
OtomotifZone.com – Phillip Island. Marc Marquez merasa sanksi diskualifikasi yang haruas dia terima di MotoGP Australia pekan lalu terlalu berat.
“Hukumannya, mungkin terlalu berat, pada akhirnya itulah keputusan yang dibuat. Saya pikir akan dijatuhi hukuman lain, seperti penalti beberapa detik ride-through penalty,” jelas Marquez.
Race Direction menerapkan beberapa regulasi baru di MotoGP Australia, Minggu (20/10)antara lain: Semua pembalap wajib mengganti motor pada lap 9 atau 10, jumlah lap diperpendek dari 27 lap menjadi 19 lap, zona speed limit menjelang dan selepas pitlane diperpanjang.
Aturan yang dibuat khusus di Philip Island ini terkait oleh masalah ban Bridgestone yang tidak berani menjamin bahwa ban yang dipakai saat balap tidak bisa bertahan lebih dari 10 lap. Hal ini dikarenakan lintasan sikuit yang baru diaspal ulang.
Imbasnya Marquez yang terlambat masuk pit dan mengganti motornya pada lap ke-11 harus menelan pil pahit dengan mendapat sanksi diskualifikasi.
“Kami membuat suatu kesalahan besar dalam rencana balapan. Ini membuat binggung, kami pikir bisa masuk pit sebelum akhir lap 11 dan saya mengikuti apa yang tim katakan melalui pitboard. Dan saat mereka bilang box saya masuk (pit stop), tapi itu sudah terlambat. Kami pikir masih memungkinkan melaju di lap itu. Kami belajar dari kesalahan tersebut dan sekarang fokus ke Jepang,” ungkap baby alien di Crash.
“Hal positifnya, kami di sana berjuang untuk kemenangan. Saat saya melihat bendera hitam dan 93 itu sulit untuk saya pahami. Saya pikir terlalu cepat saat masuk pit atau mungkin saya melewati garis putih saat keluar pit,” sesalnya.
Penulis: Bimo Seno | Foto: MotoGP

