OtomotifZone.com-Dieng. Satu pembalap luar Jawa yang sejak seri pertama Kratingdaeng Supercrosser Powertrack di Jogja sudah memberikan gebrakan saat freepractice dan kualifikasi. Sayang saat race kendala frame memupuskan harapan Breifel Wales dan team Tuama Richard Manado SBM Frame Dr. Holic.
Utama kelas Bebek Modifikasi Open 110cc. Dia berhasil tercepat dengan mencatat waktu 1:28.227 mengungguli duet Rehobat Norifumi Malabar Swallow TK Racing Malabar Ardians. Edi Aryanto catatannya 1:28.534 di posisi 2 dengan gap 0.307.
Breifel mengatakan faktor terbesar dia bisa konsentrasi penuh lantaran pergantian peredam kejut belakang. “Shock belakang ganti. Seri pertama pakai shock Panjang ATV nggak ketemu setelannya. Tiap rebah mau jatuh. Mau fokus udah capek mikir shock absorber. Sekarang pakai Kayaba 32mm punya Kawasaki. Seperti Kayaba Merah. Bawanya anak jadi nggak kepikiran saya,” kata Breifel yang gaya bicaranya ada nada optimis buat besuk.
“Mesin tidak ada perubahan sama seperti seri 1. Cuma ini tadi kurang setelan pada gir saja. Kurang enteng…” sambung Aan Alizar, mekanik yang set motor pembalap Halmahera tersebut.

Breifel Wales memandang besuk tetep waspada dengan monster Grasstrack Jawa. “Edi-Rizky-Lantian adalah pembalap kuat. Walau pada kelas 110cc saya waspada dengan mereka,” tutup Breifel yang cocok banget sama shock yang ini.
Penulis : Hafid | Foto : Hafid




