Beranda Headline RMC 4 Sentul : Starter Menurun Persaingan Meningkat

RMC 4 Sentul : Starter Menurun Persaingan Meningkat

0
828

micro formasi

OtomotifZone.com-Sentul. Hajatan tahunan Junjunan Motorsport di ajang Rotax Max Challenge round 4 2014 memang terlihat sedikit peserta hampir semua kelas yang digelar. Cadet dan Micro Max yang biasanya ramai kemaren hanya 3 starterĀ  di kelas Cadet dan 11 dikelas Micro.

Kelas Junior yang paling dinanti saat race dengan aksi-aksi gilanya juga sedikit kurang greget dengan tidak hadirnya Presley Martono, Kezia Santoso, Keanon Santoso dan Hugo Bradley, nasib serupa terjadi dikelas Master yang juga merupakan race paling seru gilanya para master saat bersaing di sirkuit, dedengkot master sekelas Denny Massie, Handi Hadrja, Fogi Lintang dan lainnya yang tidak ikut serta membuat kelas inipun hanya terisi 5 starter berikut satunya narik Mursid Kamil mekanik untuk ikut balap.

duel 3 pegokart dikelas Micro Max menambah serunya RMC seri 4
duel 3 pegokart dikelas Micro Max menambah serunya RMC seri 4

Sepinya gelaran yang juaranya akan dikirim ke kejuaraan Dunia Rotax Max di Spanyol ini terobati dikelas senior, hadirnya Zahir Ali, Senna SN dan Rama Danindro yang kemaren ulang tahun membuat persaingan sedikit lebih seru terutama saat final.

Namun dari semua kelas yang dianggap menurun, namun justru persaingan semakin meningkat disemua kelas. Comer Cadet yang hanya dihuni 3 pembalapĀ  belia ini tidak serta merta sepi dari persaingan, justru persaingan 2 seteru sejak seri sebelumnya terjadi kembali di seri 4. Sergio Noor yang membawa bendera Riser Shadaff Kratingdaeng harus berjibaku menjadi yang terbaik berhadapan langsung dengan Rava Mahfud dari Kanaka Al’azhar Azhchaven hingga jelang 2 tikungan terakhir sebelum bendera finish dikibarkan. Ngototnya Sergio pembalap dengan gaya balap yang agresif mampu finish terdepan.

Junior max
Junior max

Persaingan sengitpun terjadi dikelas Micro max, persaingan sengit justru terjadi untuk memperebutkan posisi 3, dimana 3 pegokart harus saling adu strategi dalam over taking ditrack lurus maupun tikungan. Kerasnya persaingan dikelas ini terjadi ketika posisi Sergio Noor sudah diposisi 3 terganggu denganĀ  hadirnya Akhmal dari TKM PDB Racing dan Akheela Chandra dari UT racing mampu merebut posisi 3 secara bergantian, sampai-sampai kejadian outnya ban belakang makan rumputpun dialami Akheela ketika berusaha mendahului Sergio dan Akhmal pun sudah menempet bumper Sergio.

Nilai sportifitas tinggi ditunjukan dengan memberi ruang tanpa sengaja memblok laju gokart rivalnya membuat persaingan ini jauh lebih hidup dan sangat menegangkan, para Ibu yang menyaksikan anak-anaknya berlaga tidak kalah kenceng suaranya dari suara sound MC bahkan jauh lebih kedengaran di sirkuit paling jauhpun.

senior

Perkiraan bakal seru di kelas Junior justru menjadi anti klimak. David Juliano Sitanala yang bersaing ketat dengan Ferrel Fadhil terlalu perkasa diseri 4 ini. Selepas start pembalap Go..!!! motorsport lepas sendirian, sementara Ferrel yang punya keluang sama untuk meraih point penuh harus berjuang keras menghadapi rapihnya permainan Prassetyo Harja dari P Jms Racing dan gemburan Darryl Wenas serta Nabil Hutasuhut. pergumulan merebut posisi 2 membuat laju David semakin tidak terhalang untuk semakin menjauh, 3.134 detik mampu meninggalkan lawan-lawannya hingga bendera finish dikibarkan.

mahfud fam

Hal serupa juga terjadi dikelas Senior, harapanĀ  OZ persaingan ketat antara Silvano Christian, A Julio Prost, Senna SN dan Zahir Ali diharapkan seru persaingannya. Kenyataan dilapangan Silvano memang agak berat melawan gempuran Julio dan Senna namun rapinya membalap membuat keduanya hanya mampu mengikuti dan finish diposisi 2 dan 3. Persaingan justru terjadi saat memperebutkan posisi 4, 2 lap terakhir terjadi 4 gokart menumpuk di tikungan terakhir, dimana lap-lap sebelumnya silih berganti persaingan antara Zahir Ali, Rama Danindro, Christopher Adisurya dan Aria Bima, namun dengan insiden tersebut membuat Alroy Syadavirya menjadi aman tidak terganggu sampai 24 lap habis.

Selamat untuk para jawara.

Penulis : Edi Batrawan | Foto : Ebas