OtomotifZone.com-Sentul. Perjuangan sang Juara Nasional Eshark Karting 2014 M Ferrel Fadhil di Rotax Max Challenge 2014 round 4 menjadi ajang kompetisi yang paling keras dan menegangkan dibanding puluhan event yang sudah dijalani sebelumnya.
Sentul international Karting Circuit Bogor menjadi saksi kehebatan pegokart UI Racing team, perolehan point yang begitu ketat dikelas ini menjadikan targetnya untuk memperpendek jarak dengan Keanon Santoso (TKM Racing), pemimpin klasemen sementara hingga round 4 berlangsung. Perjuangan keras Ferrel sebetulnya tidak sendirian, saingan terdekat dibawahnya, M Harits juga mempunyai impian yang sama untuk merangsek diperebutan tangga juara RMC Indonesia 2015.
Namun beban berat yang dirasakan M Ferrel Fadhil kali ini jauh lebih besar, apalagi kegagalan yang pernah dialami saat perebutan gelar juara RMC 2014 sempat terkubur karena melejitnya David Sitanala sebagai pemenangnya, RMC 2015 menjadi target dirinya untuk menutup kegagalan tahun sebelumnya, namun ternyata persaingan dan pertarungan sebenarnya ada di RMC 2015 ini.

Besarnya jarak point menjadi beban yang besar juga menjadi salah satu halangan bagi dirinya untuk meraih yang terbaik diajang perebutan tahta juara klasemen akhir, namun perjuangan kerasnya patut diacungi jempol, dimana seri 3 yang digelar Sabtu (1/8) Â harus puas berada di posisi 4 baik Prefinal maupun Final dibawah dominasi 3 pegokart TKM Racing, membuat diri terpacu dan ingin membuktikan dirinya juga mampu berjuang meraih yang terbaik.
Terbukti saat gelaran RMC round 4 Minggu kemaren (2/8) pegokart UI Racing ini mampu finish diurutan 3 saat pre Final dan melejit diposisi pertama saat laga final meski harus berjuang keras untuk bisa melewati Nabil Hutasuhut (TKM Racing) yang 2 seri kemaren tampil cukup agresif.
“ini pertarungan yang paling seru, kompetisi yang paling keras sepanjang saya balap gokart, saya tidak hanya balap lawan diri sendiri, tapi juga harus melawan 3 pegokart TKM Racing begitu ketat menjaga saya dan juga harus menjaga jarak aman dari rival saya dibelakang saya, saya senang bisa lepas dari himpitan dan tekanan ini, saya pernah mengalami ketatnya kompetisi, namun RMC kali ini yang paling berat bagi saya”, papar M Ferrel Fadhil.

Ketika disinggung kuatnya pertahanan trio TKM, “sepanjang saat balap tidak melakukan touch dan sengaja membuat pegokart lain keluar lintasan sih sah-sah saja, kalau sudah dengan sengaja mendorong hingga pegokart lain kehilangan point itu yang tidak saya suka, asal fair semua fine”, tambahnya.
Bahasan trending topik team order dan ketatnya persaingan, mendapat tanggapan Pery Martono dari sang empunya DT Racing yang juga hadir menyaksikan gelaran kemaren, “selama pembalap berada diposisi dalam, sah-sah saja menjaga linenya, meski harus berhenti sekalipun, jadi kalau ada pembalap yang berada diposisi luar memaksa masuk kedalam siap-siap saja melintir karena pasti akan terdorong oleh pembalap yang berada diposisi dalam, ya kalau tidak mau touch dan rugi harus tercecer ya harus sabar menunggu, karena bagaimanapun pegokart yang berada diposisi dalam itu yang benar karena itu line nya, kecuali dengan sengaja mendorong keluar lintasan itu yang tidak dibenarkan, it’s simple”. paparnya saat ngobrol santai dengan beberapa pembalap usai race berlangsung.
Selamat Ferrel, masih ada 1 putaran lagi……perjuangan belum tuntas…
penulis dan Photo : Edi Batrawan




