Beranda News Promotor Kalah Sama Crosser

Promotor Kalah Sama Crosser

0
861

OtomotifZone.com-Cibubur. Event Kejurnas IRC Motorcross International Championship 2012 round 3 berakhir sudah. 167 starter yang datang dari penjuru tanah air pun unjuk kebolehan dikelas masing-masing.

Event yang digelar rapih ini awalnya tidak menemukan adanya kendala yang berarti, karena semua sudah mengikuti aturan yang telah disepakati bersama antara Promotor dan IRC sebagai Sponsor ada kelas yang diwajibkan memakai ban IRC selaku sponsor event tersebut.

SE 85 cc semua team sepakat memakai dan seragam dengan ban garuk tanah merk IRC tanpa ada protes dan kendala, tetapi dikelas Expro banyak diprotes peserta karena dianggap informasi yang disampaikan panitia tidak semuanya terdengar oleh pembalap dan team, alhasil banyak yang tidak menggunakan ban IRC dengan berbagai alasan, dan ada juga pembalap yang mengikuti intruksi penyelenggara.

Ketika OZ sedang merapat dipaddock team dan diskusi dengan pihak IRC ada team yang dengan rasa kesal menganggap aturannya ini tidak jelas. dengan diplomatis menjawab, “Kami sudah menandatangi perjanjian dengan promotor tentang aturan mainnya, jadi kalau ada yg protes silahkan diskusi dengan panitia” jelas Dodiyanto wakil dari IRC.

Masing-masing punya pendapat yang pakeukeuh-keukeuh pun panitia melunak dengan aturan bahwa yang penting peserta sudah membeli ban IRC dan tunjukin kwitansi pembeliannya, pernyataan keluar dari salah satu panitia.

ketika OZ konfirmasi ke COC dalam hal ini Dadan HP dan Frans Tanujaya selaku Safety Officer dengan kompak menjawab ” silahkan baca buku Supplementary Regulation ato pelengkap peraturan perlombaan pasal 14 halaman 4 terpampang jelas “14. BAN, ban wajib bagi kelas 85 cc, Executive A, B dan Veteran. sanksi diskualifikasi.”

“kalau memang ban IRC tidak layak  dipakai balap, kenapa Denny Orlando crosser senior tanah air dan Kim Askhennazi crosser handal asal Australia yang tahun lalu menjadi Juara Powercross Indonesiapun pake IRC, berarti ban ini layak dong dipakai balap, lagian sekelas pabrik Gajah tunggal masa tidak melakukan riset sebelum mengeluarkan produck ?gak mungkin kan bro” jelas Frans Tanujaya yang juga Crosser Senior Indonesia menambahkan.(edi)

Nah lho….