OtomotifZone.com-Sukabumi. Istilah ngabuburit saat puasa ramadhan acap kali sambil menunggu suara Adzan dan bedug tanda berbuka puasa, tak sedikit anak-anak muda gen Z dan Alfa memanfaatkan waktunya untuk kebut-kebutan liaran dijalan, tentunya sangat membahayakan bukan hanya dirinya tapi pengguna jalan lainnya, itulah yang membuat OBMAPRJCT Ramadhan Open Road Race 2025 diselenggarakan.
Hasil race : https://otomotifzone.com/hasil-race-obmaprjct-ramadhan-race-sukabumi-2025/
Kordinasi dan persiapan dengan para pihak terkait termasuk komandan Yon Armed 13 Nanggala Cikembang Sukabumi, IMI kabupaten dan juga pengprov serta menggandeng JMM selaku RC kegiatan membutuhkan waktu 3- 4 minggu, dan akhirnya event dengan tujuan diatas dan juga mencari bibit-bibit baru di Kabupaten dan kota Sukabumi terselenggara dengan sukses.
Meski hanya digelar 1 hari, tepatnya Minggu, 9 Maret 2025 kemaren, tingkat partisipasi pembalap lokal wilayah memang tergolong tinggi, dari total 206 starter yang terbagi 18 kelas ini diikuti 62 starter dikelas lokal wilayah dan 44 starter dikelas pemula.
Memang kelas matic masih mendominasi kegiatan rata-rata di Jawa Barat, namun sasaran penyelenggara menggelar event ngabuburit ini tepat sasaran.
“Miris sih melihat aksi kebut-kebutan dijalan, apalagi pas ngabuburit, takut liatnya, disamping juga kangen bikin event resmi untuk mewadahi hobi anak-anak muda Sukabumi, kami juga ingin kembali mencari bibit-bibit baru dan generasi baru setelah Putra PA dan lainnya, itu sih mimpi saya bikin event”, tegas Iman Firmansyah, ketua panitia event.
Merunut 29-30 tahun kebelakang, lahirnya pembalap-pembalap berbakat Jawa Barat lahir dari event legend yang digagas om Deli dimana komplek TNI POLRI menjadi sirkuit sasaran event yang digelarnya, sirkuit bongkar pasang ini juga masih bisa diterapkan dengan tipical track seperti yang Sukabumi kemaren.
Jika ingin lebih banyak bibit-bibit baru lahir, Pengprov dan atau klub penyelenggara sudah harus membuka kelas khusus pelajar dan Pemula B untuk memberi ruang pembalap yang belum berprestasi namun terbentur umur dan harus naik kelas, kelas tersebut menjadi alternatif agar menambah jam terbang dan menjaring peserta lebih banyak.

