Beranda Headline Prabumulih Perlu Arena, Terminal Bisa Jadi Sirkuit

Prabumulih Perlu Arena, Terminal Bisa Jadi Sirkuit

0
1922

OtomotifZone.com – Palembang. Kota Prabumulih memang paling kecil di Sumatera Selatan. Luas daerahnya hanya 435,10 km² dengan populasi penduduk 161.984 jiwa (2010). Tapi jangan salah, kota ‘kecik’ ini menyimpan pembalap motor disegani.

Sebut saja Deny Orlando. Racer yang kerap menggunakan nomor start #141 ini cukup banyak trophy dibawa pulang. Terakhir Juara Umum Pemula di Kejurda yang diusung Montesz Sport Club dan memboyong satu unit motor hadiah.

Lainnya ada Bondan Adityo Utomo yang pilih #103 di tameng ‘kuda pacu’. Keduanya gabung dalam CV Primadhana JGTRT dibawah mentor Ferdy, racer era tahun 2004-2012. “Sekarang sudah stop balap dan diteruskan adik kedua. Lebih cocok membina tim balap aja,” sebut Ferdy.

Masih banyak racer berbakat lainnya yang namanya muncul lalu hilang. Salah satu penyebabnya tidak ada arena yang bisa dijadikan tempat latihan. “Dulu ada Terminal Talang Jimar, tapi treknya beton bukan aspal. Itupun sudah hancur dan berlubang,” beber Ferdy.

Lalu pada ‘hijrah’ ke lokasi sekitar Pendopo Pali dekat GOR yang baru diaspal dan dijadikan trek dadakan. Padahal, kota dibawah pimpinan Ridho Yahya ini memiliki terminal baru yang belum operasional hingga sekarang. Apa salahnya dijadikan sirkuit semi permanen.

Tentunya aspal harus overclay agar layak dipakai. Tapi biayanya tak seberapa dibanding membuat sirkuit sungguhan. Dengan adanya arena latihan, bakal muncul bibit baru.

Klub yang sering gelar balap motor di Prabumulih adalah Montesz Sport Club (MSC). Ini keluarga penyuka balap asal Palembang yang pengalaman adakan road race, grasstrack, slalom hingga rally wisata motor.

Tim CV Primadhana JGTRT asal Prabumulih, Sumsel
Tim CV Primadhana JGTRT asal Prabumulih, Sumsel

Selain itu, mekanik yang jagoan utak-atik motor balap bakal bertambah. Sekarang ada Jurnadi dan Topan Dwijaya yang dipakai tim JGTRT. Lainnya ada Udin Kambing dan Yudi Jenggot. “Semakin sering balap atau semakin banyak racer, peran mekanik pun semakin dibutuhkan,” ujar Topan Dwijaya.

Nah, itu dia! Ada semut ada gula. Ada balap ada mekanik. Banyak latihan tentu juga banyak prestasi. Tunggu apa lagi. Manfaatkan lokasi yang ada.

Penulis: Noverry Darwin | Foto: Tim JGTRT

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses