OtomotifZone.com-Bandung. Meski kepengurusan IMI Pusat dibawah kepemimpinan Bamseot periode 2021-2024 belum dilantik, nada-nada kegaduhan sudah merebak terdengar, mulai dari bongkar pasang calon pengurus yang mengisi berbagai pos, baik roda 2 dan roda 4, gemuknya kepengurusan hingga riak riak protes arus bawah sudah mulai terdengar.
Gelombang protes sangat santer kembali terdengar dari Region D, region penggabungan Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat di roda 2 ini sedang menghangat, teriakan arus bawah sangat mengemuka diinternal grass root, pasal protes adalah ketidak munculan Ir. Multazam, senior otomotif roda 2 Sulawesi, tokoh senior nan sentral yang sudah malang melintang dikancah balap motor/road race region 5 dan region 6 sebelum menjadi region D.
Penulis mendapat bocoran susunan kepengurusan dibawah Sadikin Aksa, Waketum olah raga bidang sepeda motor, baik on track dan of track, memang benar nama Ayah, panggilan akrab Multazam memang tidak ada dalam susunan jajaran komisi, disitulah teman-teman region D protes dan tidak mengerti mengapa tokoh panutan region D tidak masuk dalam komisi, rata-rata protes dan mempertanyakan kenapa tidak ada nama beliau dan apa alasannya.
Suara protes terdengar keras keluar dari rekan pengprov, baik dari Sulsel, Sulbar, Gorontalo, Sulteng dan pengprov lainpun bernada sama. Suara protes muncul dari Upind Pakaya, Sekertaris IMI GTO, “Yang jadi pertanyaan ini kenapa pak multazam gak masuk ya ?? Padahal pengalaman dan kualitas beliau sdah tidak d ragukan lagi, hampir 20 tahun beliau menguasai sepak terjang region Indonesia timur, semoga ini bukan arah krna faktor suka tidak suka atau ada faktor lain ??”, nada protes pun bersambut dari rekan lain, “sepakat, kok hilang??”, kata Didi Laode dari Maluku Utara, pengurus naturalisasi dari Sulawesi Tenggara.
“Saya juga baru lihat satu-satu sampai berulang-ulang, tapi namanya Ayah gak ada memang, aneh ya?!, Tapi gak ada Ayah, gak asik”, protes Eby, dari Maluku, protes terus bermunculan, “Timpang ini, region D kiblatnya ke Sulawesi malah tidak ada satupun perwakilan untuk Roadrace, Mogok aja lah kita” papar Rezki Thaha dari Sulawesi Barat.
“Melihat komposisi Komisi khususnya balap motor saya merasa tidak dimasukanya nama Multazam adalah hal yang sangat merugikan khususnya kami di Sulawesi, kemampuan dan kapabilitas beliau sudah tidak diragukan lagi, tolong ini bisa jadi perhatian direktur On track PP IMI yang dikasih wewenang memilih komisi dan anggota komisi oleh ketum dan waketum IMI Pusat, Dan penilaian standar apa yang di pakai oleh IMI pusat khsususnya on track dalam menentukan anggota komisi,,. Anda2 juga d pusat dipilih ada andil besar karena dorongan dan perhatian dari IMI Provinsi..” tambah Upin dari Gorontalo.
Nada heran juga muncul dari Glen Sangaji, ketua IMI Malut pun bersuara, “Sabar teman-teman sekalian saya lagi coba diskusi dengan teman-teman di PP yg susun SK ini, mudah-mudahan ada jalan keluarnya, mungkin saja saya orang pertama yg mempertanyakan tentang tidak masuknya nama Multazam….jadi saya usul kepada teman-teman region D ketemuan mari kita sama-sama pertanyakan masalah ini kesana biar jadi bahan pertimbangan mereka,,menurut saya percuma kalau kita saling bertanya disini…kira” begitu sahabatku sekalian….ayo kita semua japri ke bang Medya dan mas Donny untuk hal ini, Nama Multazam tidak pernah hilang bukan cuma di region D tapi di Indonesia….saya yakin kalo kita semua pertanyakan hal ini & minta dipertimbangkan”.
Dedhi Berdhi perwakilan dari Sulsel juga bersuara, “Kalau pendapat kami pribadi, tidak masuknya saudara Multazam yang mewakili teman-teman IMI di Sulawesi Selatan untuk bergabung masuk komisi balap motor di PP. Hal yang sangat perlu dipertanyakan…!!.
Nada protes juga muncul dari Helmy Umar, “Melihat dan membaca semua keluh kesah teman-teman, sangat miris dengan keadaan ini, saya dengan pak Mul di komisi sudah hampir 20 tahun masih jaman pak Bambang Gunardi (alm), yagn saya sesalkan kenapa di Medya Saputra di PP tidak mampu memperjuangkan teman-teman reg Sulawesi untuk masuk didalam komisi balap motor, Semua kita yang ada di Timur ini pernah di perjuangkan oleh pak Mul termasuk saya”.
gelombang protes mengerucut hanya kenapa Multazam tidak ada namanyanya, tidak mempermasalahkan nama lainnya, nada sumbang juga terdengar di grup tersebut karena ada faktor internal buntut panggung politik? biarkan itu bergulir menurut pendapat pribadi masing-masing, namun ketidak munculan Multazam menjadi kunci gelombang protes Indonesia timur jilid 2.
Penulis dan photo : Edi Batrawan




