi ijin berlaku sama…….
semoga suara club juga merupakan suara insan otomotif Indonesia.
