OtomotifZone.com – Jakarta. Hadirnya pemegang dua juara region 1 pemula B di Final Kejurnas Motoprix region 2 (28/10) di Sirkuit NP GOR Satria, Purwokerto. Kali ini pembalap asal Sumatera tersebut ikut memanaskan persaingan di region neraka. Dengan Menunggangi Honda Sonic, Ipul mampu taklukan iblis iblis neraka.
Bersama tim Privater, Ipul turun di gelaran Final Motoprix region 2. Adaptasi yang cepat dilakukan pembalap muda Sumatera itu. Meski pada babak kualifikasi dirinya hanya mampu berada di posisi delapan. Keberhasilanya tentu tidak lepas dari kekuatan tunggangan yang mengandalkan Rasio MP1.
Bos Syukra juru racik dari motor Ipul langsung berdiskusi bersama pembalap. Alhasil masalah pada rasio menjadi titik utama. Pria yang sudah ahli dalam menangani motor Honda langsung mengubah rasio dari pembalap region 1 itu.
” Pertama saya lihat motor menjadi tercepat ke empat. Saya konsultasi kepada Ipul, kira kira apa masalahnya. Dan ketemu masalah di rasio. Saya langsung mengganti rasion dari Ipul. Saya gunakan rasio MP1 untuk motor MP5 Ipul mas,” ujar Bos Syukra yang juga menangani motor Honda Bethar.
Ada berbagai macam alasan dan perhitungan dari Syukra mengapa Rasio MP1 ditempelkan di motor MP5. Bicara spesifikasi jauh berbeda. Motor MP5 merupakan motor dari pembalap pemula B dan MP1 motor dari pembalap Seeded.
” Jadi motor itu kekuatannya kemarin di Dayno tembus 22 DK mas. Dan ketika Qtt ko motor seperti keengengan mas. Akhirnya kita beratin satu mata menggunakan rasio MP1 di gigi 1 sampai 4. Tapi final Gear saya naikan satu mata ke 14-46 yang sebelumnya 14-45,” jelas pria brewok itu
Ahmad Saipullah juga merasakan hal berbeda pada motornya ketika Race. Meski menurutnya masih ada kekurangan sedikit pada motornya. Namun dirinya mampu menutupi kekurangan motor Honda Sonic ini menjadi sempurna. Terbukti dari gelar juara yang di dapat di kelas MP5.
” Motor si pas bang waktu Race. Meski motor terlalu lembut menurut Ipul. Tapi mendingan ini bang di banding waktu QTT. Karena pas QTT motor rasio keentengan mas. Hasil ini belum apa apa mas,” tutup Ipul




