OtomotifZone.com – Solo. Tim balap RMF Trans tak kenal lelah. Usai tampil di dua event besar dalam waktu berdekatan, mereka kembali akan turun lintasan akhir pekan ini di ajang Matapanah Cup Race (MCR) Seri 1 yang akan berlangsung pada 25–26 April 2025 di Boyolali.
Ini menjadi rangkaian event ketiga berturut-turut bagi RMF Trans, menyusul keikutsertaan mereka di Mandalika Racing Series pada pertengahan Maret dan Honda Dream Cup (HDC) Malang pekan lalu. Padatnya jadwal tak menyurutkan semangat tim, justru memperlihatkan dedikasi mereka dalam menjaga ritme serta konsistensi performa sepanjang musim balap 2025.

“Memang melelahkan, tapi ini bagian dari proses membentuk tim yang kuat. MCR jadi tantangan berikutnya yang harus kami jawab dengan hasil,” ungkap Kemin, sang kepala mekanik RMF Trans.
Dalam seri perdana MCR ini, RMF Trans akan tampil di tiga kelas utama: Novice, Rookie, dan Beginner. Tiga kelas tersebut menjadi bagian penting dari program pengembangan pembalap muda tim, sekaligus peluang besar untuk meraih poin-poin penting.
“Sejak awal musim, tiga kelas itu sudah jadi fokus kami. Latihan intens, evaluasi rutin, dan pengalaman dua event sebelumnya jadi modal utama kami di Boyolali,” tambah Kemin.
Meski kelelahan bisa jadi faktor menghambat, tim melihatnya sebagai ladang pembelajaran, baik dalam segi teknis maupun koordinasi antar lini. Dari segi performa, RMF Trans menunjukkan peningkatan positif meski belum seluruhnya berbuah podium.
Sementara itu, Nicky Hayden, pembalap RMF Trans yang akan berlaga di kelas Novice, menyatakan optimisme tinggi menjelang race weekend. “Kami sudah siap tempur. Motor dalam kondisi maksimal, mental dan fisik juga dijaga. Target podium realistis, tapi kami tetap akan fight sampai garis finish,” ucapnya.
Matapanah Cup Race dikenal sebagai salah satu ajang balap regional yang kompetitif, kerap menjadi ajang pembuktian tim-tim lokal dan nasional. Dengan bekal pengalaman dan persiapan matang, RMF Trans berharap bisa tampil maksimal dan membawa pulang hasil membanggakan dari Boyolali.
“Kami datang bukan untuk sekadar hadir. Kami datang untuk bersaing,” tutup Kemin dengan penuh keyakinan.




