OtomotifZone.com-Boyolali. Media ini ingat betul awal perjalanan Wahyu Nugroho. Rider mengawali karir mengenal motor dari balap minicross, lanjut ketularan freestyle sang kakak Wawan Tembong dan kepincut balap road race di tahun 2015. Perjuangan awal jika di pantau memang pembalap yang punya alamat di Boyolali ini.
Masa ia mendapatkan suasana kejamnya melawan pembalap profesional di kelas pemula dengan kencang. Belajar mengendalikan motor sudah sedari awal Wahyu Nugroho mampu menguasai lambaian bodi ketika dalam kecepatan tinggi. Yang di kejar juga adalah belajar mengendalikan emosi, belajar taktik balap dan belajar memberi input rasa tunggangan kepada mekanik agar komunikasi keduanya saling memahami.
Jalan mulai terang, skill mulai terasah, profesionalisme menjadi pembalap terlihat ketika Yamaha Bahtera merekutnya untuk menjadi squad pemula di kancah balap Region 2 baik Kejurnas maupun OMR. Lika-liku bersama team besar tersebut akhirnya finish di putaran region 2 sirkuit Gor Satria Purwokerto Minggu lalu. Wahyu di nobatkan sebagai juara umum di kelas MP5 atau Bebek Tune up Pemula 150cc tahun ini.
Dari freestyle yang sudah maju ke tingkat Asia sampai akhirnya menjadi pembalap papan atas sempat mengirakah semua ini terwujud?
“Alhamdulillah. Seperti mimpi menjadi kenyataan. Karena setelah memutuskan balap road race Juara nasional adalah targetku. Proses 2 tahun menjalani proses yang terkadang merasakan beratnya hidup dan senangnya hidup namun selalu ada support dari orang yang selalu mendoakan dan mendukung saya agar tetap semangat. Saya berterima kasih kepada tim, crew, mekanik, sponsor, dan seluruh orang yang sudah memberi support dan mendoakan saya. Yamaha Bahtera Racing karena sudah mengantarkan saya menjadi juara nasional,” ungkap Wahyu yang berdomisili di alamat Bakalan, Tanduk, Ampel, Boyolali, Jawa Tengah.

Bocah kelahiran 14 Januari 2005 tersebut turut membuka mata publik Boyolali. Dirinya sukses sebagai pembalap pertama yang berhasil membawa nama kota susu sapi ini berkibar di kancah balap motor road race melanjutkan para legenda terdahulu yang sudah lama vakum sekitar 15 tahun di kejurnas.
“Target selanjutnya adalah terus berusaha melanjutkan tradisi juara dan tetap menjadi pembalap di barisan depan. Serta memperbaiki kekurangan-kekurangan selama ini saya lakukan. Semoga prestasi ini terus berlanjut ke jenjang yang lebih tinggi. Itu harapan saya semoga step by step terlaksana. Bismillah..” tutup Wahyu yang belum lupa cara membawa motor besar untuk kejuaraan freestyle.
Penulis : Hafid | Foto : Hafid




