OtomotifZone.com – Jayapura. Kejutan datang dari pembalap berinisial DJ75 berusia 11 tahun. Sean Delbert Jeremy Warikar yang turun pada gelaran Kongsi-Kongsi Road Race Championship Jayapura 2023, berlangsung pada akhir pekan kemarin (3-5/11/2023).
Sejak Sirkuit NP Buper Cenderawasih Waena di gunakan sebagai lintasan balap sejak era tahun 90an hingga sekarang. Sirkuit tersebut banyak mencetak pembalap muda berprestasi hingga level Nasional bahkan Asia. Antara lain Gerald Pikindow, Rizki Kiky, Richard Taroreh, Rusman Fadhil dan beberapa nama lainnya.
Namun pembalap yang mengusung tim Babe’s Chamtex54 HMRC MBKW2 MON54Private ini, justru jauh lebih muda dari pembalap yang disebutkan diatas dan lang meraih podium. Yang mana harus berjibaku dengan seniornya. Tentunya ini menjadi catatan penting sepanjang sejarah otomotif Papua khususnya balap motor. Bocah Papua asal Kabupaten Supiori ini memberikan gairah kembali bagi pencinta otomotif Papua untuk menciptakan pembalap prestasi kedepannya.
Kali ini penulis akan membahas Aksi DJ75 di perhelatan Kongsi-Kongsi Road Race Jayapura. Turun pada 4 kelas dan berhasil meraih tiga podium. Menariknya adalah Sean mampu memberikan hasil yang cukup positif serta mampu mengimbangi permainan lawannya yang rata-rata usia mereka cukup jauh.

Eric “Babe” Warikar Ayah kandung dari Pebalap dengan nomor start 75 sekaligus sebagai manager tim. Bersama para mentor dari Chamtex54 dan HMRC ingin memperkenalkan sirkuit yang telah banyak mencetak pembalap handal kepada anaknya Agar tumbuh percaya diri. Selain itu menjadi ajang pemanasan sebelum mengahadapi event terbesar di pulau Jawa.
“Tujuannya masih dengan proses latihan sih di event ini. Selain juga adaptasi menghadapi senior-seniornya, Ini penampilan pertamanya untuk balap di sirkuit Buper. Ini juga pelajaran berharga karena ia bertemu langsung dengan pembalap-pembalap yang berhasil dari sini. Salah satunya bisa ketemu dengan Icad ini juga menjadi motivasi tersendiri buat DJ75, Selain itu sebagai ajang pemanasan sebelum menghadapi final one prix seri di jawa barat nanti,” terang Erick.
Awalnya Eric memfokuskan mengikuti kelas Beginer ataupun Rooky. Namun karna minimnya peserta akhirnya mendaftarkan pada beberapa kelas lainnya Bebek 2tak 116cc standart Non PON. Bebek 4tak 130cc (ex MP2), Bebek 4tak 116cc standart Pemula, Bebek 4tak 150cc MP1 Tanah Papua dan Bebek 4tak 150cc MP1 Open. Yang mana 4 kelas yang diikuti tiga diantaranya berhasil naik podium.
“Walau usia belia namun feeling terhadap motor luar biasa dari qtt sampai final tidak ada masalah dengan motornya. Dia tidak terlalu memaksa mesin ini terbukti saat setting gear ia minta nafas motornya biar tetap panjang, agar motornya bisa bertahan. Sirkuit Buper sendiri butuh ketahanan motor dan fisik pembalap, Sean bisa mengontrol kedua faktor tersebut. Puji Tuhan walau bermain dengan para seniornya Sean mampu podium di 3 kelas serta punya kepercayaan diri. Terima kasih kepada para mentor mentor yang sebelumnya mendidik dia, semoga kedepan Sean dan kami dapat mewujudkan impiannya ,” Jelas Edwin Rorey sebagai mentor.




