Otomotifzone.com – Surabaya. Seri kelanjutan V1 – Honda Dragbike championship 2016 sudah memasuki putaran ke 3 hari Sabtu malam minggu kemarin di Park Sirkuit Kenjeran Surabaya(18/6). Meski ada beberapa gelaran serupa di hari Minggunya, namun mampu menarik dragster Jatim dan Jateng hingga 336 starter di 19 kelas yang dilombakan. Bukan isapan jempol, jika dragster Jatim masih berjaya dan bertaji dikandang sendiri di bulan Ramadhan ini.
Benarkah bulan ini konon penuh berkah ini juga berkah bagi Club JAC sebagai pihak penyelenggara di Park Sirkuit Kenjeran Surabaya. “Kami sudah bersyukur sudah dapat Rekom dari pengurus IMI Jatim untuk menyelenggarakan kegiatan balap di bulan Ramadhan, karena meski diselenggarakan malam hari ternyata animo penonton drag masih ada dan pesertanyapun lumayan minus dua kelas yang dibatalkan karena kurang peserta “ bilang M. Zamroni selaku pihak penyelenggara kegiatan.
Hanya saja catatan prestasi dragster Jatim tidak lebih baik dari seri sebelumnya di Trek lurus By Pass Mojoagung yang sama – sama dilaksanakan di malam hari. Apa penyebab ini semua, padahal trek lurus Park Sirkuit Kenjeran Surabaya terkenal aspal bagus untuk Drag. “Memang sebelum start dimulai turun hujan dan lebat sekali, dan trek sisi sebelah selatan banyak air menggenang. Ya trek disitu hanya beberapa pembalap yang mau start disitu karena licin,“ terang M. Taufik selaku pimpinan Lomba.
Hal ini bisa dilihat hasil kelas sport 2 tak Tune up 155 cc. Catatan waktu kelas ini biasa di 7 detik poin kecil, namun di trek basah ini efek ban kurang traksi ke aspal yang terjadi. Kelas ini di Dragbike Madiun kemarin dipecahkan Dafi Mini di &. Karena kelas ini tercepat Ninja tim Mawikere Sabarlado Racing Malang Joki Tony Cupang dengan catatan 7,636 detik dan Adi S Tuyul 7,646 detik sedangkan Ricko Leonardi pemegang poin di kelas matic 200 cc di kelas Ninja ini hanya mampu di posisi ke 4 catatan 07.687 dtk. Mereka semua beralasan traksi ban karena aspal licin. “Sebenarnya motor mampu di catatan 7 detik, hanya kalau gas poll motor mlintir susah dikendalikan. Ya sudah semua anak-anak drop catatan waktunya,” jelas Ricko.

Nama Wahyu Aji atau lebih dikenal dengan Tony Cupang di Ramadhan night Dragbike mampu menguasai dua kelas posisi teratas. Yakni di kelas 2 tak 155 cc tune up dan bebek 4 tak tune up 130 cc. Meski kedua kelas tersebut tanpa poin tidak wajib pakai Knalpot V-1 namun kelas ini bergensi dari para dragster senior Jatim. Tony sukses direkrut tim Mawikere sabarlado dan Ramajaya DS07 osato kali ini mampu tampilkan terbaik di trek basah. Catatan reaction time Tony tak sebagus para dragster pemula, namun putaran atas Tony mampu persingkat waktu tanpa harus motor mlintir keluar trek.

Sekarang tinggal ancaman baru dari para pebalap drag pemula bagi seniornya. Nama Dafi Mini dan Ade Mrongky membayang – bayangi dibelakang nama Tony, Ricko, Adi Tuyul dan Arief Tijil. Karena Dafi Mini sukses di matic 200 cc mengungguli para senior, dan Ade Mrongky menguntut Tony di 4 tak 130 cc dan berjaya di 4 tak 155 cc bahkan mengubur prestasi sang kakak Dadang Japrong di beberapa kelas unggulan. Bocah 16 tahun dengan berat badan 40 kg ini sudah sukses di Luar Jawa mengikuti jejak beberapa dragster senior lainnya.

Foto dan Penulis : Sondy

