Otomotifzone.com-Boyolali. Ajang seputaran Joglo (Jogja-Solo) yang dinanti akhirnya datang juga. Bertajuk SBJG AHRS Boyolali Kapolres Cup Road Race 2015 ini seperti road race penantian panjang. Lingkup Jogja-Solo hanya terpaku pada Mandala Krida,Maguwoharjo, dan Manahan dalam kurun waktu 7 tahun terakhir. Jelas balapan kali ini memecah kebosanan dengan lintasan yang hampir dihafali setiap jengkal aspalnya. Nah disini benar-benar suasana baru. Lokasi baru alun-alun Boyolali yang merupakan lingkup DPRD Boyolali belum pernah sama sekali dipakai untuk balap. Rasa puas sepertinya dapat dirasakan oleh 250an starter. Sirkuit berbentuk huruf “F” dihiasi 7 tikungan masing-masing 4 tikungan kekiri dan 3 tikungan kekanan memiliki straight yang lumayan panjang. Sekitar 400m selepas start. Walau agak naik tapi tetap saja puas becek gas.

Arena sirkuit jauh berbeda dengan area stadion. “Untuk motor ber-cc besar seperti 150cc dan 200cc sangat menyenangkan karena panjangnya lintasan membantu sekali. Bagi yang kalah di tikungan bisa balas di straigh. Walau trek lurusnya agak naik gak masalah. Saya suka sirkuit ini,” ungkap Sony Suarta, pembalap Solo yang keseringan main di Maguwoharjo Jogja dan Manahan Solo. Maklum, kedua sirkuit tersebut mungkin hanya memiliki trek lurus kurang lebih 150m-180m. Dapat sirkuit baru yang lintasannya panjang seperti bisa bernafas lega. Bagaimana tidak, lingkup karisidenan Surakarta susah bro cari lahan buat menggelar balap road race. Urusan perijinanlah yang bikin pusing. Lahan sih banyak buat bikin sirkuit.

Banyak yang mengatakan event kemarin sudah seperti kejurnas. Benar lho, memang demikian karena area sini jarang road race. Beda sama Jatim dan Jabar yang hampir saban minggu. Tempat baru ini menggugah beberapa orang dan team baru yang rindu akan balap. Termasuk orang-orang lama yang mulai terlihat lagi aktif di balapan. Bukan hanya pembalap tapi juga mekanik yang penasaran dengan gelaran diluar Solo Jogja. “Saya akui ini event ramai diluar Kejurnas atau OMR. Mungkin hadiah motor dalam sekali event yang benar-benar bisa membuat daya tarik penonton dan peserta,” kata Monyenk, mekanik Jogja yang lama menghilang dari radar.

Pancingan hadiah berupa dua unit motorlah yang merangsang para peserta. Masa sulit seperti ini memang ogah-ogahan nunggu final untuk bisa bawa pulang motor. Cukup satu event tapi motor hadiah bisa bawa pulang. “Dua unit motor masing-masing untuk kelas A dan Kelas B. Di Kelas A adalah Bebek 4T Tune Up 130cc Open, Bebek 4T Tune Up 115cc Open, Bebek 4T Tune Up 130cc Pemula dan Bebek 4T Tune Up 115cc Pemula. Sedang kelas B ada Bebek 4T Tune Up 150cc Open, Bebek 4T Tune Up 200cc Open, Matic 150cc Open dan Matic 200cc Open,” kata Dion Erdeve penggarap acara.

“Kalau kelas A adalah seperti kelas MP1 sampai MP4 dan kelas B seperti kelas supporting class atau komunitas Fun Race,” ucap Dion. Wah, di kelas A yang banyak point jelas dari pemula dong mas? Kan pemula bisa ikut open, sedang yang open pembalap pemula campur seeded. Seeded cuma bisa ikut kelas Open sedang pemula bisa ikut kelas keduanya. “Memang kami tujukan kepada pemula supaya team-team pemula mau hadir. Sebagai rangsangan juga ini biar pemula semakin bergairah,” lanjut Dion. Benar juga sih, kemarin pemula Jateng lumayan juga yang datang kurang lebih 15 starter ada disana. Memang guna mencari bibit pemula rangsangannya harus berani memberi hadiah yang lebih, utamanya sebagai pemacu.

“Inti gelaran ini pastinya mencari pemula baru. Dan bisa dilihat sendiri kelas Pemula Jateng dan MP5 banyak wajah baru. Kita harus terus membina mereka,” kata Lilik Kusnandar yang jadi juri kemarin. Tetapi yang gak disangka adalah datngnya pembalap luar daerah seperti Wawan Wello dari Surabaya yang bergabung dengan Ramadika Yonk Jaya atau yang jauh Ari Nugroho asal Kaltim bersama SMD Raya Tenggarong Motor Sport. belum lagi rombongan kelas matic dari Jabar seperti Hendra Axo dari Bogor, Asep H dari Kuningan, Rheza F dari Cirebon dan masih banyak lagi.

Nah yang kebagian Motor ada M Erfin Firmansyah dari team Bos Pam-Pam 217 NHK FDR Zyrof47 dan Hendra Axo dari B-Tech DB Mukti Armost ABJ 13 RRT AHRS Bogor. Tak sia-sia untuk keduanya datang di event ini. Event kerjasama antara Kapolres Boyolai, Pemda Boyolali, Suzuki Sumber Baru Jaya Abadi, AHRS, Koni Boyolali, FOBM Boyolali dan Erdeve Racing selaku Event Organizer mungkin diharapkan berlanjut oleh beberapa pembalap seputaran Jogja – Solo. Adakah yang mau melanjutkan tongkat estafet semarak road race awal era 2000?
Penulis : Hafid

